Cristiano Ronaldo menorehkan nama sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah Al Nassr di kompetisi Saudi Pro League. Kapten Portugal itu mengunci kemenangan 2-1 atas Al Taawoun di Stadion Al-Awwal Park, Sabtu (29/8) dini hari WIB, dengan gol di menit ke-50 yang membawa koleksinya ke angka 104. Rekor tersebut menggeser pencatat gol sebelumnya, Abderrazak Hamdallah, yang bersemayam di klub itu pada 2018-2021.
Gol penentu itu bermula dari aksi Joao Felix di sayap kanan. Pemain pinjaman dari Atletico Madrid itu menerobos ke kotak penalti sebelum mengirim umpan rendah ke tengah. Mohamed Simakan, bek Prancis yang baru bergabung musim ini, menyambut bola dengan tembakan mendatar ke arah gawang kosong. Persis di depan garis gawang, Ronaldo menyentuh bola dengan ujung kaki kanan, memastikan bola melintasi garis putih meski arahnya sudah menuju jaring.
Kontroversi langsung meledak di media sosial saat video aksi itu beredar. Ribuan netizen menilai tendangan Simakan sudah pasti masuk tanpa sentuhan Ronaldo. "Kamu mencuri gol rekan setimmu dan bahkan tidak peduli merayakannya bersamanya," tulis satu akun di platform X. Komentar serupa membanjiri kolom komentar akun resmi Saudi Pro League, menuding Ronaldo seharusnya menghormati momen perdana Simakan berbaju Al Nassr.
Simakan sendiri baru resmi bergabung dengan Al Nassr pada awal Agustus 2026 dari RB Leipzig dengan nilai transfer 45 juta euro. Bek berusia 24 tahun itu dipercaya Stefano Pioli sebagai pilihan utama di lini belakang, namun kerap maju mendukung serangan. Gol tersebut seharusnya menjadi momen pembuka rekening golnya di Arab Saudi, momen yang banyak dinilai dicuri oleh rekan setimnya sendiri.
Di sisi lain, pendukung Ronaldo mempertahankan argumen insting penyerang. "Striker hidup dari posisi seperti itu. Dia tidak tahu pasti bola akan masuk tanpa sentuhannya. Itu pekerjaannya," jawab seorang penggemar. Data Opta menunjukkan Ronaldo mencetak 18 gol dari total 104 lewat sentuhan satu kali (one-touch finish) di zona enam meter, membuktikan kecenderungan alami mencari posisi di area berbahaya.
Kendati demikian, sikap Ronaldo pasca gol menambah bahan perdebatan. Cameraman menangkai wajah Simakan yang terlihat termenung sambil menatap Ronaldo yang berlari merayakan ke sudut lapangan. Kapten tim tidak mendekati Simakan untuk merayakan bersama, kebiasaan yang biasa dilakukan pemain saat rekan mencetak gol perdana. Beberapa analis menilai hal ini mencerminkan mentalitas individual yang sudah melekat pada diri Ronaldo sejak era Real Madrid dan Manchester United.
Pekan lalu, Ronaldo sempat mengaku merasa "belum puas" meski sudah menembus angka 900 gol karir. Wawancara dengan stasiun TV klub itu tayang Jumat (28/8) malam, di mana ia menegaskan target musim ini adalah gelar liga dan piala. "Rekor pribadi indah, tapi trofi tim lebih berharga," ujarnya. Ironisnya, gol rekor justru memicu perdebatan etika olahraga daripada perayaan kolektif.
Kasus ini mengingatkan pada insiden serupa musim 2022/2023 saat Ronaldo menolak memasang lengan kapten saat diperkenalkan sebagai pemain baru, memilih menyerahkannya ke Marcelo Brozovic. Saat itu, manajemen klub harus mengeluarkan pernyataan menenangkan bahwa tidak ada gesekan internal. Kini, dengan kedatangan Pioli yang dikenal mengutamakan harmoni tim, dinamika spogliatoio Al Nassr akan diuji lebih lanjut.
Dari perspektif liga, kontroversi ini justru meningkatkan perbincangan publik di Indonesia. Saudi Pro League memiliki basis penonton signifikan di Nusantara berkat siaran langsung di platform streaming lokal. Diskusi di grup-grup komunitas sepak bola Indonesia menunjukkan polarisasi: sebagian menilai Ronaldo profesionalisme, sebagian lain menilai egoisme. Hal ini memperkuat narasi bahwa liga Arab Saudi bukan hanya arena pensiunan bintang, tapi juga panggung drama psikologis.
Untuk Simakan, momen ini bisa jadi titik balik. Bek yang pernah memperkuat Prancis U-21 memiliki mentalitas keras dibesarkan di akademi Strasbourg. Peluang gol berikutnya akan menjadi tes karakter: apakah ia akan menuntut hak penembakan, atau justru mengalihkan peran jadi playmaker. Pioli di konferensi pers pasca laga hanya berkata singkat: "Kami menang, itu yang penting. Detail internal kami urus di ruang ganti."
Ke depan, Al Nassr menghadapi jadwal padat: laga piala Asia menengah pekan depan, lalu derbi lawan Al Hilal akhir September. Ronaldo butuh 12 gol lagi untuk mengejar rekor musim tunggal liga (34 gol milik Hamdallah 2018/2019). Simakan butuh satu gol untuk membuktikan keberadaannya. Apakah keduanya bisa berkoexistensi harmonis, atau ego akan memecah belah tim termahal Timur Tengah, akan menentukan nasib musim Al Nassr.