Sepakbola

Shin Tae-yong Puas Hasil Latihan Thailand, Persija Siap Hadapi Super League

Ringkasan

  • Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong menyatakan kebanggaan atas peningkatan fisik pemain pasca latihan di Thailand yang ditutup dengan kemenangan 2-1 atas Police Tero.

Persija Jakarta telah menyelesaikan rangkaian latihan fisik intensif di Thailand yang berlangsung 10 hingga 23 Agustus 2026. Hasil uji coba pertama menunjukkan tanda-tanda positif setelah Macan Kemayoran mengalahkan Police Tero dengan skor 2-1. Kemenangan itu menjadi bukti nyata bahwa program persiapan musim baru yang dirancang Shin Tae-yong mulai memberikan dampak nyata bagi skuadnya.

Shin Tae-yong mengakui meskipun tubuh para pemain masih terasa berat akibat beban latihan fisik yang tinggi, kapasitas fisik mereka telah meningkat signifikan. "Tubuh memang masih terasa berat saat ini, tetapi secara fisik tenaga para pemain sudah jauh lebih bertambah," ujar pelatih asal Korea Selatan itu melalui laman resmi klub. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa periodisasi latihan yang diterapkan sudah berjalan sesuai rencana meski belum mencapai puncak kondisi.

Latihan di Thailand menjadi momen krusial bagi Persija mengingat musim lalu tim kesulitan menjaga konsistensi performa di babak kedua Liga 1. Shin yang meniti karir di Indonesia sejak 2020 — pertama mengelola timnas U-19 dan U-23 sebelum menjabat pelatih utama Persija — memahami betul karakter liga domestik yang fisik dan tempo tinggi. Ia sengaja memilih Thailand sebagai basis persiapan karena fasilitas lapangan dan iklim yang mendukung latihan intensif dua kali sehari.

Kemenangan atas Police Tero, klub yang berlaga di Thai League 1, bukan sekadar hasil angka. Persija menunjukkan struktur permainan yang lebih terorganisir dibandingkan musim lalu. Witan Sulaeman dan rekan-rekan tampil dengan gerakan tanpa bola yang lebih cerdas, sementara lini pertahanan tampak kompak dalam mengantisipasi serangan lawan. Pola main yang ditekankan Shin — tekanan tinggi dan transisi cepat — mulai terlihat meski baru uji coba pertama.

Namun, sang pelatih tetap realistis. Shin menegaskan bahwa pembentukan tim utama dan pola permainan ideal tidak bisa dicapai dalam semalam. "Untuk pertandingan kedua, kami akan berusaha membuat tim utama yang bisa bermain semaksimal mungkin dan terus membangun pola permainan yang ingin kami terapkan," tandasnya. Frasa "terus disempurnakan" yang ia gunakan menandakan kesadaran bahwa proses ini bersifat bertahap dan membutuhkan kesabaran dari seluruh pihak.

Dua uji coba tersisa akan menjadi barometer kesiapan nyata. Lawan berikutnya, Chiangrai United, merupakan tim berkelas atas di Thailand yang gaya mainnya mirip dengan karakter Liga 1 — fisik, cepat, dan langsung. Laga terakhir melawan Brisbane Roar di Jakarta International Stadium (JIS) akhir Agustus nanti akan menjadi uji coba final di hadapan penonton sendiri. Kedua pertandingan ini akan menentukan komposisi tim utama yang akan Shin taruhkan di pekan pembukaan Super League.

Dari perspektif manajemen klub, keputusan menggelar latihan di luar negeri menunjukkan komitmen serius Persija untuk merebut gelar juara. Investasi biaya perjalanan, akomodasi, dan lawan uji coba berkualitas mencerminkan ambisi klub yang didukung oleh fondasi yayasan Persija Jaya. Musim lalu, Persija gagal lolos ke babak 8 besar Piala Presiden dan hanya finis ke-5 di Liga 1 — hasil yang dianggap di bawah ekspektasi untuk klub besar dengan basis pendukung terbesar di Indonesia.

Bagi para penggemar, peningkatan fisik yang dinyatakan Shin menjadi angin segar. Keluhan musiman soal kehabisan stamina di menit-menit akhir — yang kerap mengakibatkan gol lawan di musim lalu — diharapkan teratasi. Data internal klub yang bocor ke media menunjukkan rata-rata jarak tempuh pemain meningkat 1,2 kilometer per pertandingan dibanding pra-musim lalu. Angka ini, jika terverifikasi di laga resmi, akan menjadi indikator kuat keberhasilan program fisik.

Sisi taktis yang patut diperhatikan adalah fleksibilitas formasi. Shin dikenal suka beralih antara 4-2-3-1 dan 3-4-3 tergantung lawan. Di uji coba pertama, Persija memulai dengan 4-2-3-1 lalu beralih ke 3-5-2 di babak kedua untuk mengontrol tempo. Kemampuan pemain memahami peran ganda ini akan menjadi kunci di Liga 1 di mana jadwal padat menuntut rotasi skuad yang efektif tanpa menurunkan kualitas permainan.

Pendatangan Brisbane Roar ke JIS juga menarik perhatian karena melibatkan klub A-League Australia yang memiliki gaya main teknis dan berbasis posse. Laga ini akan menguji kemampuan Persija menghadapi tim yang suka menguasai bola — skenario yang sering dihadapi saat bertemu Bali United atau PSM Makassar. Hasil laga ini bisa jadi gambaran seberapa jauh Persija siap bersaing di kancah Asia jika lolos ke AFC Champions League 2.

Secara keseluruhan, persiapan Persija tahun ini terlihat lebih terstruktur dan bermakna dibandingkan musim lalu yang sempat kacau akibat pergantian pelatih di tengah musim. Shin Tae-yong kini memiliki kendali penuh sejak awal pra-musim, dan hasilnya mulai terlihat. Tantangan selanjutnya adalah mentranslasikan kinerja uji coba ke poin-poin nyata di liga yang tak pernah memaafkan kesalahan kecil.

Mengapa Ini Penting

Artikel ini penting karena menandai titik balik persiapan Persija yang musim lalu kacau. Peningkatan fisik yang diklaim Shin bukan sekadar lip service — ini menjawab kelemahan krusial Macan Kemayoran: kehabisan stamina di menit kritis. Dua uji coba tersisa (Chiangrai United dan Brisbane Roar) akan jadi litmus test apakah pola main Shin benar-benar tertanam atau masih sekadar teori. Bagi industri sepak bola Indonesia, keberhasilan model pra-musim ke luar negeri ini bisa jadi template klub lain. Jika Persija sukses, narasi 'klub besar yang profesional' akan terwujud — hal yang langka di Liga 1.

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
21 Agustus 2026
Waktu Baca
5 menit