Olahraga

Langkah Ghana Terhenti di Piala Dunia 2026, Carlos Queiroz Belum Pikirkan Masa Depan

Langkah Ghana Terhenti di Piala Dunia 2026, Carlos Queiroz Belum Pikirkan Masa Depan

Ringkasan

  • Carlos Queiroz belum menentukan masa depannya sebagai pelatih Ghana setelah timnya tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Jakarta - Pelatih tim nasional sepak bola Ghana, Carlos Queiroz, menyatakan belum mengambil keputusan terkait masa depannya setelah langkah timnya terhenti di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Ghana harus mengakui keunggulan Kolombia dengan skor tipis 0-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Arrowhead, Kansas City, Amerika Serikat, pada Sabtu (4/7) waktu setempat.

Dalam konferensi pers pascapertandingan, pelatih berusia 73 tahun tersebut mengungkapkan keinginannya untuk menenangkan diri sejenak. Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah memulihkan kondisi fisik dan mental sebelum mulai memikirkan langkah strategis berikutnya terkait karier kepelatihannya bersama skuad berjuluk The Black Stars tersebut.

Queiroz baru dipercaya menukangi timnas Ghana sejak 13 April 2026. Ia didatangkan untuk menggantikan pelatih lokal, Otto Addo, yang sebelumnya sukses membawa Ghana lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Meskipun memiliki waktu persiapan yang tergolong singkat, Queiroz dinilai mampu memberikan dampak positif dengan membawa Ghana melaju dari fase penyisihan grup berkat raihan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

Pencapaian di Piala Dunia 2026 ini menambah catatan sejarah bagi karier Queiroz. Ia menjadi pelatih kedua yang berhasil menangani tim di lima putaran final Piala Dunia secara beruntun, menyamai rekor juru taktik asal Serbia, Bora Milutinovic. Sebelumnya, ia telah memimpin Portugal pada edisi 2010 serta Iran pada edisi 2014, 2018, dan 2022.

Selain catatan tersebut, Queiroz juga baru saja menorehkan rekor sebagai pelatih tertua yang memenangkan pertandingan di putaran final Piala Dunia. Rekor itu ia cetak saat Ghana menang 1-0 atas lawan mereka di Grup L pada 17 Juni 2026, di mana ia berusia 73 tahun dan 108 hari, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Otto Rehhagel.

Meski perjuangan Ghana harus berakhir di babak 32 besar akibat gol tunggal Jhon Arias pada menit ke-14, Queiroz tetap memberikan apresiasi tinggi kepada Jordan Ayew dan kolega. Ia menilai para pemain telah berjuang dengan semangat juang yang luar biasa hingga menit terakhir, meskipun harus menghadapi efektivitas permainan Kolombia yang cukup disiplin sepanjang laga.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti dinamika manajemen pelatih dalam turnamen sepak bola internasional berskala besar yang menjadi acuan bagi federasi olahraga di Indonesia. Pengalaman Queiroz dalam memimpin tim di lima Piala Dunia berturut-turut memberikan perspektif penting mengenai pentingnya kontinuitas dan rekam jejak dalam membangun performa tim di level global.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit