Pemain tim nasional Indonesia, Rayhan Hannan, mengungkapkan strategi unik yang diterapkan oleh pelatih John Herdman untuk menjaga fokus dan ambisi skuad Garuda. Di ruang makan tim, sang pelatih memasang sebuah peta jalan (roadmap) besar yang memuat daftar target jangka panjang tim nasional, mulai dari ASEAN Hyundai Cup 2026 (Piala AFF), rangkaian pertandingan FIFA Match Day, hingga target ambisius di Piala Asia 2027.
Menurut Hannan, keberadaan peta jalan tersebut berfungsi sebagai pengingat konstan bagi setiap pemain yang berada di pemusatan latihan. Setiap kali para pemain berkumpul untuk makan, target-target tersebut terpampang jelas di depan mata, menciptakan atmosfer profesional yang menuntut dedikasi tinggi dan konsistensi di setiap sesi latihan maupun pertandingan.
Dalam keterangannya di acara Water Break yang diselenggarakan PSSI Pers, Hannan mengakui bahwa metode ini sangat efektif untuk membangun motivasi kolektif. Ia menegaskan bahwa pelatih John Herdman secara spesifik menanamkan mentalitas juara, terutama untuk ajang Piala AFF 2026 mendatang, di mana Indonesia bertekad mengakhiri penantian panjang untuk meraih gelar juara untuk pertama kalinya.
Target terdekat yang menjadi fokus utama tim adalah Piala AFF 2026 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 24 Juli. Indonesia tergabung dalam Grup A bersama Vietnam, Kamboja, Singapura, dan Timor Leste. Mengingat sejarah Indonesia yang telah enam kali menembus partai final namun selalu gagal menjadi juara, target kali ini terasa jauh lebih krusial dan mendesak bagi seluruh anggota tim.
Menanggapi persaingan di level regional, Hannan menilai bahwa peta kekuatan di Asia Tenggara telah berubah drastis dalam dua tahun terakhir. Ia menyoroti perkembangan pesat tim-tim rival seperti Vietnam serta Filipina yang kini semakin diperkuat oleh pemain-pemain naturalisasi dan keturunan. Hal ini menuntut kewaspadaan ekstra agar tim Garuda tidak lengah dalam setiap pertandingan.
Bagi Hannan pribadi, jika ia kembali terpilih masuk ke dalam skuad final, ini akan menjadi pengalaman Piala AFF keduanya setelah edisi 2024. Pengalaman tampil di ajang internasional tersebut menjadi modal berharga baginya untuk berkontribusi lebih besar, sekaligus mendukung visi besar John Herdman untuk membawa Indonesia menembus level persaingan yang lebih tinggi di kancah Asia.