Randy A.M. Bintang sukses mempertahankan gelar juara divisi putra Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship 2026 di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, pada Kamis (16/7). Kemenangan tersebut sekaligus menutup karier amatir pegolf Indonesia tersebut sebelum melangkah ke jenjang profesional.
Randy mengakhiri turnamen dengan total skor 212 atau empat di bawah par. Pada hari terakhir, ia mencatatkan 69 pukulan (tiga under), menyusul raihan 72 dan 71 pukulan di dua hari sebelumnya. Hasil itu cukup untuk mengungguli pesaing terdekat yang berada satu pukulan di belakangnya.
Posisi kedua dihuni Rayhan Abdul Latief dan William Justin Wijaya yang sama-sama mengoleksi 213 pukulan (tiga over). Jonathan Manuel Wijanto melengkap peringkat empat dengan 214 pukulan (dua under). Rayhan merupakan juara edisi 2024, sehingga persaingan di papan atas turnamen tahun ini terbilang ketat.
Turnamen amatir bertaraf internasional ini bukan sekadar ajang pembuktian skill individu. Kompetisi tersebut menjadi barometer perkembangan pegolf muda Tanah Air di tengah minimnya kalender turnamen amatir berkualitas di dalam negeri. Kehadiran event dengan dukungan sponsor korporat seperti Medco dan Pondok Indah Golf Club memberikan ruang bagi atlet untuk mengasah mental bertanding.
Randy mengaku sempat ragu bisa memenuhi target juaranya. Performa di hari pertama dan kedua membuatnya pesimistis. Namun, situasi berbalik ketika para pemimpin klasemen sementara mengalami penurunan skor pada putaran pamungkas.
"Sebenarnya saya tidak expect untuk menang. Namun, lawan-lawan yang di atas turun skornya. Sejak lima hole pertama karena posisi skor sudah dua under dan saya baru berpikir bisa nih ngejar," ujar Randy. Konsistensi di paruh awal putaran terakhir menjadi kunci keberhasilannya menekan lawan.
Bagi ekosistem golf Indonesia, prestasi Randy memiliki nilai lebih dari sekadar trofi. Ia menjadi contoh transisi yang sehat dari amatir ke profesional, jalur yang kerap menjadi kendala bagi pegolf lokal karena terbatasnya eksposur internasional. Kejuaraan di Pondok Indah ini memberi panggung setara standar luar negeri.
Di sisi lain, animo peserta masih didominasi nama lokal. Randy berharap kolaborasi Medco dan Pondok Indah Golf Club berlanjut dengan kuota pemain internasional yang lebih besar. Kompetisi yang lebih terbuka diyakini menaikkan level permainan domestik.
"Tidak hanya pemain lokal, tapi pemain internasionalnya juga lebih banyak lagi yang ikut. Lebih bagus dan lebih kompetitif lagi," kata Randy. Usulan tersebut relevan mengingat golf Indonesia butuh sirkuit bertaraf global untuk mencetak atlet yang sanggup berlaga di Asian Games atau Olimpiade.
Karier profesional Randy ke depan akan menghadapi tantangan berbeda. Skema turnamen pro memiliki tekanan finansial dan teknis lebih tinggi. Namun, bekal mental juara bertahan di ajang internasional memberinya modal awal yang tidak dimiliki banyak rekan sebayanya.
Pondok Indah Golf Course sendiri terus konsisten menjadi tuan rumah kompetisi bergengsi. Keberadaan fasilitas standar internasional di Jakarta memungkinkan Indonesia menyelenggarakan event serupa tanpa bergantung pada lokasi di luar negeri. Hal ini strategis untuk pemerataan pembinaan atlet di Pulau Jawa.
Langkah Randy naik ke pro juga membuka peluang sponsor lokal melirik bakat muda lainnya. Tren investasi pada atlet individu di cabang golf diprediksi meningkat seiring prestasi yang terukur. Ke depan, turnamen amatir ini dapat menjadi pipa talenta bagi tur profesional Asia Tenggara.