PSMS Medan memasuki musim baru dengan ambisi yang jelas: kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Pelatih kepala Eko Purdjianto tidak memutarbalikkan tujuan timnya pada Liga 2 musim depan — promosi ke Super League 2027/2028. Target itu diucapkannya dengan keyakinan penuh saat met wartawan di Surabaya, Selasa (28/7), sehari sebelum laga Grup B Piala Presiden 2026 melawan tuan rumah Persebaya.
Kepastian target promosi itu didasari rasa syukur Eko atas kesempatan berkompetisi di Piala Presiden. Turnamen pra-musim ini mempertemukan Ayam Kinantan dengan lawan-lawang berkelas atas seperti Persebaya, Persija Jakarta, hingga klub Thailand Port FC. "Ini pre season yang bagus buat kami. Kami tahu kami dapat lawan tanding yang levelnya di atas kami," ujar Eko. Ia menganggap setiap menit bermain di turnamen ini sebagai investasi tak ternilai untuk pematangan tim jelang Liga 2.
Pilihan manajemen PSMS mengikuti Piala Presiden bukan tanpa pertimbangan. Sejak musim 2022/2023, Liga 2 menerapkan sistem kompetisi yang lebih ketat dengan zona dan babak playoff yang menuntut ketahanan fisik dan mental tinggi. Pengalaman bermain melawan tim-tim Liga 1 di Piala Presiden memberikan simulasi tekanan pertandingan yang sulit didapatkan dari latihan internal atau lawan-latihan biasa. Eko sadar, kesenjangan kualitas dengan lawan seperti Persebaya justru menjadi batu uji terbaik untuk mengukur kedalaman tim.
Persiapan khusus telah disiapkan menghadapi Bajul Ijo. Eko mengakui Persebaya di bawah asuhan Bernardo Tavares memiliki susunan pemain yang sangat kaya, diperkuat rekrutan baru dan pemain asing berkualitas. "Semuanya jadi perhatian. Kami sudah analisis tim Persebaya, hari ini ada latihan taktik untuk mengantisipasi," tuturnya. Sesi latihan taktikal di Lapangan Thor Surabaya difokuskan pada penetralian lini tengah lawan dan penutupan ruang bagi penyerang asing Persebaya yang dikenal cepat dan teknis.
Di sisi lain, Piala Presiden juga difungsikan Eko sebagai momentum evaluasi kedalaman skuad. Beberapa pemain yang belum mendapat menit bermain di laga sebelumnya dijadwalkan mendapat kesempatan melawan Persebaya dan Persija. "Ini kan pre season, buat kami ada beberapa pemain yang kemarin belum dimainkan. Pada kesempatan dua pertandingan ini untuk melihat selain juga fisik dan pemantapan tim jelang Liga 2," jelas Eko. Rotasi ini krusial mengingat Liga 2 menuntut tim bermain padat dalam jangka waktu singkat dengan jadwal padat.
Sejarah PSMS di kasta atas menambah bobot pada target promosi ini. Sebagai salah satu klub tertua dan paling bersejarah di Sumatera Utara, Ayam Kinantan pernah berkompetisi di era Liga Indonesia Premier Division hingga Indonesia Super League. Kehadiran mereka di kasta tertinggi selalu menarik perhatian suporter setia di Medan dan sekitarnya. Promosi bukan hanya soal prestasi sportif, tapi juga pemulihan identitas dan ekonomi klub yang bergantung pada daya tarik derby Sumatera dan kunjungan tim-tim besar ke Stadion Teladan.
Namun, jalan ke Super League tak akan mudah. Format Liga 2 musim depan diperkirakan tetap mempertahankan sistem zona dengan babak gugur yang sengit. PSMS akan bersaing dengan klub-klub lain yang punya ambisi serupa seperti Persiraja Banda Aceh, Sriwijaya FC, atau tim-tim Jawa yang kaya akan pemain berpengalaman. Kestabilan performa selama musim reguler menjadi kunci, bukan hanya puncak performa di pra-musim.
Faktor keuangan dan manajemen outside pitch juga menentukan. PSMS harus memastikan lisensi klub, administrasi pemain, hingga fasilitas latihan memenuhi standar PSSI untuk Liga 1. Beberapa musim lalu, sejumlah klub yang lolos sportif justru gagal promosi karena kendala administrasi. Eko dan manajemen harus bekerja sama erat agar target "lolos Liga 1, optimistis, bismillah" tidak hanya menjadi slogan.
Laga melawan Persebaya Rabu (29/7) malam akan menjadi indikator awal seberapa jauh persiapan PSMS. Kemenangan atau performa competitif melawan tim Liga 1 akan membangkitkan kepercayaan diri skuad. Sebalikkan, kekalahan telak berisiko merusak mental sebelum Liga 2 dimulai. Eko memilih sikap pragmatis: "Kita lihat hari ini sampai besok pagi untuk menunjuk para pemain, intinya kami mau memberikan yang terbaik."
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan PSMS di Piala Presiden dan Liga 2 layak disimak. Keberhasilan klub rakyat Medan promosi akan memperkaya variasi tim di Super League, menghidupkan kembali rivalitas klasik, dan membuktikan bahwa manajemen yang disiplinkan dengan target jelas mampu mengembalikan kebanggaan lokal ke panggung nasional. Musim 2026/2027 akan menjadi uji nyata apakah Ayam Kinantan benar-benar siap terbang kembali.