Jakarta, CNN Indonesia -- Argentina melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss 3-1 di perempat final yang berlangsung di Stadion Kansas City, Minggu (12/7) dini hari WIB. Lionel Messi gagal mencatatkan gol, tetapi kontribusinya berupa umpan sudut yang dikonversi Alexis Mac Allister menjadi gol pada menit ke-9. Dua gol lain Argentina dicetak Julián Alvarez (menit ke-112) dan Lautaro Martínez di penghujung laga.
Hasil ini mengakhiri rekor gol beruntun Messi yang berlangsung selama lima pertandingan di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, La Pulga selalu mencatatkan nama di papan skor, mulai dari hattrick saat menang 3-0 atas Aljazair di fase grup, dua gol saat mengalahkan Austria 2-0, satu gol dalam kemenangan 3-1 atas Yordania, serta gol saat menyingkirkan Cape Verde 3-2 dan Mesir 3-2 di babak knockout. Streak tersebut berakhir di Kansas City.
Secara keseluruhan, Messi telah mengoleksi delapan gol dan dua assist di turnamen ini, membuatnya bersaing memperebutkan sepatu emas bersama Kylian Mbappé (8 gol, 3 assist) dan dua pemain Inggris, Jude Bellingham serta Harry Kane (masing-masing 6 gol). Rekor gol beruntun Messi di Piala Dunia sebenarnya sudah mencapai sembilan pertandingan jika dihitung dari empat laga terakhir Piala Dunia 2022, di mana ia selalu mencetak gol (empat di 2022, lima di 2026).
Analis taktikal sepak bola, Budiarto Saputra, menilai bahwa berakhirnya streak Messi tidak lepas dari pola permainan Swiss yang sangat terorganisir di bawah asuhan Murat Yakin. Tim Tango memang mendominasi penguasaan bola, tetapi Swiss mampu mematikan jalur umpan-umpan mematikan ke area penalti melalui pressing tinggi dan formasi yang rapat. Scaloni terpaksa melakukan rotasi pemain pada babak kedua untuk mengantisipasi kelelahan, sehingga Messi kehilangan ruang geraknya.
Dengan kelolosan ke semifinal, Argentina akan menghadapi Inggris, yang menyingkirkan Portugal di perempat final. Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi Messi untuk kembali mencetak gol dan memperpanjang rekor personalnya. Jika berhasil, ia tidak hanya akan menjadi topskor turnamen tetapi juga mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak gol di sembilan Piala Dunia beruntun.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Messi tetap menjadi inspirasi utama. Minat terhadap Liga MX dan MLS, di mana Messi bermain bersama Inter Miami, terus meningkat di kalangan pecinta bola di tanah air. Prestasi ini juga mendorong klub-klub lokal untuk lebih serius dalam program akademi dan pencarian bakat, berharap dapat menghasilkan pemain sekelas internasional di masa depan.
Dari sudut pandang industri, berita tentang rekor Messi yang terhenti tetap menjadi konten yang menarik untuk media olahraga di Indonesia. Data statistik dan analisis mendalam seperti yang disajikan di atas dapat meningkatkan keterlibatan pembaca, terutama ketika membahas persaingan sepatu emas dan dampaknya terhadap peringkat FIFA negara-negara Asia. Hal ini juga mendorong diskusi tentang pentingnya pengembangan sepak bola di kawasan.
Secara keseluruhan, kekalahan Messi dalam streak golnya tidak mengurangi signifikansi kontribusinya bagi Argentina. Dengan satu pertandingan lagi, ia masih memiliki peluang untuk menulis bab baru dalam kisahnya yang legendaris di Piala Dunia, sekaligus memotivasi generasi mendatang di Indonesia dan di seluruh dunia untuk terus bermimpi tinggi.