PSS Sleman sukses memetik kemenangan telak 6-0 atas PSGC Ciamis dalam laga Grup F I.League Cup yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu lalu. Kemenangan ini bukan sekadar raihan tiga poin di fase grup, melainkan sinyal kebangkitan bagi skuad asuhan Pieter Huistra yang tengah berupaya memperbaiki performa di kompetisi domestik.
Dominasi permainan PSS Sleman terlihat nyata sejak menit awal. Penyerang andalan Gustavo Tocantins tampil impresif dengan memborong empat gol sekaligus ke gawang lawan. Tidak ketinggalan, Dimas Drajad melengkapi pesta gol tersebut dengan sumbangan dua gol atau brace yang memastikan kemenangan meyakinkan bagi tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut.
Bagi Pieter Huistra, hasil ini menjadi tolok ukur penting dalam melihat progres individu para pemainnya. Ia menekankan bahwa kemenangan dengan skor besar atas tim Championship merupakan bukti bahwa gaya bermain yang ia terapkan mulai dipahami dengan baik oleh seluruh penggawa di lapangan.
Pelatih asal Belanda ini mengakui bahwa konsistensi menjadi tantangan utama bagi timnya musim ini. Kemenangan di I.League Cup dipandang sebagai modal psikologis yang sangat berharga sebelum mereka kembali terjun ke kompetisi utama, BRI Super League, dalam beberapa hari mendatang.
Menilik ke belakang, performa PSS Sleman memang sempat diwarnai catatan kurang stabil. Sebelumnya, Huistra sempat melontarkan kritik keras terhadap lini pertahanan timnya usai menelan kekalahan dari Garudayaksa. Masalah kedisiplinan, termasuk kartu merah yang diterima pemain saat menghadapi Borneo FC, juga menjadi catatan evaluasi yang tidak bisa diabaikan.
Dengan tren positif di I.League Cup, PSS Sleman kini memiliki momentum untuk memutus rangkaian hasil minor. Kemenangan telak tersebut diyakini mampu meningkatkan kepercayaan diri pemain yang sempat tergerus oleh hasil-hasil mengecewakan di liga domestik.
Industri sepak bola Indonesia saat ini memang menuntut kedalaman skuad yang mumpuni. Bagi klub-klub seperti PSS Sleman, rotasi pemain di turnamen seperti I.League Cup menjadi kesempatan emas bagi pemain cadangan untuk unjuk gigi sekaligus memberikan tekanan kompetitif kepada pemain inti.
Keberhasilan Gustavo Tocantins dan Dimas Drajad dalam membangun chemistry di lini depan memberikan opsi taktis yang lebih kaya bagi Huistra. Jika ritme ini mampu dipertahankan, ancaman PSS Sleman di lini serang akan menjadi momok bagi tim lawan yang akan mereka hadapi di sisa musim BRI Super League.
Pieter Huistra menegaskan bahwa fokus tim kini sepenuhnya dialihkan ke pekan kesembilan BRI Super League. Mereka dijadwalkan menjamu Bhayangkara FC di Stadion Maguwoharjo pada Minggu (8/11) mendatang. Pertandingan ini menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi yang baru saja mereka bangun.
"Kami berhasil menerapkan gaya bermain Sleman dengan baik hari ini. Hal tersebut harus terus diingat dan diimplementasikan secara konsisten dalam setiap pertandingan ke depan," ungkap Huistra melalui laman resmi klub.
Menghadapi Bhayangkara FC bukanlah perkara mudah, mengingat tim lawan juga memiliki ambisi untuk memperbaiki posisi di klasemen. Namun, dengan dukungan suporter di Maguwoharjo, PSS Sleman memiliki keuntungan psikologis yang cukup besar untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri.
Langkah ke depan bagi PSS Sleman sangat bergantung pada bagaimana Huistra menjaga mentalitas pemain setelah kemenangan besar ini. Jika mereka mampu menjaga fokus tanpa terlena oleh hasil di I.League Cup, bukan tidak mungkin PSS Sleman akan merangkak naik di tabel klasemen BRI Super League dan menjadi salah satu penantang serius hingga akhir musim.