Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) secara resmi memberangkatkan 10 atlet terbaik untuk berlaga dalam ajang World Climbing Series Chamonix 2026 yang berlangsung di Prancis pada 10-12 Juli. Delegasi ini terdiri dari tujuh atlet spesialis disiplin speed dan tiga atlet untuk disiplin lead yang dipersiapkan untuk menghadapi persaingan di level dunia.
Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, menjelaskan bahwa komposisi atlet speed yang bertanding di Chamonix merupakan skuad yang sebelumnya telah berpartisipasi dalam seri Krakow, Polandia, pada awal Juli. Para atlet speed tersebut langsung melanjutkan perjalanan dari Polandia menuju Prancis untuk menjaga momentum dan adaptasi kondisi fisik.
Sementara itu, tim disiplin lead yang dipimpin langsung oleh Wahyu Pristiawan bertolak dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, pada Rabu (8/7). Keberangkatan ini merupakan bagian dari strategi PP FPTI dalam mengoptimalkan persiapan para atlet sebelum menghadapi agenda besar di masa mendatang.
Sektor speed putra diperkuat oleh nama-nama andalan seperti Veddriq Leonardo, Raharjati Nursamsa, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Di sektor putri, Indonesia menurunkan Desak Made Rita Kusuma Dewi, Raji'ah Sallsabillah, dan Kadek Adi Asih. Sementara itu, untuk disiplin lead, tim Indonesia diwakili oleh Putra Tri Ramadani, Ravianto Ramadhan, serta Alma Ariella Tsany.
Keikutsertaan dalam ajang Chamonix ini memiliki nilai strategis bagi atlet disiplin lead yang telah dipastikan lolos untuk Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Wahyu menegaskan bahwa turnamen ini menjadi kesempatan krusial bagi para atlet untuk menambah jam terbang internasional serta menguji kemampuan mereka melawan pemanjat elit dunia sebelum terjun di ajang multi-event bergengsi tersebut.
Selain mengejar prestasi di Chamonix, PP FPTI berharap partisipasi ini mampu menjaga konsistensi performa atlet Indonesia di kalender resmi Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC). Dengan dukungan penuh dari jajaran pelatih yang mendampingi, diharapkan tim Merah Putih dapat kembali membawa pulang medali sebagaimana capaian membanggakan saat berlaga di seri Krakow, Polandia.