Putri Kusuma Wardani memulai kampanye Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 dengan demonstrasi kekuatan yang meyakinkan. Di gelaran bergengsi tersebut yang digelar di New Delhi, India, unggulan ke-15 Indonesia itu hanya butuh 32 menit untuk mengalahkan Mikaela Joy De Guzman dari Filipina dengan skor 21-12, 21-6. Kemenangan ini mengantarkan Putri ke babak kedua, di mana ia bakal menghadapi lawan yang jauh lebih berat.
Sejak titik pertama, dominasi Putri terasa nyata. Ia langsung membuka keunggulan 3-0 dan memperlebarnya menjadi 7-1 lewat kombinasi smes tajam dan kontrol net yang presisi. De Guzman sempat mengejar hingga 4-8 setelah Putri melakukan sejumlah kesalahan tidak wajar, termasuk smes melebar dan pukulan yang tersangkut net. Namun, Putri tenang menutup interval gim pertama di angka 11-8.
Selepas istirahat, sisi taktis Putri semakin tajam. Ia memanfaatkan kelemahan lawan di sektor depan dengan drop shot silang yang indah, serta smes keras dari posisi depan yang sulit dibalas. Selisih angka melonjak menjadi delapan poin pada 19-11. Meski gagal menutup game point pertama, Putri menyelesaikan gim pembuka 21-12 setelah pengembalian De Guzman meleset keluar.
Gim kedua berlangsung lebih cepat. Putri langsung menekan tempo dan unggul 7-1 di awal. Keunggulan itu diperluas hingga 11-3 saat interval tiba, didorong oleh netting tajam yang tak bisa dikembalikan lawan. Di separuh kedua, Putri bermain semakin agresif dan menciptakan selisih 10 angka di posisi 16-6. Match point 20-6 dikonversi di kesempatan pertama lewat duel net yang dimenangkan Putri.
Kemenangan ini menjadi awal yang penting bagi Putri, yang sebelumnya mengalami musim 2025 penuh dinamika. Setelah lolos ke perempat final All England dan final Thailand Open, performanya sedikit merosot di paruh kedua tahun lalu. Pelatih ganda putri Indonesia, Aryono Miranat, yang juga membimbing Putri di sektor tunggal, menilai persaingan di New Delhi menjadi uji nyata konsistensi mental dan fisik pemain muda tersebut.
De Guzman sendiri adalah pemain yang naik dari kualifikasi dan belum pernah menembus 100 besar ranking BWF. Lawan semacam ini seharusnya menjadi batu loncatan, bukan rintangan. Faktanya, Putri memang bermain serius dan tidak memberikan ruang bagi lawan untuk berkembang. Statistik pertandingan menunjukkan Putri mengungguli De Guzman di hampir semua aspek: poin dari smes (14-2), poin dari net (11-3), hingga kesalahan tidak wajar yang jauh lebih sedikit (7-18).
Di babak kedua, Putri akan bertemu pemenang partai antara unggulan ke-2 Wang Zhiyi dari China atau pemain kualifikasi lainnya. Wang Zhiyi adalah pemain yang sangat konsisten di puncak ranking dunia dan memiliki gaya bermain penuh variasi. Jika bertemu, Putri harus menyiapkan fisik optimal dan strategi yang lebih bervariasi, bukan hanya mengandalkan kecepatan dan kekuatan semata.
Keberhasilan Putri di babak pertama juga memberikan sinyal positif bagi tim tunggal putri Indonesia secara keseluruhan. Gregoria Mariska Tunjung dan Ester Nurumi Tri Wardoyo akan turun nanti hari ini. Tiga pemain ini menjadi tulang punggung harapan Indonesia meraih medali di sektor tunggal putri, yang terakhir diraih oleh Lindaweni Fanetri di Kejuaraan Dunia 2015 di Jakarta.
Dari sisi teknis, permainan Putri di New Delhi menunjukkan evolusi. Ia tidak lagi sekadar bergantung pada fisik dan kecepatan, tapi mulai memanfaatkan variasi tempo dan sudut bola yang lebih cerdas. Drop shot silang yang ia gunakan untuk memecah pertahanan De Guzman adalah bukti kematangan bermain. Pelatih Aryono sebelumnya menargetkan Putri bisa lebih tenang di poin-poin kritis, dan hal itu terlihat saat ia menutup kedua gim tanpa panik.
Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Babak kedua hingga perempat final adalah zona di mana lawan-lawon top 10 dunia menunggu. Putri harus mempertahankan intensitas latihan, mengelola pemulihan fisik, dan menghindari cedera ringan yang sering mengganggu musimnya. Tim medis PBSI sudah menyiapkan protokol pemulihan khusus untuk para pemain utama agar tetap prima hingga babak akhir.
Bagi penggemar bulu tangkis Indonesia, kemenangan Putri ini menjadi pembuka yang menggiurkan. Setelah kegagalan tim Thomas & Uber Cup di Chengdu bulan lalu, prestasi individu di Kejuaraan Dunia menjadi momen penebusan citra. Putri, Gregoria, dan Ester memiliki kesempatan menulis sejarah baru bagi bulu tangkis putri Indonesia di panggung dunia.