Sepakbola

PSV Tumbang di Laga Pembuka, Romeny-Hubner Cetak Sejarah bagi Fortuna

Ringkasan

  • PSV Eindhoven gagal memulai pertahanan gelar Eredivisie dengan kemenangan usai diimbangi Fortuna Sittard 2-2 di Phillips Stadium, Minggu dini hari, dengan Ole Romeny dan Justin Hubner tampil penuh di debut mereka.

Juara bertahan PSV Eindhoven harus menelan pil pahit di pekan pembuka Eredivisie musim 2026/2027. Di hadapan penonton sendiri di Phillips Stadium, tim asuhan Peter Bosz hanya berhasil mengumpulkan satu poin usai dibungkam Fortuna Sittard 2-2, Minggu (9/8/2026) dini hari WIB. Hasil ini menandakan awal musim yang menegangkan bagi tim merah putih yang mengincar gelar ke-tiga belas secara beruntun.

Kedua bintang naturalisasi Indonesia, Ole Romeny dan Justin Hubner, menjadi sorotan utama laga ini. Romeny yang baru bergabung dari Oxford United secara pinjaman langsung mencetak gol debutnya di menit ke-10, sementara Hubner menempati posisi bek tengah dalam formasi 5-3-2 yang disusun pelatih Fortuna, Danny Buijs. Keduanya bermain penuh 90 menit dan menunjukkan kompaknya sinergi tim tamu.

Gol pembuka Romeny lahir dari kesalahan fatal Ryan Flamingo. Backpass longgar bek PSV itu direbut dengan cerdik oleh Romeny, yang tanpa ragu mengirimkan bola ke gawang Matej Kovar. Kecepatan bereaksi dan ketajaman striker berusia 24 tahun itu membuktikan mengapa Fortuna bersedia meminjami dia untuk memperkuat lini depan musim ini.

PSV sempat bangkit di babak kedua. Flamingo menebus kesalahannya pada menit ke-55 dengan menundukkan umpan corner Ivan Perisic di tiang jauh. Momentum beralih sepenuhnya ke sisi tuan rumah setelah Noah Fernandez mencetak gol keunggulan 2-1 di menit ke-79 melalui aksi individu di kotak penalti.

Namun, drama berlangsung di menit injury time. Edouard Michut menghancurkan harapan PSV dengan tembakan keras dari luar kotak penalti di menit ke-92 yang melesat ke pojok gawang. Tembakan itu tak memberi kesempatan bagi kiper PSV untuk bergerak, mengunci skor 2-2 hingga wasit berteriak panjang.

Bagi Fortuna, poin di kandang juara bertahan merupakan modal psikologis yang masif. Tim yang musim lalu menyelesaikan liga di posisi tengah klasemen ini membuktikan sistem 5-3-2 Buijs berfungsi efektif menutupi ruang PSV yang dikenal bermain berbasis posse. Hubner di lini belakang tampil tenang, memenangkan duel udara dan membaca serangan PSV dengan matang.

Debut Romeny juga menjawab keraguan soal kesiapannya berkompetisi di level Eredivisie. Musim lalu ia mencetak 11 gol di Liga 1 Inggris bersama Oxford United. Kemampuan finishing dan gerakan off-the-ball yang ditampilkan di Phillips Stadium menunjukkan dia siap menjadi senjata utama Fortuna di musim yang menantang.

Di sisi PSV, hasil ini mengungkap kerapuhan pertahanan saat dihadapkan pada transisi cepat. Flamingo yang dipasang sebagai bek kiri terlihat kesulitan menyesuaikan tempo laga tingkat atas. Bosz punya pekerjaan rumah berat untuk memperbaiki koordinasi lini belakang sebelum laga kontra Utrecht pekan depan.

Kehadiran dua pemain naturalisasi Indonesia dalam skuad utama Fortuna menambah narasi khusus bagi penggemar sepak bola tanah air. Hubner yang dipermanenkan dari Wolves musim ini, dan Romeny yang dipinjamkan, membentuk sumbu tim yang tidak hanya berbicara bahasa Indonesia di lapangan, tapi juga memahami tekanan representasi bangsa.

Sejarah mencatat ini kali pertama dua pemain naturalisasi Indonesia tampil bersamaan di laga pembuka Eredivisie. Fenomena ini memicu diskusi hangat di media sosial Indonesia, di mana ribuan netizen memuji performa keduanya dan berharap kontribusi mereka berlanjut sepanjang musim.

Fortuna akan menghadapi NEC Nijmegen di pekan kedua, sedangkan PSV berkunjung ke kandang Utrecht. Kedua tim punya narasi berbeda: Fortuna ingin membuktikan hasil ini bukan kebetulan, PSV berburu kemenangan pertama untuk menenangkan tekanan awal musim. Pertemuan Romeny dan Hubner dengan liga Belanda baru dimulai, dan Indonesia menunggu babak selanjutnya.

Mengapa Ini Penting

Debut ganda Romeny dan Hubner di Eredivisie membuka babak baru bagi naturalisasi sepak bola Indonesia di liga Eropa tingkat atas. Performa langsung berkontribusi gol dan bermain penuh di kandang juara bertahan membuktikan kualitas mereka tidak diragukan lagi. Ini juga menjadi uji nyata sistem naturalisasi PSSI: apakah pemain keturunan Indonesia benar-benar bisa bersaing di level tinggi secara konsisten. Bagi Fortuna, kehadiran duo ini bukan sekadar simbol, tapi investasi sportif yang sudah memberikan return instan — satu poin di Phillips Stadium. Jangka panjang, kesuksesan mereka bisa memicu klub Eropa lain untuk merekrut pemain keturunan Indonesia, memperluas talent pool Timnas tanpa bergantung pada liga domestik semata.

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
8 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit