Minggu, 12 Juli 2026, suasana meriah menyelimuti berbagai kota di Indonesia saat masyarakat merayakan pertandingan perempat final Piala Dunia 2026. Dari Anjungan Sarinah di Jakarta hingga alun-alun Kabupaten Bogor, warga berbondong-bondong menyaksikan laga Argentina melawan Swiss melalui layar videotron raksasa. Acara nonton bareng (nobar) yang diselenggarakan oleh TVRI bersama Sarinah, Pemerintah Sumatra Barat, dan Perum LKBN ANTARA ini menjadi bukti betapa sepak bola masih menjadi pemersatu bangsa.
Di Anjungan Sarinah, Jakarta, ribuan penggemar Argentina tampak mengenakan bandana bergambar Lionel Messi saat memasuki area nonton bareng. Layar videotron yang dipasang di panggung utama memancarkan gambar pertandingan dengan kualitas tinggi, membuat suasana terasa seperti di stadion. Menurut manajer acara, kemeriahan ini tidak hanya bertujuan untuk menikmati pertandingan, tetapi juga memperkuat ikatan komunitas penggemar sepak bola di ibu kota.
Di Padang, Pemerintah Sumatra Barat bekerja sama dengan TVRI Sumatra Barat menggelar nobar di halaman Kantor Gubernur. Awalnya acara berlangsung di luar ruangan, namun karena hujan lebat peserta dipindahkan ke aula. Warga tetap antusias, membawa payung dan selimut untuk tetap bisa menikmati pertandingan. Acara ini menunjukkan bagaimana pemerintah daerah memanfaatkan momentum olahraga global untuk meningkatkan interaksi sosial dan kebersamaan.
Kabupaten Bogor juga tidak mau ketinggalan. Bupati Bogor menyediakan fasilitas nonton bareng di ruang publik Alun-alun Cibinong dengan menggunakan layar videotron berukuran besar. Foto udara yang diambil oleh ANTARA memperlihatkan ribuan warga duduk rapi di sekitar area, wajah mereka fokus pada layar. Fasilitas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan akses hiburan berkualitas tanpa perlu ke pusat perbelanjaan.
Bali turut meramaikan euforia ini melalui acara di Peninsula Island, The Nusa Dua. Perum LKBN ANTARA mengorganisir kegiatan bertajuk “Semarak Nobar Bola Gembira bersama ANTARA” yang dihadiri oleh wisatawan dan penduduk lokal. Acara ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ajang promosi pariwisata, menunjukkan bagaimana olahraga dapat menjadi media promosi yang efektif.
Piala Dunia 2026 diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, namun dampaknya terasa hingga ke Asia Tenggara. Bagi Indonesia, even ini menjadi pengingat pentingnya membangun infrastruktur menonton yang memadai, mulai dari stadion hingga platform digital. Selain itu, even ini juga membuka peluang bagi industri kreatif lokal untuk berkontribusi dalam produksi konten sepak bola.
Dari sisi ekonomi, acara nonton bareng ini berdampak positif terhadap sektor perhotelan, kuliner, dan ritel di sekitar lokasi acara. Toko-toko yang menjual merchandise tim peserta mengalami kenaikan penjualan yang signifikan. Di sisi teknologi, penggunaan layar videotron dan sistem audio berkualitas tinggi mendorong pertumbuhan industri perangkat visual di Indonesia. Hal ini juga mendorong minat masyarakat terhadap teknologi siaran langsung, yang dapat menjadi pendorong bagi pengembangan layanan streaming lokal.
Ke depan, diharapkan akan lebih banyak lagi fasilitas nonton bareng yang menggunakan teknologi layar LED terkini dan sistem suara surround untuk meningkatkan pengalaman penonton. Integrasi dengan platform streaming lokal dapat memungkinkan penonton di daerah terpencil tetap dapat menikmati pertandingan secara langsung. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, media, dan industri kreatif perlu terus dikembangkan untuk memastikan bahwa euforia sepak bola seperti ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum pembangunan masyarakat yang lebih luas.