Sepakbola

Pogba Cedera Hamstring, AS Monaco Siap Putus Kontrak

Ringkasan

  • Gelandang Paul Pogba kembali mengalami cedera hamstring saat pramusim bersama AS Monaco di Inggris.
  • Akibatnya, Monaco berencana mengakhiri kontrak sang pemain lebih awal.

Nasib Paul Pogba di AS Monaco semakin di ujung tanduk. Gelandang asal Prancis itu kembali cedera saat mengikuti latihan pramusim di St. George's Park, Inggris, Selasa (11/8/2026), dan dikabarkan akan diputus kontraknya oleh Monaco.

Pogba ambruk di tengah sesi latihan gim kecil setelah merasakan nyeri hebat pada kaki kiri. Ia sempat berteriak sebelum jatuh ke tanah, lalu langsung ditangani rekan setim. Pemeriksaan MRI pada sore harinya menunjukkan cedera hamstring yang membuatnya berpotensi absen beberapa bulan ke depan.

Ini bukan cedera pertama yang dialami Pogba sejak bergabung dengan Monaco pada 2025. Sepanjang kariernya di klub asal Kerajaan Monako itu, pemain berusia 33 tahun tersebut hanya tampil dalam enam pertandingan dengan total 115 menit. Sebelumnya ia juga sempat bermasalah dengan lutut, dan kini hamstring menjadi ganjalan baru.

Catatan tersebut jelas jauh dari ekspektasi. Monaco merekrut Pogba dengan harapan ia bisa menjadi motor lini tengah. Namun faktanya, ia lebih sering menghabiskan waktu di ruang perawatan ketimbang lapangan. Dalam pramusim musim 2026/2027, Pogba hanya bermain 45 menit saat Monaco menjalani uji coba melawan Saint-Priest. Empat laga berikutnya ia absen total.

Situasi ini membuat manajemen Monaco harus berpikir ulang. Dengan sisa kontrak satu tahun hingga akhir musim 2026/2027, pihak klub berharap bisa mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kerja sama lebih dini. Bukan tanpa alasan, cedera berulang yang dialami Pogba dinilai dapat menjadi hambatan besar bagi rencana tim.

Laporan beIN Sports menyebut Monaco ingin berpisah secara baik-baik dengan Pogba. Alih-alih memaksakan pemain yang terus cedera, klub justru ingin merancang ulang strategi lini tengah dan mencari pemain baru yang lebih siap bermain. Keputusan ini terbilang masuk akal dari sisi bisnis dan teknis.

Fenomena pemain bintang berlabel besar yang justru sering cedera sebenarnya bukan hal asing. Sebelumnya, banyak klub Eropa yang harus merugi akibat memberi kontrak jangka panjang ke pemain yang tidak bugar. Pogba, yang pernah menjadi pahlawan Piala Dunia 2018 bersama timnas Prancis, kini menghadapi kenyataan pahit yang berbeda.

Dari sudut pandang Indonesia, kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Liga 1. Beberapa kontestan liga kerap tergoda merekrut pemain asing dengan nama besar, tetapi kurang memerhatikan riwayat cedera. Akibatnya, performa tim terganggu dan investasi tidak kembali.

Pendekatan medis dan manajemen beban latihan menjadi kunci. Pogba mengalami cedera yang berulang di usia 33 tahun, menandakan tubuhnya tidak lagi mendukung intensitas latihan dan pertandingan level tinggi. Hal ini juga relevan bagi pemain-pemain tim nasional Indonesia yang mulai berkarier di luar negeri agar lebih menjaga kondisi fisik.

Sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari Monaco soal masa depan Pogba. Namun jika kesepakatan pemutusan kontrak benar terjadi, ia akan berstatus bebas transfer dan bisa memilih klub baru tanpa biaya transfer. Tentu ada klub yang tertarik, tetapi risiko cedera yang panjang membuat nilai tawar Pogba tidak akan setinggi dulu.

Bagi Pogba, langkah terbaik adalah fokus pada pemulihan total sebelum mencari pelabuhan baru. Kariernya di level tertinggi mungkin belum usai, tetapi waktu terus berjalan. Sementara itu, Monaco bisa segera bergerak mencari pengganti tanpa harus menanggung beban gaji pemain yang tak kunjung bugar.

Mengapa Ini Penting

Kasus Pogba menyoroti risiko besar merekrut pemain bintang di usia kepala tiga dengan rekam cedera panjang. Bagi industri sepak bola Indonesia, ini menjadi pengingat penting agar klub Liga 1 lebih teliti dalam pemeriksaan medis sebelum mengikat pemain asing. Selain itu, menurunnya nilai pasar Pogba menunjukkan bahwa reputasi besar tidak menjamin performa di lapangan, sebuah pelajaran yang relevan untuk strategi perekrutan klub Asia Tenggara.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
12 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit