Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, menegaskan target utama timnya pada musim ini adalah meraih promosi ke Super League musim 2027/2028. Keyakinan itu diucapkannya saat mengikuti Piala Presiden 2026 yang berlangsung di Surabaya, Selasa (28/7), sebagai bagian dari rangkaian persiapan menghadapi Liga 2.
Partisipasi Ayam Kinantan di turnamen presiden dinilai Eko sebagai momentum berharga. Lawan-lawang yang dihadapi — seperti Port FC, Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya — berada di tingkat di atas Liga 2. Menurutnya, pertemuan dengan tim-tim bergengsi itu menjadi uji coba nyata untuk mengukur kedalaman tim sebelum kompetisi resmi bergulir.
"Ini pre season yang bagus buat kami. Kami bersyukur dapat ikut Piala Presiden ini. Kami tahu kami dapat lawan tanding yang levelnya di atas kami," ujar Eko di Lapangan Thor, Surabaya. Ia menambahkan, target promosi bukan sekadar slogan melainkan komitmen kolektif seluruh tim.
Laga lanjutan Grup B melawan Persebaya pada Rabu (29/7) malam menjadi tes paling berat dalam fase grup. Eko mengakui tim asuhan Bernardo Tavares memiliki kualitas individu dan kolektif yang superior, diperkuat rekrutan baru serta pemain asing berkualitas. Namun, dia menegaskan PSMS tidak akan bermain pasif.
"Kami tahu Persebaya tim yang bagus. Jadi kami persiapkan. Kami sudah analisis tim Persebaya. Hari ini kami ada latihan taktik untuk mengantisipasi Persebaya," jelasnya. Sesi latihan taktikal khusus digelar sepanjang hari Selasa untuk mematangkan skema pertahanan dan serbal balik.
Selain aspek teknis, Eko memanfaatkan dua pertandingan tersisa di fase grup — lawan Persebaya dan Persija — untuk mengevaluasi kedalaman skuad. Beberapa pemain yang belum mendapat menit bermain pada laga sebelumnya akan diputar guna menguji fisik serta kohesi tim.
"Ini kan pre season, buat kami ada beberapa pemain juga yang kemarin belum dimainkan, pada kesempatan ada dua pertandingan lawan Persebaya dan Persija nanti untuk melihat selain juga fisik dan pemantapan tim jelang liga 2," tuturnya. Rotasi ini juga bertujuan menghindari kelelahan berlebih pada inti tim.
Susunan pemain titular untuk laga melawan Persebaya belum dipastikan. Eko memilih menunggu hingga sesi latihan pagi hari pertandingan untuk menilai kondisi fisik para pemain. "Besok kita belum bisa ngomong sekarang. Kita lihat hari ini sampai besok pagi untuk menunjuk para pemain, intinya kami mau memberikan yang terbaik," katanya.
Partisipasi PSMS di Piala Presiden 2026 menandakan kembalinya tim legendaris Sumatera Utara ke panggung nasional setelah beberapa musim berjuang di Liga 2. Sejarah klub yang kaya gelar — termasuk juara Liga Indonesia 2005 — menjadi beban moral sekaligus motivasi bagi generasi pemain saat ini.
Dari sudut pandang manajemen, turnamen ini juga menjadi ajang promosi bagi calon sponsor dan investor. Penampilan kompetitif melawan tim-tim Liga 1 dapat menambah daya jual merek PSMS di mata publik nasional, yang selama ini cenderung terfokus pada klub-k Klub Jawa dan Bali.
Laga melawan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (atau lapangan alternatif yang ditentukan panitia) akan menjadi barometer nyata apakah preparasi Eko selama ini telah membuahkan hasil. Kemenangan atau sekadar penampilan menawan dapat membangun momentum psikologis positif sebelum Liga 2 dibuka.
Jika PSMS berhasil lolos ke Super League, ini akan menjadi promosi kedua bagi klub berjuluk Ayam Kinantan dalam era kompetisi modern Indonesia. Musim 2027/2028 akan menempatkan mereka bersaing dengan pesaing-pesaing berat seperti Persib, Persija, Arema, dan Bali United — tantangan yang membutuhkan perencanaan jangka panjang, bukan hanya semangat sesaat.
Saat ini, seluruh fokus arahkan ke laga Rabu malam. Hasilnya, apapun itu, akan menjadi bahan evaluasi akhir bagi Eko dan staf pelatihnya menyusun skuad final untuk Liga 2. Satu hal yang pasti: PSMS tidak datang ke Surabaya hanya untuk mengisi kuota partisipasi.