Olahraga

Saga Transfer Mees Hilgers Memanas, UEFA Diharapkan Jadi Wasit

Ringkasan

  • Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers membandel dengan menolak latihan FC Twente di awal musim ini.
  • Klub dan pemain berselisih soal status kontrak, UEFA kini diminta jadi penengah.

Hubungan Mees Hilgers dengan FC Twente kembali memasuki fase kritis. Bek Timnas Indonesia itu absen dari sesi latihan sejak pekan pertama Eredivisie, dan perseteruan dengan klub asal Enschede itu kini menanti keputusan UEFA.

Twente mengklaim kontrak Hilgers otomatis diperpanjang satu musim karena pemain berusia 25 tahun itu tidak meneken perpanjangan kontrak sebelum masa baktinya berakhir. Klub bersikeras Hilgers masih terikat hingga akhir musim ini dan tidak akan dilepas tanpa biaya transfer.

Hilgers dan agennya membantah. Mereka berpendapat kontrak sudah habis pada akhir musim lalu, sehingga Hilgers sah bergerak bebas. Perbedaan interpretasi inilah yang membuat bek berdarah Minahasa itu absen dari skuad utama Twente dan mempertaruhkan kariernya di Eropa.

Kedua belah pihak sebenarnya sudah duduk bersama. Perwakilan Twente, pengacara klub Dominique Scholten, dan kuasa hukum Hilgers terlibat dalam pembahasan panjang. Tak hanya soal status kontrak, mereka juga menyinggung peraturan perundang-undangan yang berlaku di sepak bola Eropa.

"Pengacara klub kami, Dominique Scholten, Erick ten Hag dan pihak Hilgers telah duduk bersama untuk membahas bagaimana melanjutkan terkait peraturan perundang-undangan," ujar perwakilan FC Twente.

Namun, hasil pertemuan itu belum membuahkan titik terang. Twente mengungkapkan kedua pihak memiliki interpretasi yang sangat berbeda dan telah meminta pendapat UEFA. Lembaga sepak bola Eropa itu kini diharapkan menjadi penengah yang menentukan.

Situasi ini mengingatkan pada awal musim lalu, ketika hubungan Hilgers dengan Twente juga sempat memanas karena isu transfer. Kala itu, Hilgers tetap bertahan dan menjadi pemain penting di lini belakang. Namun kali ini, pelatih John van den Brom tidak lagi memasukkannya dalam rencana.

Hilgers tidak ingin kembali berada di bawah asuhan Van den Brom. Ketidakcocokan dengan pelatih menjadi alasan tambahan yang memperkuat keinginannya meninggalkan Twente. Ia menolak mengikuti latihan sebagai bentuk sikap atas kebuntuan negosiasi.

Perseteruan ini menjadi perhatian besar bagi publik sepak bola Indonesia. Hilgers adalah salah satu pilar pertahanan Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong. Ketidakpastian menit bermainnya di Eropa berpotensi mengganggu kesiapannya membela Garuda pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Jika kondisi ini berlarut, Hilgers berisiko kehilangan ritme pertandingan. Padahal, kompetisi Eredivisie sudah berjalan dan menit bermain sangat penting untuk menjaga performa. Situasi ini tentu tidak ideal bagi timnas yang membutuhkan bek tengah berkualitas.

Di sisi lain, kasus ini juga menjadi sorotan karena melibatkan interpretasi regulasi FIFA. Pertanyaan besarnya, apakah kontrak pemain otomatis diperpanjang jika tidak ada pembaruan sebelum habis? Atau apakah pemain berstatus bebas transfer begitu kontraknya berakhir? UEFA diharapkan memberi jawaban yang jelas.

FC Twente mengaku sudah mencoba mencari jalan tengah. Beberapa opsi transfer sempat dibahas, tetapi belum ada kesepakatan. Hilgers ingin memilih klub baru dengan status bebas transfer, sementara Twente menginginkan kompensasi finansial.

Ketegangan ini bisa berujung pada proses hukum di pengadilan olahraga atau FIFA DRC. Namun, keputusan UEFA bisa menjadi acuan awal yang mengikat kedua pihak. Jika UEFA memenangkan Hilgers, ia segera bisa pindah tanpa biaya. Sebaliknya, jika UEFA mendukung Twente, Hilgers harus kembali atau klub baru harus membayar mahal.

Untuk Hilgers, ini bukan sekadar soal kontrak. Ini tentang kelangsungan kariernya di Eropa dan posisinya di Timnas Indonesia. Keputusan UEFA akan menjadi titik balik yang menentukan masa depannya.

Mengapa Ini Penting

Kasus Hilgers menjadi ujian nyata bagi perlindungan pemain Asia Tenggara di liga Eropa. Jika UEFA memihak pemain, ini membuka preseden bagi pesepak bola Indonesia lain yang ingin pindah klub tanpa drama kontrak. Sebaliknya, kekalahan Hilgers bisa membuat klub Eropa semakin berani memanfaatkan celah regulasi untuk menahan pemain. Bagi Timnas Indonesia, kepastian ini krusial karena Hilgers adalah bek masa depan yang tak bisa digantikan sembarangan. Keputusan UEFA juga akan memengaruhi strategi PSSI dalam melobi klub-klub Eropa untuk memberi menit bermain bagi pemain Garuda.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
12 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit