Sassuolo berhasil menaklukkan Cesena dengan skor 3-0 dalam laga babak 32 besar Coppa Italia 2026/2027, Selasa (18/8) dini hari WIB. Kemenangan ini diraih di depan fans Sassuolo di Mapei Stadium, tempat tim asuhan pelatih baru Alberto Aquilani menampilkan performa dominan sejak awal babak pertama.
Meski baru membinasari tim, Aquilani langsung menunjukkan keinginan untuk memberi kekesempatan kepada skuad utama. Salah satu buktinya adalah keputusannya untuk tidak memasukkan Jay Idzes sejak menit pertama. Bek asal Indonesia itu tetap duduk di bangku cadangan selama 90 menit, mengamati pertandingan dari sisi teknis timnya.
Gol pertama Sassuolo dicetak pada menit ke-13 melalui tendangan keras Cristian Volpato, yang menerima umpan langsung Simone Cinquegrano. Momentum serangan terus dipertahankan, dan pada akhir babak pertama, Vasilie Adzic menambah skor hingga berhasil memastikan kemenangan nyaman sebelum turun minum.
Di babak kedua, Sassuolo tidak melemah. Tekanan terus diterapkan hingga akhirnya Luca Lipani mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-75. Dengan demikian, Sassuolo berhasil meraih kemenangan yang cukup meyakinkan dan melaju ke babak berikutnya.
Kemenangan ini juga menjadi penting bagi Sassuolo sebagai wadah pembuktian kemampuan Aquilani. Sejak dilantik sebagai pelatih baru, banyak ekspektasi yang diberikan agar tim bisa bangkit dari performa melemah di kompetisi Serie A musim sebelumnya.
Sementara itu, absennya Jay Idzes justru menjadi sorotan tersendiri. Sebagai salah satu pemain asing asal Indonesia yang pernah membuktikan kemampuannya di level Eropa, keputusan Aquilani untuk tidak memasangkannya justru memicu spekulasi mengenai peran Idzes di masa depan.
Beberapa analis mengaitkan hal ini dengan dinamika skuad asing di Sassuolo. Dengan kebijakan batasan kuota pemain asing yang ketat di Italia, pelatih anyar perlu menyeimbangkan antara penggunaan lokal dan asing agar tidak kehilangan kecepatan ofensif.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, berita ini cukup signifikan. Jay Idzes yang kini menjadi starter di timnas Indonesia terus berkembang pengalamannya di Eropa. Meski belum menjadi pilihan utama di Sassuolo, ia tetap menjadi simbol harapan bagi generasi muda yang ingin meniti karier di liga asing.
Laga melawan Frosinone yang digelar pada September mendatang akan menjadi ujian nyata bagi Sassuolo untuk konsistensi. Apakah Jay Idzes akan kembali mendapatkan kesempatan? Itu akan menjadi pertanyaan besar yang menanti di laga selanjutnya.
Dalam konteks internasional, keputusan Aquilani juga menunjukkan betapa kompetitifnya liga Italia. Setiap pemain harus bekerja keras untuk merebut tempat di skuat utama, terutama saat ada tekanan dari pelatih baru yang ingin membentuk identitas taktik sendiri.
Sassuolo sendiri masih berada di bawah tekanan untuk kembali ke jalur kemenangan di Serie A. Coppa Italia bisa menjadi medan yang tepat untuk membangun rasa percaya diri sekaligus memberi ruang bagi pemain seperti Idzes untuk menunjukkan nilainya.
Sementara itu, Cesena harus menerima kekalahan ini sebagai pembelajaran. Tim kandangannya yang berasal dari Serie B kehilangan kesempatan besar untuk melaju lebih jauh dalam kompetisi ini, terutama setelah tampil cukup solid pada babak sebelumnya.
Dengan semakin pendeknya jeda waktu antar laga, fokus Sassuolo kini beralih penuh ke persaingan liga. Namun, bagi Jay Idzes sendiri, setiap latihan dan pertandingan menjadi penting untuk membuktikan kapasitasnya di mata pelatih baru.
Pelatih lain di Italia yang mengamati perkembangan ini juga menilai bahwa kesabaran adalah kunci bagi Idzes. Ia perlu menunggu kesempatan yang tepat sambil terus meningkatkan performanya di sesi latihan harian.