Manchester United belum selesai berbenah di bursa transfer. Setelah dua gelandang dikonfirmasi datang, Paul Scholes justru menyoroti lubang yang lebih besar: lini pertahanan. Legenda Setan Merah itu menilai MU masih kekurangan bek tengah berkualitas dan menyarankan satu nama untuk diboyong ke Old Trafford.
Dua rekrutan anyar, Andrey Santos dan Youri Tielemans, sudah mendarat untuk memperkuat lini tengah. Namun Scholes menganggap prioritas itu keliru. Ia menilai komposisi bek tengah MU saat ini belum cukup untuk bersaing dengan tim-tim papan atas Inggris.
Nama yang disebut Scholes adalah Cristian Romero. Bek tengah asal Argentina itu tengah membela Tottenham Hotspur dan punya reputasi garang di Premier League. Scholes bahkan mengingatkan bahwa Romero pernah tampil sebagai starter di final Piala Dunia 2022.
Kekhawatiran Scholes bukan tanpa alasan. MU saat ini memiliki Harry Maguire, Lisandro Martinez, Leny Yoro, dan Matthijs De Ligt. Di atas kertas, mereka terlihat solid. Tetapi cedera yang kerap menghampiri Martinez dan De Ligt membuat kedalaman skuad di posisi itu dipertanyakan.
Padahal, musim kompetisi berjalan panjang. Rotasi menjadi kunci, apalagi jika MU kembali tampil di kompetisi Eropa. Tanpa bek tengah yang benar-benar bisa diandalkan, ambisi finis di empat besar bisa melambung jauh.
Scholes tidak menutup mata terhadap kelemahan Romero. Ia mengakui pemain berusia 26 tahun itu agak temperamental dan memiliki masalah kedisiplinan. Namun ia yakin masalah itu bisa dikelola dengan pendampingan yang tepat.
Bahkan, Scholes menyebut Michael Carrick sebagai sosok yang bisa menenangkan Romero. Keduanya pernah bekerja sama ketika Carrick menjadi pelatih di Manchester United. Menurut Scholes, Romero hanya butuh arahan yang jelas untuk mengubah energi negatifnya menjadi kekuatan.
Satu hal yang pasti, Romero tidak akan murah. Nilai pasarnya diperkirakan mencapai 40-50 juta euro. Tottenham tentu tidak akan melepasnya dengan mudah, apalagi Inter Milan dan Atletico Madrid juga kabarnya tertarik memboyongnya.
Bagi penggemar MU di Indonesia, isu ini menjadi pengingat bahwa mendukung klub besar berarti menuntut manajemen yang cermat. Bukan sekadar jorjoran membeli nama tenar, tetapi juga melengkapi setiap lini dengan pemain yang sesuai kebutuhan tim.
Scholes sendiri sangat gamblang dalam sarannya. "Saya tahu dia agak gila, dia punya masalah-masalah kedisiplinan. Tapi dia bisa menjadi salah satu bek yang sangat bagus," ujar Scholes, dikutip Football365. "Rasanya mereka butuh banget bek tengah, yang sekarang ini tidak cukup bagus."
Bursa transfer masih berjalan. MU masih dikaitkan dengan bek kiri, winger, dan gelandang tambahan. Namun saran Scholes setidaknya membuka mata publik bahwa prioritas utama seharusnya ada di jantung pertahanan.
Jika MU serius mengejar Romero, waktu menjadi faktor krusial. Tottenham tidak akan tinggal diam. Inter dan Atletico juga bisa menebus klausulnya. Pertanyaannya, apakah manajemen MU berani mengambil risiko pada pemain yang bersemangat tinggi tetapi kadang meledak-ledak? Keputusan ada di tangan mereka.