Olahraga

Shin Tae Yong Pantau Puluhan Laga Demi Rekrutmen Asing Persija

Ringkasan

  • Shin Tae Yong pantau puluhan laga cari pemain asing Persija di Training Ground, Jumat (17/7), demi kualitas Super League 2026/2027.

Pelatih kepala Persija Jakarta, Shin Tae Yong, menerapkan skema perekrutan pemain asing yang sangat selektif jelang kompetisi Super League 2026/2027. Proses tersebut dilakukan dengan memantau puluhan pertandingan secara langsung demi memastikan kualitas legiun asing yang dibidik benar-benar sesuai kebutuhan tim Macan Kemayoran.

Pernyataan tersebut disampaikan STY, sapaan akrab pelatih asal Korea Selatan berusia 55 tahun itu, di Persija Training Ground pada Jumat (17/7). Ia menegaskan bahwa pendekatan terhadap pemain dari benua Eropa berbeda jauh dengan pemain asal Asia, terutama Korea dan Jepang yang sudah lebih dulu dikenalnya.

Kedatangan STY menggantikan pelatih sebelumnya membawa nuansa baru bagi manajemen Persija dalam menyusun kekuatan tim. Klub ibu kota tersebut tidak ingin lagi sekadar mengandalkan nama besar di bursa transfer, melainkan memprioritaskan kecocokan taktikal dan karakter pemain terhadap skema yang akan dibangun.

Latar belakang ketatnya seleksi ini tidak lepas dari ambisi Persija untuk tampil kompetitif di Super League musim depan. Kompetisi kasta tertinggi di Indonesia itu diproyeksikan semakin ketat dengan banyaknya klub yang memperkuat skuad melalui jalur pemain impor berkualitas.

Selain itu, pengalaman STY menukangi tim nasional Indonesia membuatnya paham betul bahwa adaptasi pemain asing di tanah air kerap menjadi kendala. Oleh karena itu, pemantauan mendalam terhadap performa pemain Eropa dianggap sebagai langkah mitigasi risiko sebelum kontrak resmi ditandatangani.

Dampak dari metode ini cukup signifikan bagi ekosistem sepak bola Indonesia. Pendekatan berbasis data dan observasi langsung dapat menekan angka pemain asing gagal yang kerap merugikan klub secara finansial. Selama ini, banyak klub lokal yang rugi karena mendatangkan pemain hanya berdasarkan rekomendasi agen tanpa verifikasi performa.

Di sisi lain, kecepatan adaptasi menjadi nilai plus bagi pemain asal Asia yang direkrut STY. Pelatih tersebut mengaku sudah mengenal sejumlah pemain Korea dan Jepang sejak lama, sehingga proses integrasi ke dalam tim berjalan lebih cepat tanpa perlu pemantauan puluhan laga seperti halnya pemain Eropa.

Kebijakan ini juga mencerminkan pergeseran tren rekrutmen di Liga Indonesia. Klub mulai menyadari bahwa pemain asing bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar utama yang menentukan prestasi. Persija, dengan dukungan finansial yang kuat, memilih jalur profesional yang bisa menjadi rujukan klub lain.

"Untuk pemain-pemain dari Eropa itu benar-benar kami pantau puluhan pertandingan agar kita bisa rekrut," ucap STY. Ia menambahkan bahwa pemain Korea dan Jepang yang sudah berada di Indonesia merupakan sosok yang sejak awal sudah dipantau dan dikenalnya secara personal.

Mengenai proses adaptasi, STY menyatakan kepuasannya. "Belum tahu perubahannya nanti seperti apa, tetapi sampai saat ini sih ya adaptasi sangat baik, sangat baik. Jadi tidak ada masalah sama sekali," kata dia. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi persiapan fisik dan mental skuad menjelang liga bergulir.

Sejauh ini Persija telah mendatangkan beberapa nama baru di bursa transfer. Dua di antaranya adalah bek jangkung asal Kroasia, Denis Kolinger, serta bek teranyar asal Serbia, Radovan Pankov. Keduanya masuk dalam proyeksi pertahanan Persija yang akan diperkuat di bawah arahan STY.

Ke depan, Persija diprediksi masih akan menambah kekuatan di sektor lain sesuai hasil evaluasi STY terhadap kebutuhan tim. Pemantauan terhadap kompetisi luar negeri akan terus berjalan seiring berlangsungnya proses pra-musim. Metode pelatih asal Korea tersebut berpotensi mengubah standar rekrutmen pemain asing di Indonesia menjadi lebih terukur dan profesional.

Tren observasi langsung oleh pelatih kepala juga kemungkinan besar akan diikuti klub pesaing. Jika terbukti sukses membawa Persija juara, skema STY dapat menjadi blueprint baru bagi sepak bola nasional dalam memilih legiun asing.

Mengapa Ini Penting

Metode observasi langsung STY menekan risiko finansial klub akibat pemain impor tidak sesuai ekspektasi, yang selama ini kerap terjadi di Liga Indonesia. Pendekatan ini berpotensi memicu standar profesionalisme baru di bursa transfer nasional. Penggemar Persija mendapat jaminan bahwa skuad dibangun melalui pertimbangan taktikal, bukan sekadar popularitas. Jika sukses, sistem ini dapat diadopsi klub lain dan mempercepat peningkatan kualitas kompetisi domestik secara menyeluruh.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
17 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit