PSM Makassar menatap laga pembuka Super League musim 2026/2027 melawan Persib Bandung pada Minggu (6/9) dengan kondisi skuad yang belum mencapai target ideal. Tim berjuluk Juku Eja ini saat ini baru memiliki 10 pemain asing, sementara manajemen berupaya keras untuk melengkapi kuota maksimal sebanyak 11 pemain.
Langkah strategis ini menjadi sorotan karena laga perdana melawan tim besar seperti Persib seringkali menentukan momentum bagi sebuah klub di awal musim. Meski komposisi belum sempurna, PSM tetap menunjukkan determinasi tinggi dalam menghadapi tantangan di lapangan hijau.
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, menegaskan bahwa tambahan pemain asing ke-11 kemungkinan besar belum bisa diturunkan pada pertandingan melawan Persib. Manajemen memilih untuk berhati-hati dalam proses perekrutan agar pemain yang didatangkan benar-benar memberikan kontribusi signifikan bagi kebutuhan taktik pelatih.
Keputusan untuk tidak memaksakan kehadiran pemain ke-11 di pekan pertama merupakan bagian dari manajemen risiko tim. Fokus utama saat ini adalah memastikan 10 pemain asing yang sudah ada mampu beradaptasi dengan skema permainan yang diinginkan oleh staf pelatih.
Secara teknis, PSM Makassar memang memiliki kebijakan yang cukup spesifik dalam membangun skuad musim ini. Manajemen memutuskan untuk tidak menggunakan seluruh kuota 35 pemain yang diperbolehkan regulasi. Dengan total 31 pemain yang ada, klub merasa komposisi tersebut sudah sangat ideal untuk mengarungi kompetisi panjang.
Pendekatan efisiensi ini mencerminkan tren modern di sepak bola Indonesia, di mana kualitas lebih diutamakan dibandingkan kuantitas. Banyak klub mulai menyadari bahwa memiliki skuad gemuk justru dapat membebani operasional klub, baik dari sisi finansial maupun manajemen ruang ganti.
Bagi PSM, penyesuaian jumlah pemain ini merupakan hasil diskusi mendalam antara manajemen dan tim pelatih. Mereka ingin memastikan setiap pemain yang ada dalam daftar benar-benar masuk dalam rencana rotasi dan kebutuhan strategi, bukan sekadar pelengkap angka.
Persaingan di Super League musim ini diprediksi akan semakin ketat dengan adanya regulasi pemain asing yang lebih fleksibel. Tim-tim besar tanah air mulai berlomba memanfaatkan slot maksimal untuk meningkatkan daya saing di level domestik maupun kompetisi regional.
Menanggapi situasi ini, Sulaiman menambahkan bahwa setelah laga melawan Persib, manajemen akan segera merampungkan perekrutan pemain ke-11. "InsyaAllah untuk pertandingan berikutnya kita sudah bisa lengkapi menjadi 11. Jadi kita maksimalkan kuota yang ada," ungkapnya.
Sementara itu, untuk sektor pemain lokal, manajemen memastikan tidak ada lagi penambahan nama baru. Skuad lokal yang ada saat ini dianggap sudah cukup solid untuk menopang performa tim sepanjang musim 2026/2027.
Keberanian PSM dalam mengandalkan kedalaman skuad yang ramping namun berkualitas akan diuji saat menghadapi Persib Bandung nanti. Laga ini akan menjadi barometer sejauh mana efektivitas strategi transfer yang dilakukan manajemen selama masa pramusim.
Penggemar Juku Eja tentu berharap bahwa kekurangan satu pemain asing tidak akan mengurangi ketajaman tim di laga krusial tersebut. Dengan kombinasi pemain asing yang sudah mapan dan semangat kolektivitas lokal, PSM tetap menjadi penantang serius gelar juara musim ini.