Persija Jakarta menjalani sesi latihan terbuka keempat di Persija Training Ground, Sawangan, Kota Depok, Jumat (17/7) sore, guna mematangkan persiapan menyambut Super League musim 2026/2027. Pelatih anyar Shin Tae Yong hadir langsung memimpin 28 pemain Macan Kemayoran yang sudah berkumpul sejak latihan perdana digelar pada 14 Juli lalu.
Latihan kali ini menjadi momentum penting bagi skuad ibu kota untuk beradaptasi dengan skema pelatih asal Korea Selatan tersebut. Kehadiran STY sekaligus menandai babak baru dalam manajemen teknis Persija setelah musim sebelumnya hanya mampu finis di peringkat ketiga klasemen akhir.
Sebanyak 28 pemain mengikuti arahan STY pada sesi keempat ini. Mereka berasal dari kombinasi skuad lama dan rekrutan anyar yang disiapkan manajemen untuk mendongkrak daya saing tim. Target juara kembali diprioritaskan mengingat raihan posisi tiga pada musim lalu dinilai belum memenuhi ekspektasi pendukung.
Beberapa wajah baru langsung terlihat antusias mengikuti drill yang diberikan. Radovan Pankov, Kerim Memija, dan Denis Kolinger merupakan sederet nama asing yang sudah merumput bersama rekan setimnya. Sementara dari dalam negeri, Pratama Arhan, Victor Dethan, serta penjaga gawang Aqil Savik juga turut meramaikan Persija Training Ground.
Masuknya pemain berpengalaman seperti Pratama Arhan menunjukkan niat serius Persija merebut gelar. Arhan membawa reputasi sebagai bek sayap tim nasional yang pernah merumput di luar negeri. Kolaborasinya dengan pemain asing diharapkan menciptakan keseimbangan antara kekuatan lokal dan internasional di dalam skuad.
Di sisi lain, empat pilar utama belum bisa berbaur dengan tim. Rizky Ridho, Jordi Amat, Dony Tri Pamungkas, dan Rayhan Hannan masih menjalani pemusatan latihan di Bali untuk keperluan Piala AFF 2026. Keempatnya tercatat sebagai bagian dari proyek tim nasional yang digawangi pelatih yang sama, Shin Tae Yong.
Kondisi tersebut membuka tantangan tersendiri bagi STY dalam meracik formasi ideal. Apabila Indonesia melaju ke final Piala AFF, kemungkinan besar keempat pemain tersebut baru bergabung setelah turnamen usai. Persija pun harus merotasi pemain yang ada tanpa mengorbankan stabilitas performa di awal Super League.
Dampaknya cukup signifikan bagi persaingan klub di Indonesia. Ketergantungan pada pemain timnas menunjukkan bahwa kalender kompetisi domestik dan agenda internasional belum terintegrasi sempurna. Klub besar seperti Persija mau tidak mau harus menyusun strategi cadangan agar tidak tertinggal di awal musim.
Bagi penggemar lokal, situasi ini menguji kesabaran sekaligus loyalitas. Suporter memahami bahwa meminjamkan pemain ke timnas adalah kebanggaan, namun secara teknis mengganggu konsistensi tim kesayangan. Pengalaman musim lalu menjadi pelajaran bahwa start lambat bisa berakhir dengan hilangnya peluang juara.
Shin Tae Yong dalam sesi latihan menekankan disiplin dan pemahaman taktik kepada seluruh penggawa yang hadir. Para pemain baru langsung mendapatkan porsi adaptasi lebih untuk mengenal filosofi bermain yang dibawa pelatihnya. Hal ini terlihat dari intensitas latihan yang tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga pola transisi bola.
Rencana ke depan, Persija akan terus menambah volume latihan seiring bergabungnya sisa pemain pasca-AFF. Manajemen juga diproyeksikan mengevaluasi kebutuhan tambahan di tengah kompetisi jika ada posisi yang dinilai masih rapuh. Tren penggunaan pelatih berlabel internasional di klub besar Indonesia makin menguat demi daya saing Asia.
Super League 2026/2027 diprediksi menyajikan persaingan lebih ketat mengingat banyak klub membenahi skuadnya. Persija dengan STY di bangku pelatih memiliki nilai jual tinggi, namun harus membuktikan lewat hasil di lapangan. Keberhasilan menyatukan pemain sisa TC Bali ke dalam tim utama akan menentukan apakah target juara bisa tercapai.
Langkah awal di Sawangan menunjukkan komitmen serius, namun ujian sesungguhnya baru dimulai saat peluit perdana kompetisi berbunyi. Integrasi pemain baru dan pemain timnas akan menjadi kunci utama keberhasilan Macan Kemayoran musim ini.