Pembalap muda Indonesia, Resky Yusuf Hermawan, mencatatkan prestasi gemilang dengan menjuarai race pertama seri kelima Thailand Talent Cup (TTC) 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, Sabtu (17/10). Kemenangan ini diraih melalui perjuangan taktis yang matang di tengah persaingan ketat para pembalap berbakat Asia.
Resky memulai balapan dari posisi start terdepan atau pole position. Namun, jalannya balapan tidak berjalan mulus sejak awal. Saat memasuki tikungan ketiga, ia sempat terhambat oleh slipstream pembalap lain yang membuat posisinya sempat melorot. Tantangan teknis di lintasan ini menuntut konsentrasi tinggi bagi setiap pembalap.
Di sisi lain, rekan senegaranya, Abimanyu Fermadi, juga tampil impresif meski memulai balapan dari posisi kedelapan. Keduanya yang merupakan pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) sempat saling bertukar posisi di barisan depan, menunjukkan dominasi dan kualitas pembinaan pembalap muda Indonesia di ajang internasional.
Persaingan di Sirkuit Buriram berlangsung sangat dinamis. Resky dan Abimanyu sempat terlempar ke posisi kedelapan dan kesembilan di tengah balapan karena ketatnya persaingan dengan pembalap tuan rumah dan peserta lainnya. Kondisi ini membuat strategi manajemen ban dan ritme kecepatan menjadi kunci penentu kemenangan.
Memasuki lap terakhir, Resky menunjukkan ketenangan luar biasa. Berada di posisi kesembilan, ia melakukan manuver overtaking yang presisi untuk menyalip lawan-lawannya satu per satu. Aksi ini menjadi klimaks dari balapan yang menegangkan sekaligus membuktikan kematangan mental pembalap Indonesia tersebut.
Resky akhirnya menyentuh garis finis pertama dengan catatan waktu 1 menit 49,269 detik. Ia hanya unggul tipis, yakni 0,217 detik dari pembalap di posisi kedua. Kemenangan ini sekaligus menandai progres signifikan bagi karier balap Resky di kancah regional.
Sementara itu, Abimanyu Fermadi harus puas menyelesaikan balapan di peringkat ketujuh. Meski tidak naik podium, poin yang diraihnya tetap krusial untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara TTC 2026. Ia telah berusaha keras menjaga ritme sejak awal namun persaingan sengit membuatnya sulit mempertahankan posisi terdepan hingga garis finis.
Keberhasilan ini menjadi refleksi nyata dari ekosistem pembinaan balap motor di Indonesia. Program yang dijalankan oleh AHM dalam menjaring dan mengasah talenta muda terbukti mampu melahirkan pembalap yang kompetitif di level Asia. Thailand Talent Cup sendiri merupakan kawah candradimuka bagi pembalap muda sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi seperti Asia Road Racing Championship atau level dunia.
Resky mengungkapkan bahwa kunci kemenangannya adalah disiplin dalam menjaga ritme sepanjang balapan serta keberanian menyerang di saat-saat krusial. Strategi 'menabung' tenaga dan posisi hingga lap terakhir terbukti menjadi keputusan tepat di sirkuit yang menuntut efisiensi teknis tinggi seperti Buriram.
Di sisi lain, Abimanyu mengakui bahwa meski hasilnya belum sesuai ekspektasi, ia tetap mengambil pelajaran berharga dari seri ini. Sembilan poin yang ia kantongi menjadi modal penting untuk menghadapi race kedua yang akan berlangsung pada Minggu (18/10).
Ke depannya, tantangan bagi para pembalap Indonesia di kancah internasional akan semakin berat seiring dengan peningkatan standar kompetisi di Asia. Dibutuhkan konsistensi performa dan kemampuan beradaptasi dengan karakter sirkuit yang berbeda-beda agar mereka bisa terus bersaing di papan atas.
Race kedua pada hari Minggu akan menjadi ajang pembuktian bagi Resky untuk mempertahankan momentum kemenangannya. Sementara bagi Abimanyu, balapan tersebut menjadi peluang emas untuk memperbaiki posisi dan menunjukkan performa terbaiknya setelah evaluasi teknis dari race pertama.