Operator kompetisi I.League memastikan turnamen Piala Liga Indonesia atau League Cup kembali digelar mulai 3 November 2026. Kepastian ini tertuang dalam pembaruan kalender kompetisi per 15 Juli 2026 yang dirilis secara resmi pada Sabtu (18/9).
Kompetisi lintas divisi itu akan berlangsung hingga 19 Mei 2027. Kehadirannya menandai reinkarnasi ajang yang terakhir kali bergulir pada 1993 dengan nama Piala Galatama, sebelum kompetisi tersebut melebur ke dalam era profesional sepak bola nasional.
Penyelenggaraan League Cup 2026/2027 dirancang tanpa benturan jadwal bersama agenda kompetisi lain. I.League menyusun format setengah kompetisi pada babak penyisihan, dilanjutkan dengan babak 12 besar bagi tim yang lolos.
Enam klub pemenang dari babak tersebut nantinya bergabung dengan dua kesebelasan yang berkompetisi di level AFC pada perempat final. Format ini sengaja dibentuk agar tim dari kasta berbeda mendapat ruang pembuktian yang setara.
Latar belakang kembalinya turnamen ini cukup panjang. Terakhir kali Indonesia memiliki kompetisi serupa adalah Piala Indonesia yang digelar PSSI dan mati suri sejak 2019. Piala Liga sendiri berbeda karena digulirkan langsung oleh penyelenggara liga, bukan federasi.
Piala Galatama pupus usai merger Galatama dan Perserikatan sebagai penjajakan era profesional. Namun, napas turnamen tetap sama: mempertemukan klub dari berbagai kasta untuk membuktikan eksistensi di atas lapangan.
Keajaiban tim divisi bawah menumbangkan kesebelasan elite sangat mungkin terjadi dalam format ini. Hal itu yang membuat pecinta sepak bola menantikan kompetisi resmi lintas divisi selama bertahun-tahun.
Dari sudut pandang industri, kehadiran League Cup memberi nilai komersial baru bagi klub kecil. Mereka mendapat panggung nasional yang bisa menaikkan valuasi sponsor dan basis suporter.
Di sisi lain, klub elite mendapat ujian konsistensi karena harus menghadapi tim yang tidak terprediksi. Format ini juga mengurangi kejenuhan kalender yang selama ini didominasi kompetisi reguler berurutan.
I.League menegaskan dalam keterangan resminya bahwa penyesuaian kalender tersebut mencakup juga Championship. "Pembaruan kalender kompetisi per 15 Juli 2026 mencakup penyesuaian jadwal penyelenggaraan Championship, serta penambahan kalender League Cup 2026/27 yang akan resmi kick-off pada 3 November 2026," tulis operator tersebut.
Pernyataan itu sekaligus menjawab keraguan publik yang selama ini meragukan kesiapan operator menyelenggarakan turnamen tambahan. Transparansi jadwal sejak awal menjadi kunci agar klub bisa menyiapkan strategi.
Ke depan, kesuksesan League Cup akan bergantung pada konsistensi penyelenggaraan dan distribusi hak siar. Jika berjalan stabil, ajang ini bisa menjadi ritual tahunan yang memperkaya ekosistem sepak bola nasional.
Tren kompetisi lintas kasta juga berpeluang meniru model Piala Liga di Inggris yang memiliki daya tarik tersendiri. Langkah I.League kali ini membuka babak baru yang telah lama dirindukan pecinta sepak bola Tanah Air.