Jakarta – Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, menegaskan bahwa keputusan untuk pensiun dari dunia sepak bola sepenuhnya berada di tangan Lionel Messi. Tapia tidak ingin terburu-buru mendorong Messi gantung sepatu, terutama setelah melihat performa sang kapten di Piala Dunia 2026.
Dalam wawancara dengan televisi Argentina, Tapia menyebut Messi sebagai satu-satunya pihak yang berhak menentukan kapan kariernya berakhir. "Ini adalah keputusan yang sepenuhnya menjadi hak pribadinya. Kita harus membiarkan dia menikmati waktu santai," kata Tapia.
Pernyataan ini muncul setelah Messi, yang kini berusia 39 tahun, kembali menunjukkan taringnya di panggung dunia. Pada Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Messi mencatatkan delapan gol dan empat assist untuk La Albiceleste. Ia bahkan membawa Argentina melaju hingga partai final sebelum akhirnya takluk 0-1 dari Spanyol melalui babak perpanjangan waktu.
Kendati demikian, turnamen itu tetap menjadi panggung bersejarah bagi Messi. Ia menjadi pemain pertama yang memecahkan rekor 16 gol milik Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Catatan itu kemudian dilampaui oleh bintang Prancis, Kylian Mbappe, yang mengakhiri turnamen dengan 22 gol.
Tapia mengaku menikmati setiap momen Messi di Piala Dunia. "Ini adalah Piala Dunia yang hebat bagi Leo. Kami sangat menikmatinya dan harus merasa bangga. Saya menikmati setiap momennya," ujarnya.
Ia juga menilai Messi tetap menjadi pemimpin sejati di timnas Argentina. "Tak diragukan lagi, dia adalah pemimpin tim ini di Piala Dunia. Jika menganalisis Piala Dunia yang dia jalani, bagi saya dia adalah pemain terbaik. Dia terus memecahkan rekor dari pertandingan ke pertandingan," lanjut Tapia.
Komentar Tapia ini sekaligus menjawab spekulasi yang sempat mengemuka setelah Argentina juara Piala Dunia 2022. Saat itu banyak yang meragukan apakah Messi akan kembali tampil di turnamen empat tahunan tersebut. Namun, Messi justru membuktikan diri dengan penampilan impresif di usia yang tak lagi muda.
Messi kini genap berusia 41 tahun. Jika Piala Dunia 2030 yang akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko, Messi akan berusia 43 tahun. Sejauh ini, rekor pemain tertua yang pernah tampil di Piala Dunia masih dipegang legenda Kamerun, Roger Milla, pada usia 42 tahun 39 hari.
Di sisi lain, rival abadi Messi, Cristiano Ronaldo, juga masih tampil di Piala Dunia 2026 pada usia 41 tahun. Sama seperti Messi, Ronaldo belum memberikan isyarat untuk gantung sepatu. Ini menunjukkan bahwa generasi emas sepak bola dunia masih betah berlama-lama di lapangan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini tentu menjadi hal yang menarik. Messi dan Ronaldo adalah dua ikon global yang kariernya selalu diikuti, termasuk oleh publik Tanah Air. Setiap langkah mereka, baik di klub maupun timnas, selalu menjadi pembahasan hangat di media sosial dan forum-forum penggemar.
Kehadiran Messi di Piala Dunia 2026 juga menjadi tontonan berharga bagi penggemar Indonesia yang harus bangun larut malam untuk menyaksikan aksinya. Meski Argentina gagal menjadi juara, performa Messi telah memberikan hiburan kelas dunia. Pertanyaannya, apakah momen itu akan terulang lagi di Piala Dunia 2030?
Tapia sendiri tidak mau berspekulasi. Ia lebih memilih untuk menikmati masa-masa emas Messi yang masih tersisa. "Pada 2022, kita tidak tahu apakah dia akan bermain di Piala 2026. Dia mengatakan akan menjalaninya pertandingan demi pertandingan, dan saya pikir kita telah melihat versi Leo yang hebat, bahkan mungkin yang terbaik dari Leo di Piala Dunia," kata Tapia.
Dengan kontrak Messi di Inter Miami yang masih berjalan, publik sepak bola dunia masih bisa menyaksikan aksi magisnya di Major League Soccer (MLS). Namun, kepastian mengenai masa depannya di timnas Argentina tetap menjadi pertanyaan besar yang hanya bisa dijawab oleh Messi sendiri.
Sementara itu, para penggemar di Indonesia hanya bisa berharap agar Messi kembali ke lapangan hijau dan membawa Argentina berjaya di turnamen-turnamen berikutnya. Apapun keputusannya, jejak Messi di dunia sepak bola sudah terukir jelas sebagai salah satu yang terhebat sepanjang masa.