Olahraga

Shearer Peringatkan Inggris Soal Argentina di Semi-Final Piala Dunia

Ringkasan

  • Mantan kapten Inggris Alan Shearer mengingatkan bahwa kegagalan Piala Dunia 1998 melawan Argentina masih membekas, dan ia yakin skuad Inggris saat ini punya peluang berbeda untuk mengalahkan La Albiceleste di semifinal Atlanta, Rabu malam (20.00 WIB).

Mantan kapten tim nasional Inggris, Alan Shearer, kembali merasakan tekanan yang ditinggalkan kekalahan Piala Dunia 1998 saat ia memperingatkan skuad Inggris bahwa pertandingan perempat final Argentina di Atlanta, Rabu (20.00 WIB), akan menjadi ujian berat.

Shearer, yang kini menjadi komentator, mengatakan rasa sakit dari kekalahan adu penalti 28 tahun lalu masih membekas. Ia masih bisa mengingat bagaimana pemain Argentina merayakan kemenangan dengan menari di dekat pemain Inggris setelah pertandingan yang menegangkan di Saint-Etienne.

Pertandingan tersebut berlangsung dramatis. Inggris unggul lebih dulu melalui gol menakjubkan Michael Owen, tapi Argentina menyamakan kedudukan dari tendangan bebas. David Beckham mendapat kartu merah, membuat Inggris bermain dengan sepuluh orang selama 75 menit. Sol Campbell juga memiliki gol yang dibatalkan.

Pada akhirnya, Inggris tersingkir melalui adu penalti. Sebagai kapten, Shearer merasa timnya saat itu memiliki kualitas untuk membuat pernyataan besar di dunia, tapi kegagalan itu masih membekas.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah ini tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tapi juga inspirasi. Banyak suporter di tanah air yang masih membahas momen tersebut di media sosial, terutama saat turnamen besar berlangsung. Teknologi seperti VAR kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola lokal, yang berharap keputusan wasit di Indonesia bisa lebih akurat.

Di dalam negeri, pertandingan semifinal seperti yang dihadapi Inggris vs Argentina memicu peningkatan minat terhadap liga-liga top Eropa. Penonton Indonesia semakin kritis dan mulai menganalisis taktik, seperti yang dilakukan Shearer saat membahas kemungkinan Inggris membatasi ruang gerak Lionel Messi. Diskusi tentang gaya bermain kolektif vs marking satu lawan satu menjadi populer di forum sepak bola tanah air.

Shearer juga menyoroti pengalaman Argentina sebagai juara bertahan. Mereka tidak bermain spektakuler, tapi selalu mampu meraih hasil ketika dibutuhkan. Hal ini mirip dengan kondisi beberapa klub di Indonesia yang mampu bertahan meski tidak dominan.

"Mereka tidak sebagus saat menang empat tahun lalu, tapi mereka selalu menemukan cara untuk menang saat diperlukan," kata Shearer dalam wawancara dengan BBC Sport.

Messi, yang belum pernah menghadapi Inggris di Piala Dunia, menjadi pusat perhatian. Shearer yakin Inggris tidak akan fokus hanya pada satu pemain, tapi beberapa pemain akan bergerak untuk membatasi ruang geraknya.

"Jude Bellingham tampil luar biasa, seperti Messi, ia sudah meraih empat penghargaan pemain terbaik pertandingan," tambah Shearer. "Keduanya bisa menjadi penentu hasil akhir. Siapa pun yang lolos ke final, salah satu dari mereka akan berperan besar."

Ia juga mengingatkan bahwa pertandingan seperti ini sering kali memanas. Shearer tidak kaget jika ada kartu merah lagi, dan ia khawatir tentang keputusan wasit serta dampak VAR.

Ia memberikan dukungan kepada Inggris. "Saya yakin Inggris bisa mengalahkan Argentina karena kita bisa menimbulkan lebih banyak masalah daripada yang mereka berikan. Tapi jangan harap ini akan mudah."

Bagi sepak bola Indonesia, kemenangan Inggris bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas liga domestik. Pengalaman Shearer tentang pentingnya karakter di saat kritis bisa menjadi pelajaran bagi pelatih muda di tanah air.

Ke depannya, persaingan di Piala Dunia akan semakin ketat dengan teknologi yang terus berkembang. Negara-negara, termasuk Indonesia yang sedang membangun infrastruktur sepak bola, harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan global.

Pertandingan ini tidak hanya tentang mencetak gol, tapi juga tentang mentalitas. Shearer berharap penonton di rumah, termasuk di Indonesia, siap untuk pertandingan yang bisa berakhir dramatis. "Pastikan kalian duduk dekat televisi, karena malam ini bisa menjadi malam yang indah, tapi juga penuh kejutan," tutupnya.

Mengapa Ini Penting

Kisah Shearer mengingatkan penggemar Indonesia bahwa tekanan di Piala Dunia tidak hanya dirasakan tim besar, tapi juga bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub lokal yang sering kalah dalam pertandingan krusial. Analisis taktik yang ia sampaikan mendorong pecinta sepak bola tanah air untuk lebih kritis terhadap keputusan wasit, terutama terkait VAR yang mulai diterapkan di kompetisi domestik. Selain itu, performa pemain muda seperti Jude Bellingham bisa menjadi inspirasi bagi talenta muda Indonesia yang ingin bersinar di kancah internasional.

Sumber Asli
BBC Sport
Tanggal
15 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit