Olahraga

Shin Tae-yong: Shayne Belum Pasti Jadi Pemain Inti Persija Meski Cetak Gol di Piala AFF

Ringkasan

  • Pelatih Persija Shin Tae-yong menegaskan posisi Shayne Pattynama belum dipastikan sebagai pemain inti meski mencetak gol pembuka Timnas Indonesia mengalahkan Timor Leste 3-0 di Piala AFF 2026.

Shin Tae-yong tetap memegang prinsip ketat soal komposisi pemain inti Persija Jakarta. Meski Shayne Pattynama tampil gemilang dan mencetak gol pembuka saat Timnas Indonesia mengalahkan Timor Leste 3-0 di laga pembukaan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Chonburi, Thailand, Jumat (31/7), pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan belum ada keputusan final soal komposisi pemain inti Macan Kemayoran.

Kepastian komposisi pemain inti, menurut Shin, baru bisa ditentukan setelah seluruh skuad Persija berkumpul lengkap dan menjalani serangkaian latihan bersama. "Oh ya, belum ada yang pasti semuanya," ujar Shin saat konferensi pers usai laga Persija melawan PSMS Medan pada Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (1/8).

Penjelasan Shin menjawab pertanyaan wartawan soal apakah penampilan cemerlang Shayne di laga Timnas bisa menjamin posisinya sebagai pemain inti di Persija musim ini. Shayne sendiri musim lalu kerap mengisi bangku cadangan di Persija, jarang mendapat menit bermain signifikan di Liga 1. Penampilannya di Piala AFF 2026 menjadi momen krusial bagi bek kiri berpaspor Belanda itu untuk membuktikan kualitasnya.

Shin menegaskan penentuan pemain inti tidak hanya bergantung pada satu laga saja, melainkan evaluasi menyeluruh selama latihan bersama. "Jadi kita harus berkumpul semuanya dan harus ada latihan dan kita baru bisa lihat juga siapa pemain yang bisa menyesuaikan taktik," ucap mantan pelatih Timnas Indonesia itu. Ia menambahkan kondisi fisik dan performa tiap pemain juga menjadi pertimbangan utama, mengingat kondisi pemain bisa berubah dari hari ke hari.

Kendati demikian, Shin tidak menutup peluang bagi Shayne. Pelatih berusia 54 tahun itu menegaskan akan berupaya semaksimal mungkin meracik skuad Persija agar solid sebagai satu kesatuan tim. "Jadi akan saya berusaha semaksimal mungkin agar bisa menjadi satu tim yang baik," tuturnya. Pernyataan ini menunjukkan fleksibilitas Shin dalam mengelola skuad, di mana performa di latihan dan kesesuaian taktis menjadi penentu utama, bukan nama atau reputasi semata.

Perspektif ini sejalan dengan filosofi Shin sejak memimpin Persija sejak musim 2023/2024. Ia dikenal menerapkan sistem rotasi ketat dan menuntut intensitas tinggi di latihan. Beberapa pemain berbintang pun pernah digiring ke bangku cadangan karena dianggap tidak sesuai skema taktis. Shayne sendiri merupakan salah satu pemain yang harus bersabar menunggu kesempatan di bawah era Shin.

Kinerja Shayne di Piala AFF 2026 memang menarik perhatian. Bek kelahiran Den Haag, 28 Agustus 1998, itu tampil penuh 90 menit di posisi bek kiri dan mencetak gol pembuka Indonesia pada menit ke-12 melalui tendangan bebas yang melengkung ke gawang Timor Leste. Ia juga aktif mendukung serangan dan cukup solid di sisi defensif. Penampilan itu membuat banyak penggemar Persija berharap Shayne mendapat porsi lebih besar di musim baru Liga 1.

Namun, persaingan di posisi bek kiri Persija musim ini diprediksi ketat. Persija telah merekrut Rizky Dwi Febrianto dari Persib Bandung serta mempromosikan pemain muda dari akademi. Rizky sendiri memiliki pengalaman bermain di Liga 1 dan Piala AFF sebelumnya, menjadikannya kompetitor berat bagi Shayne. Persaingan sehat ini justru diharapkan Shin untuk meningkatkan kualitas tim.

Dari sisi manajemen, kebijakan Shin soal rotasi dan meritokrasi sejalan dengan visi Persija yang ingin membangun tim unggul secara berkelanjutan. Persija musim lalu finis ketiga di Liga 1 dan lolos ke Piala AFC 2024/2025. Musim ini, targetnya jelas: merebut gelar juara Liga 1 yang terlewat sejak 2018 serta berprestasi di kancah Asia. Konsistensi pemilihan pemain berbasis performa latihan menjadi kunci mencapai target tersebut.

Bagi Shayne, peluang di Persija tetap terbuka lebar. Ia memiliki keunggulan kecepatan, kemampuan menyilang, dan pengalaman bermain di liga Eropa (Eredivisie dengan FC Utrecht dan De Graafschap). Jika ia mampu mentransferkan performa Timnas ke latihan harian Persija dan menyesuaikan skema taktis Shin dengan cepat, peluang jadi pemain inti sangat terbuka. Kunci ada pada konsistensi.

Selanjutnya, Persija dijadwalkan menjalani rangkaian latihan intensif di Surabaya sebelum berangkat ke Jakarta mempersiapkan Liga 1 2024/2025 yang digulirkan Agustus mendatang. Shin akan menggunakan masa ini untuk mengevaluasi seluruh pemain, termasuk Shayne, Rizky, dan calon bek kiri lainnya. Keputusan final soal susunan pemain inti diharapkan keluar menjelang laga pembukaan Liga 1.

Bagi penggemar Persija, pesan Shin jelas: tidak ada tempat yang dijamin bagi siapapun. Setiap pemain harus membuktikan dirinya di latihan setiap hari. Shayne telah membuktikan kualitasnya di Timnas, kini tugasnya membuktikannya di latihan Persija setiap hari. Musim ini akan menjawab apakah Shayne benar-benar bisa merebut posisi bek kiri utama Macan Kemayoran.

Mengapa Ini Penting

Keputusan Shin Tae-yong soal Shayne Pattynama mencerminkan filosofi meritokrasi yang menjadi fondasi pembangunan tim Persija jangka panjang. Bagi penggemar, ini berarti tidak ada pemain yang posisi aman — termasuk rekrutan baru dan pemain Timnas. Bagi industri, ini menegaskan bahwa Persija serius membangun tim juara berbasis kompetisi internal yang sehat, bukan sekadar mengandalkan nama besar. Bagi Shayne sendiri, ini momen kebenaran: apakah ia bisa mentransferkan performa Timnas ke konsistensi harian di Persija? Jawabannya akan menentukan arah kariernya di Liga 1 musim ini.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
1 Agustus 2026
Waktu Baca
5 menit