Sepakbola

Pogba Pamit dari Monaco Usai Musim Pertama Penuh Cedera

Ringkasan

  • Paul Pogba resmi berpisah dengan AS Monaco setelah satu musim penuh cedera dan hanya tampil enam kali di Liga Prancis, kontraknya yang berjalan hingga 2027 diputus secara sepakati.

Paul Pogba telah mengakhiri perjalanan singkatnya dengan AS Monaco. Klub kasta atas Liga Prancis itu memutus kontrak tengah jalan dengan gelandang berusia 33 tahun itu, yang seharusnya masih berlaku hingga Juni 2027. Keputusan itu diambil setelah musim debut Pogba di Stade Louis II dihantui deretan cedera yang mengakibatkan dia melewatkan 34 pertandingan resmi menurut catatan Transfermarkt.

Pogba hanya sempat mencatat enam penampilan di Liga Prancis sepanjang musim 2024-2025. Semua laga itu dijalani sebagai pemain pengganti, dengan total menit bermain yang sangat minim. Masalah fisik mulai dari cedera paha, engkel, hingga betis bergantian menyerang mantan bintang Juventus dan Manchester United itu sejak pramusim.

Kedatangan Pogba ke Monaco awalnya disambut sebagai transfer bebas yang menjanjikan. Setelah menjalani sanksi larangan bermain selama 18 bulan akibat kasus doping, ia memilih Les Monegasques sebagai tempat relaunch karier. Presiden Dmitry Rybolovlev dan direktur teknis Thiago Scuro memasang harapan besar pada pengalaman dan visi permainan Pogba untuk memperkuat lini tengah tim.

Realitas di lapangan berbalik mengecewakan. Pelatih Adi Hütter terpaksa merancang skema tanpa Pogba untuk mayoritas musim. Ketika tersedia, fisik Pogba belum prima dan ia kesulitan menemukan ritme kompetitif. Monaco yang awalnya menembus zona Liga Champions akhirnya harus puas finis di posisi tengah klasemen, jauh di bawah target awal.

Dampak finansial pun menjadi pertimbangan. Kontrak Pogba diperkirakan membebani gaji mingguan besar, sementara kontribusi sportif mendekati nol. Manajemen Monaco menilai pemutusan kontrak lebih efisien dibanding menunggu pemulihan yang tidak pasti waktu selesainya. Keputusan ini juga membuka ruang anggaran untuk rekrutmen gelandang baru di bursa transfer musim panas.

Bagi Pogba, musim ini menjadi bukti keras betapa sulitnya kembali ke level elit usia 33 tahun setelah absen lama. Cedera berulang bukan hanya soal kebetulan, tapi indikasi kondisi fisik yang sudah tidak mampu menahan intensitas sepak bola modern. Beberapa observator menilai ini bisa jadi babak terakhir karier klub tingkat atasnya.

Meski berakhir pahit, Pogba memilih jalur sopan untuk pamit. Lewat media sosial, ia mengucapkan terima kasih kepada presiden, staf pelatih, rekan setim, dan suporter Monaco. "Perjalanan ini bukan seperti yang saya bayangkan, tetapi di sinilah saya menemukan jalan kembali ke lapangan," tulisnya, mengakui Monaco sebagai tempat ia kembali berkompetisi setelah sanksi.

Ucapan terima kasih itu mendapat respons hangat dari komunitas Monaco. Banyak suporter menghargai profesionalitas Pogba yang tidak menyalahkan klub maupun lingkungan medis. Beberapa mantan rekan setim seperti Wissam Ben Yedder dan Aleksandr Golovin pun meninggalkan komentar dukungan di akun Pogba.

Masa depan Pogba kini jadi teka-teki. Kontrak baru di klub besar Eropa terlihat mustahil mengingat usia dan riwayat cedera. Opsi liga Arab Saudi, MLS, atau bahkan pensiun dini mulai disebut-sebut. Sisi lain, Pogba masih memiliki daya tarik komersial besar yang bisa jadi pertimbangan klub menengah yang butuh figur marketing.

Monaco sendiri harus cepat menemukan pengganti. Profil yang dicari: gelandang box-to-box usia 23-26 tahun dengan ketahanan fisik teruji. Nama seperti Youssouf Fofana (jika bertahan) atau target baru dari liga Portugal dan Belanda jadi kandidat. Keberhasilan rekrutmen ini akan menentukan apakah Monaco bisa kembali menembus empat besar musim depan.

Kisah Pogba di Monaco jadi pelajaran bagi klub-klub Eropa tentang risiko rekrutmen bintang veteran pasca-cedera panjang atau sanksi. Data medis komprehensif dan program fisik personal jadi prasyarat mutlak, bukan sekadar formalitas. Bagi penggemar Indonesia, ini mengingatkan bahwa legenda pun punya batas fisik — dan keputusan berhenti kadang lebih mulia dari memaksakan diri.

Mengapa Ini Penting

Kasus Pogba di Monaco jadi studi kasus nyata soal risiko rekrutmen bintang veteran usia 30-an pasca-absen panjang. Bagi klub Indonesia yang sering rekrut pemain naturalisasi atau veteran Eropa, ini menggarisbawahi pentingnya audit medis mendalam dan klausul performa di kontrak. Dampak finansial pemutusan kontrak tengah jalan juga pengingat bahwa gaji besar tanpa kontribusi lapangan bisa merusak keseimbangan anggaran tim. Lebih jauh, ini menutup babak karier klub Pogba di level elit Eropa — momen sejarah bagi sepak bola dunia yang juga diikuti jutaan penggemar di Indonesia.

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
20 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit