Penulis senior sepak bola BBC, Phil McNulty, kembali memanaskan perdebatan para penggemar Premier League dengan merilis prediksi klasemen musim depan. Dalam kolomnya yang dipublikasikan pekan ini, McNulty menempatkan Arsenal di puncak klasemen, diikuti Manchester City dan Liverpool — namun dengan skenario perpindahan manajer yang drastis dibandingkan realita saat ini.
McNulty, yang musin lalu salah memprediksi Liverpool akan juara di bawah Arne Slot, kali ini mengakui kesulitan memprediksi musim yang ditandai sembilan manajer baru di liga tertinggi Inggris. "Ini musiman prediksi paling sulit yang pernah saya buat," tulisnya, merujuk pada rotasi manajer yang tak precedented di seluruh liga.
Arsenal diprediksi mempertahankan gelar juara pertama mereka dalam 22 tahun. Mikel Arteta dinilai memiliki skuad berkualitas di seluruh lini, diperkuat kedatangan Bruno Guimaraes dan Christos Tzolis yang langsung berperan saat Arsenal menghancurkan Manchester City di Community Shield. McNulty menyebut ini sebagai "prediksi termudah dari semuanya."
Manchester City diletakkan di posisi kedua, memasuki era baru di bawah Enzo Maresca setelah era Pep Guardiola berakhir. Kepergian Rodri, Bernardo Silva, dan John Stones menciptakan transisi besar di Etihad Stadium. Meski kalah di Community Shield, kehadiran Erling Haaland serta rekrutan besar seperti Elliot Anderson (£116 juta) dan Ayyoub Bouaddi dari Lille membuat City tetap berpeluang meraih trofi.
Liverpool diprediksi finis ketiga di bawah Andoni Iraola, yang didatangkan dari Bournemouth untuk menstabilkan tim setelah musim pertahanan gelar yang suram. Era pasca-Mohamed Salah diproyeksikan menantang, namun kualitas skuad tetap ada dengan Florian Wirtz dan Alexander Isak. Potensi kedatangan Bradley Barcola dari PSG dan perkembangan Rio Ngumoha menambah optimisme.
Chelsea mengejutkan di posisi keempat di bawah Xabi Alonso, yang dibawa dari Bayer Leverkusen setelah sukses di Bundesliga. Alonso harus mengelola skuad yang membengkak dan situasi Enzo Fernandez, namun didukung rekrutan Morgan Rogers, Maxence Lacroix, serta veteran Jordan Henderson dan Danny Welbeck untuk mengontrol ruang ganti. Tanpa beban kompetisi Eropa, Chelsea diprediksi berkinerja jauh lebih baik.
Manchester United ditempatkan kelima di musim penuh pertama Michael Carrick, yang berhasil mengantarkan tim ke Liga Champions usai Ruben Amorim dicopot. Youri Tielemans dari Aston Villa dan Andrey Santos dari Chelsea menjadi rekrutan cerdas, meski McNulty menilai United masih butuh tambahan untuk mengejar gelar juara.
Aston Villa di posisi keenam menghadapi musim transisi usai kepergian Youri Tielemans dan Morgan Rogers. Unai Emery tetap andalkan, dengan pinjaman Alejandro Garnacho dan rekrutan Joao Gomes (£38 juta) dari Wolves jadi kunci. Johan Manzambi dari Freiburg dan potensi kedatangan Zion Suzuki dari Parma menambah kedalaman skuad.
Tottenham Hotspur diprediksi melonjak ke posisi ketujuh dari musiman lalu yang mengerikan (17). Roberto de Zerbi, manajer ketiga Spurs dalam satu musim, mendapat dukungan dana masif. Rekrutan besar seperti Sandro Tonali (£100 juta), Mateus Fernandes (£85 juta), dan Jan Paul van Hecke (£52 juta) menandakan ambisi baru. Andrew Robertson dan Marcos Senesi hadir bebas transfer.
Nottingham Forest dibuka di posisi kedelapan, meski artikel sumber terpotong sebelum detail lengkapnya tersaji. Pola prediksi McNulty menunjukkan kecenderungan pada stabilitas manajerial dan kualitas skuad dibandingkan hanya nama besar klub.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, prediksi ini menawarkan sudut pandang menarik soal dinamika manajerial yang sering jadi pembicaraan di komunitas Premier League lokal. Pergantian manajer massal — meski sebagian besar bersifat spekulatif dalam kolom ini — mencerminkan betapa cepat siklus kepercayaan di liga paling dikomersialkan dunia. Penggemar Indonesia yang mengikuti klub-klub besar seperti Arsenal, Liverpool, atau Manchester United akan memantau apakah prediksi McNulty — yang musiman lalu meleset jauh — kali ini akurat, atau justru menambah daftar prediksi gagal legendarisnya.
Secara historis, prediksi pra-musim jarang akurat sepenuhnya. Musim 2023-24 sendiri membuktikan Leicester City bisa turun degradasi saat diprediksi aman, dan Aston Villa bisa finis keempat di luar dugaan. Faktor cedera, bentuk pemain, dan kebijakan transfer Januari sering mengacaukan skenario awal. McNulty sendiri menyadari risiko: "Bola kristal ini kerap mengecewakan."
Langkah selanjutnya bagi para pelatih adalah membuktikan prediksi ini benar atau salah di lapangan. Musim baru akan dimulai dalam pekan depan, dan sembilan manajer baru akan menghadapi ujian api pertama mereka. Bagi industri siaran dan taruhan olahraga di Indonesia, prediksi ini jadi bahan analisis awal menilai peluang masing-masing klub — meski bijak untuk menunggu beberapa pekan pertama sebelum menarik kesimpulan definitif.