Sepakbola

Salah Jadi Pemain Termahal Liga Turki, Gajinya Tembus Rp474 Miliar

Ringkasan

  • Mohamed Salah resmi bergabung dengan Trabzonspor dan menjadi pemain dengan gaji tertinggi di Liga Turki, mencapai 23 juta euro per tahun atau setara Rp474 miliar.
  • Daftar lima besar dihuni nama-nama top seperti Osimhen, Ederson, Kante, dan Leroy Sane.

Mohamed Salah resmi bergabung dengan Trabzonspor dan langsung menjadi pemain dengan gaji tertinggi di Liga Turki. Penyerang asal Mesir itu menerima total kompensasi 23 juta euro per tahun atau setara Rp474 miliar.

Angka tersebut melampaui pendapatan Victor Osimhen di Galatasaray yang berada di posisi kedua. Eks striker Napoli itu dibayar 20 juta euro per tahun atau sekitar Rp412 miliar.

Fenomena ini menarik karena Liga Turki kini menjelma menjadi tujuan utama pemain-pemain bintang yang dianggap sudah melewati puncak karier di Eropa. Mereka tetap mendapat bayaran tinggi meski usianya tak lagi muda.

Di posisi ketiga ada gelandang Fenerbahce, Ederson, yang mengantongi gaji tahunan 17 juta euro atau setara Rp350 miliar. Disusul N'Golo Kante, juga dari Fenerbahce, dengan penghasilan 15,4 juta euro per tahun atau sekitar Rp317 miliar.

Leroy Sane melengkapi daftar lima besar. Winger Galatasaray itu menerima gaji 15 juta euro per tahun atau setara Rp309 miliar.

Liga Turki memang dikenal agresif di bursa transfer. Klub-klub seperti Galatasaray, Fenerbahce, dan Trabzonspor memanfaatkan daya tarik kota besar Istanbul dan basis suporter fanatik untuk meyakinkan pemain top agar mau pindah.

Trabzonspor sendiri membuat langkah berani dengan merekrut Salah. Klub yang berbasis di pesisir Laut Hitam itu biasanya bukan destinasi utama bintang Eropa. Keputusan ini menunjukkan ambi­sinya untuk bersaing di puncak klasemen.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, fenomena ini menjadi cermin betapa jauhnya jarak finansial antara liga Eropa dan Asia Tenggara. Gaji tahunan Salah setara dengan puluhan kali lipat anggaran operasional klub Liga 1 dalam satu musim.

Namun, ada pelajaran berharga: Liga Turki berani berinvestasi besar demi kompetisi yang menarik. Hal ini berbeda dengan pendekatan sebagian besar klub Asia yang lebih konservatif dalam belanja pemain asing.

Kehadiran nama-nama besar seperti Salah, Osimhen, dan Kante juga berdampak langsung pada popularitas liga. Tayangan Liga Turki kini semakin banyak ditonton di Asia, termasuk Indonesia, karena penonton ingin melihat idola mereka berlaga.

Dari sisi bisnis, masuknya pemain bintang meningkatkan nilai siaran dan sponsor. Itu sebabnya klub-klub Turki berani membayar mahal meski harus menebusnya dari pendapatan komersial yang naik.

Ke depannya, tren ini berpotensi berlanjut. Liga Turki bisa menjadi jembatan bagi pemain Eropa yang belum siap pension untuk tetap tampil di level tinggi tanpa harus hengkang ke liga-liga kecil di Timur Tengah.

Sementara itu, bagi Indonesia, agresi Liga Turki seharusnya menjadi motivasi untuk memperbaiki tata kelola liga. Jika ingin kompetisi domestik menarik dan bernilai ekonomi, investasi pada kualitas pemain dan profesionalisme pengelolaan adalah keniscayaan.

Mengapa Ini Penting

Liga Turki kini menjadi barometer baru dalam pergerakan pemain bintang Eropa yang masih ingin mendapat gaji tinggi. Bagi Indonesia, fenomena ini menyoroti kesenjangan finansial yang sangat lebar dengan liga domestik sekaligus memberi pelajaran tentang pentingnya investasi pemain untuk meningkatkan nilai kompetisi. Ke depan, daya tarik Liga Turki bisa mengubah peta persaingan sepak bola Eropa dan Asia, termasuk pola belanja klub-klub Asia yang selama ini lebih konservatif.

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
12 Agustus 2026
Waktu Baca
3 menit