Persija Jakarta memulai pra-musim dengan serius. Tim Macan Kemayoran ini akan menjalani dua laga uji coba di Thailand melawan Police Tero dan Chiangrai United. Kedua klub asal Thailand ini tidak sama kelasnya, namun bagi Persija, setiap laga menjadi ujian nyata sebelum membuka kompetisi Super League 2026/2027.
Pertempuran dimulai pada Rabu pukul 19.00 WIB melawan Police Tero, yang kini bermain di divisi kedua Liga Thailand. Tiga hari kemudian, Minggu 23 Agustus, Persija akan bertemu Chiangrai United — tim yang pernah menjadi finalis Liga Champions Asia dan kini kembali ke divisi utama.
Pemusatan latihan di Negeri Gajah Putih ini merupakan keputusan strategis pelatih Shin Tae-yong. Dengan begitu, anak asuhnya bisa lebih fokus menyiapkan skuad optimal tanpa gangguan luar. Terutama setelah musim lalu Persija gagal meraih trofi dan harus puas berada di peringkat ketiga di bawah Borneo FC dan Persib Bandung.
Police Tero sendiri punya sejarah cukup panjang. Dulunya bernama BEC Tero Sasana, klub ini pernah menjadi juara liga Thailand pada awal 2000-an. Mereka juga sempat menembus babak final Liga Champions Asia. Meski kini turun kasta, pengalaman internasional mereka tetap menjadi ancaman serius bagi tim asing seperti Persija.
Di sisi lain, Chiangrai United adalah raksasa Thailand yang konsisten tampil kompetitif di pentas regional. Pada musim lalu, mereka finis ketujuh di Thai League 1 dengan 53 poin. Performa solid ini justru membuatnya layak dijadikan bahan uji coba bagi tim yang ingin mengukur kesiapan kompetitifnya.
Bagi Shin Tae-yong, dua lawatan ke Thailand bukan sekadar latihan biasa. Ia ingin melihat kesiapan fisik dan taktik pemainnya sekaligus menguji kedalaman skuad. Terutama karena kompetisi Super League musim depan diakui semakin kompetitif, dengan kekuatan sejumlah klub lokal yang semakin meningkat.
Analisis kepelatihan juga menjadi bagian penting dari persiapan ini. Dengan melawan tim yang berasal dari liga berbeda, Persija bisa memperoleh perspektif baru dalam hal gaya permainan dan disiplin taktik. Ini penting mengingat selisih kualitas antar-liga di kawasan sangat lebar.
Fabio Luiz dan kawan-kawan diharapkan bisa tampil maksimal. Namun, kehadiran pemain asing seperti Calonego juga menjadi andalan utama. Keseiapan fisik keduanya akan menjadi faktor kunci dalam menghadapi tantangan ini.
Setidaknya 13 hari di Thailand memberi cukup waktu bagi Persija untuk beradaptasi dengan kondisi iklim dan permainan lokal. Hal ini penting agar tidak terjadi kebuntuan saat kembali bertanding di kandang sendiri nanti.
Sementara itu, jadwal sengatan menanti. Setelah kembali dari Thailand, Persija langsung digulirkan untuk bertemu Borneo FC pada 5 September mendatang. Jadi, hasil uji coba ini bisa menjadi bahan evaluasi sebelum laga resmi kick-off musim baru.
Dari sudut pandang penggemar, dua uji coba ini juga menjadi sarana untuk menilai kesiapan tim sekaligus memberi harapan baru. Pasca musim kegagalan, dukungan The Jakmania sangat penting untuk mendorong semangat tim.
Bagi liga lokal, uji coba internasional seperti ini justru menjadi pemicu minat. Apalagi ketika melibatkan tim dari negara tetangga yang memiliki tradisi kuat dalam sepak bola.
Shin Tae-yong tidak menyampaikan pernyataan resmi terkait rencana taktiknya. Namun, sumber internal klub menyebutkan bahwa ia ingin menerapkan gaya permainan ofensif namun tetap disiplin defensif. Ini untuk menyeimbangi antara serangan dan keamanan.
Dengan semangat inilah, Persija diharapkan bisa bangun dari musim lalu dan membuktikan bahwa mereka memang serius kembali ke jalur kemenangan. Apalagi, target trofi pasti menjadi motivasi utama sejak awal musim ini.