Olahraga

Persija Datangkan Alexander Jeremejeff, Mantan Duet Gyokeres

Ringkasan

  • Persija Jakarta resmi mengontrak striker Swedia Alexander Jeremejeff, 32 tahun, bekas rekan Viktor Gyokeres di timnas, untuk mengisi lini serang di Super League 2026/2027.

Persija Jakarta telah menutup kesepakatan transfer dengan Alexander Jeremejeff, striker berusia 32 tahun yang terakhir memperkuat PAOK Salonika di Liga Super Yunani. Kontrak ini menandai langkah besar klub ibukota dalam menyiapkan pasukan menghadapi musim Super League 2026/2027.

Jeremejeff mencatat 23 penampilan dan mencetak 10 gol serta tiga assist saat membela PAOK musim lalu, angka yang menunjukkan kemampuan menyelesaikan peluang di tingkat Eropa. Postur tubuhnya yang menjulang 192 sentimeter memberikan keunggulan fisik di kotak penalti, aset yang jarang dimiliki pemain lokal.

Nama Jeremejeff mulai dikenal internasional ketika ia debut bareng Viktor Gyokeres di timnas Swedia pada 8 Januari 2019, dalam laga persahabatan melawan Finlandia di Doha. Keduanya masuk ke lapangan pada waktu yang sama, meski Swedia kalah tipis 0-1. Pengalaman bermain di sisi striker yang kini berjaya di Sporting CP dan timnas Swedia menambah nilai jual rekrutan ini.

Selain jejak di timnas, Jeremejeff pernah berbagi lapangan dengan bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, saat FC Twente mengalahkan Ajax 2-1 di Eredivisie musim 2020. Koneksi tersebut diperkirakan mempermudah adaptasi Jeremejeff di lingkungan sepak bola Indonesia.

Karier profesionalnya bermula di Orgryte (2012) sebelum bergolak ke Hacken, Malmö, dan kembali ke Hacken. Pada 2019 ia mencicipi Liga 2 Jerman bersama Dynamo Dresden, lalu dipinjamkan ke FC Twente sebelum kembali ke Swedia. Perjalanan berlanjut ke Yunani melalui Panathinaikos, Levadiakos, dan akhirnya PAOK.

Kedatangan Jeremejeff menjawab kebutuhan Persija akan penyerang andal yang mampu bermain sebagai target man sekaligus playmaker di garis depan. Di liga yang semakin kompetitif, kehadiran pemain dengan pengalaman Eropa dan timnas diharapkan mengangkat kualitas pertandingan serta menarik perhatian penonton.

"Saya merasa baik dan sangat antusias. Saya sudah tahu Persija adalah klub terbesar di Indonesia. Ketika mendengar ketertarikan mereka, saya ingin segera datang," ujar Jeremejeff saat konferensi pers resmi di Jakarta. Pernyataan itu mencerminkan motivasi tinggi dan rasa hormat terhadap sejarah klub.

Pelatih kepala Persija, yang belum lama ini menegaskan filosofi permainan berbasis posse dan tekanan tinggi, menilai Jeremejeff cocok dengan sistem karena kemampuan mempertahankan bola dan menciptakan ruang untuk sayap. Integrasi dengan rekan setim seperti Riko Simanjuntak dan Hanif Sjahbandi menjadi kunci keberhasilan.

Mengawali musim, Jeremejeff dijadwalkan mengikuti latihan penuh minggu depan dan berpotensi debut di laga pembuka melawan Persib Bandung. Kesiapan fisik dan pemahaman taktis akan diuji segera, mengingat jadwal padat Super League.

Jangka panjang, keberhasilan rekrutan ini bisa membuka pintu bagi Persija menarik pemain asing berkualitas lain, memperkuat branding klub di Asia Tenggara, serta meningkatkan daya tarik liga domestik di mata sponsor dan penonton global.

Dengan segala potensi dan pengalaman yang dibawa, Alexander Jeremejeff menjadi simbol ambisi Persija untuk merebut gelar juara dan menegaskan posisinya sebagai kekuatan utama sepak bola Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Kedatangan Jeremejeff menandai shift strategi Persija mengandalkan pemain dengan pedigree timnas Eropa, bukan sekadar rekrutan Asia biasa. Hal ini meningkatkan daya saing liga domestik di mata investor dan penonton internasional. Jika berhasil, pola rekrutmen serupa bisa ditiru klub lain, mengangkat standar keseluruhan Super League., koneksi dengan Mees Hilgers mempercepat adaptasi budaya dan taktik, mengurangi risiko kegagalan transfer asing yang sering terjadi. Jangka panjang, keberhasilan ini bisa memicu aliran talenta Scandinavia ke Indonesia.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
21 Agustus 2026
Waktu Baca
3 menit