Pelatih Madura United, Ze Gomes, menyambut positif kebijakan pembatasan penggunaan pemain asing dalam ajang Piala Liga Indonesia 2026/2027. Mulai November mendatang, setiap klub peserta hanya diperbolehkan menurunkan maksimal tiga pemain asing di lapangan, sebuah aturan yang menurut Gomes menuntut kedalaman skuad serta adaptasi taktis yang lebih matang dari setiap tim.
Dalam jumpa pers yang digelar di Makassar pada Jumat (30/10), pria asal Portugal tersebut menegaskan bahwa timnya tidak akan menjadikan pembatasan ini sebagai hambatan. Sebaliknya, Gomes melihat regulasi ini sebagai momentum krusial bagi para pemain lokal untuk unjuk gigi dan mengambil peran lebih sentral dalam skema permainan Madura United di kancah domestik.
Perubahan regulasi ini sejatinya menjadi tantangan bagi klub-klub yang selama ini sangat bergantung pada motor serangan dari pemain asing. Dengan hanya tiga slot yang tersedia, komposisi tim harus disusun lebih efisien agar keseimbangan antara pengalaman pemain mancanegara dan potensi talenta lokal tetap terjaga sepanjang turnamen berlangsung.
Gomes menekankan bahwa kestabilan komposisi adalah kunci. Madura United kini tengah fokus memastikan setiap pemain, baik yang selama ini menjadi pelapis maupun pemain inti, berada dalam kondisi siap tempur. Baginya, rotasi menjadi keniscayaan karena semua tim peserta menghadapi tantangan administratif yang serupa dalam Piala Liga mendatang.
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk memberikan ruang tumbuh bagi pemain Indonesia. Dalam konteks industri sepak bola nasional, ketergantungan pada pemain asing seringkali menjadi pisau bermata dua yang menghambat regenerasi pemain muda. Kebijakan ini diharapkan mampu memicu persaingan internal yang lebih sehat di setiap klub.
Namun, transisi menuju ketergantungan pada pemain lokal bukan tanpa risiko. Kualitas permainan berpotensi mengalami fluktuasi jika kualitas pemain cadangan tidak setara dengan standar liga profesional. Oleh karena itu, kemampuan pelatih dalam meracik strategi dengan sumber daya terbatas menjadi faktor pembeda yang sangat krusial.
Menilik sejarah sepak bola Indonesia, kebijakan kuota pemain memang kerap mengalami pergeseran. Penyesuaian regulasi ini mencerminkan dinamika liga yang berusaha mencari titik tengah antara kebutuhan akan hiburan berkualitas tinggi dengan misi pembinaan pemain nasional yang berkelanjutan.
Secara teknis, persiapan Madura United tidak hanya terfokus pada turnamen Piala Liga. Gomes saat ini tengah mengalihkan perhatian penuh pada laga lanjutan Super League melawan PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Sabtu (1/11). Pertandingan ini menjadi ujian mentalitas bagi skuadnya setelah pekan lalu menelan kekalahan 1-3 dari Persebaya.
Menghadapi PSM Makassar di kandang lawan tentu bukan perkara mudah. Gomes mengakui bahwa timnya telah melakukan analisis mendalam terhadap gaya permainan lawan. Dia menegaskan bahwa target utama tetap membawa pulang tiga poin penuh, meskipun ia menyadari bahwa satu poin pun akan tetap berharga jika situasi di lapangan tidak memungkinkan untuk menang.
"Kami memahami bahwa tidak ada pertandingan yang mudah di kompetisi Indonesia. Setiap tim memiliki karakter kuat, dan kami harus bekerja ekstra keras untuk membongkar pertahanan PSM Makassar," ungkap Gomes dalam sesi konferensi pers tersebut.
Ke depannya, tren pembatasan pemain asing ini diprediksi akan terus dievaluasi oleh operator liga. Jika kebijakan ini terbukti mampu meningkatkan kualitas pemain lokal tanpa menurunkan animo penonton, kemungkinan besar regulasi serupa akan dipertahankan atau bahkan diperluas ke kompetisi kasta tertinggi lainnya di masa depan.
Madura United sendiri berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan setiap perubahan aturan. Fokus utama Gomes saat ini adalah membangun kepercayaan diri pemain agar tetap konsisten di sisa musim, sembari menyiapkan strategi jangka panjang untuk menghadapi turnamen Piala Liga yang akan segera bergulir.