Sepakbola

Persib Singkirkan Persija 2-1, Maung Bandung ke Final Piala Presiden 2026

Ringkasan

  • Persib Bandung mengalahkan Persija Jakarta 2-1 di semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (4/8), dan melaju ke final turnamen pramusim Liga 1.

Persib Bandung berhasil melangkah ke babak final Piala Presiden 2026 usai mengalahkan rival tradisional Persija Jakarta dengan skor 2-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (4/8). Kemenangan ini menegaskan dominasi Maung Bandung pada babak pertama, meski Garuda Kemayoran sempat mengancam di ronde kedua.

Dua gol Persib dicetak Uilliam Barros pada menit ke-22 dan Balsa Sekulic melalui penalti menit ke-28 usai tangan Denis Kolinger di kotak penalti. Persija baru mampu memperkecil ketertinggalan lewat Kwon Chang Hoon di menit ke-86, namun waktu tidak berpihak untuk menyamakan kedudukan.

Laga ini menjadi semifinal kedua Piala Presiden 2026 yang digelar sebagai turnamen pramusim sebelum Liga 1 2026/2027 bergulir. Format turnamen ini memang dirancang untuk menguji kesiapan tim serta memberikan tempo kompetitif bagi pemain baru. Persib dan Persija, sebagai dua klub paling populer di Indonesia, secara alami jadi magnet perhatian.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, memasang susunan 4-4-2 dengan Uilliam Barros dan Luka Menalo di lini depan. Sementara Shin Tae Yong memilih 4-2-3-1 untuk Persija, mengandalkan Stjepan Loncar sebagai sayap kiri dan Eksel Runtukahu sebagai penyerang tunggal. Kedua tim tampil dengan intensitas yang dikendalikan — wajar untuk laga pramusim di mana risiko cedera jadi pertimbangan utama.

Babak pertama sepenuhnya berwarna biru. Persib menguasai posse dan menciptakan peluang lebih tajam. Gol Barros lahir dari gerakan cepat di sisi kiri yang diselesaikan dengan finishing dingin. Penalti yang mengantarkan Sekulic mencetak gol kedua muncul setelah Kolinger tidak sengaja menyentuh bola di dalam kotak penalti saat mencoba mengamankan bola tinggi.

Persija kesulitan membangun serangan terstruktur di 45 menit pertama. Fabio Calonego dan Witan Sulaeman sering terisolasi, sementara lini tengah kesulitan meneruskan bola ke area lawan. Shin Tae Yong terlihat tenang di bangku cadangan, percaya timnya mampu bangkit di babak kedua.

Prediksi Shin terbukti benar. Masuk babak kedua, Persija bertransformasi jadi tim yang jauh lebih agresif. Perubahan sistem jadi 4-3-3 dengan memasukkan Gustavo Almeida di menit ke-60 memberikan daya dorong baru. Persija mendominan posse 65 persen dan menciptakan peluang beruntun.

Namun, pertahanan Persib berdiri tegak. Patricio Matricardi dan Gabriel Mutombo menyulut pertarungan fisik di udara, sementara Teja Paku Alam aman di bawah mistar. Peluang emas Persija justru datang dari bola mati — tendangan Calonego menit ke-59 hanya membentur mistar, begitu pula sundulan Arlyansyah Abdulmanan menit ke-71.

Ketegangan puncak di menit ke-86. Victor Dethan menerobos di sayap kanan, mengirimkan umpan melengkung yang disambut Kwon Chang Hoon dengan finishing satu sentuhan. Gol itu membuka peluang Persija untuk mengejar dramatik, tapi lima menit injury time tidak cukup untuk menemukan netralisasi.

Debut Mariano Peralta di menit ke-80 menjadi catatan tersendiri. Pemain asal Argentina itu digantikan Luka Menalo dan langsung menunjukkan sentuhan teknis halus di ruang sempit. Kehadirannya dipercaya jadi senjata tambahan Hodak untuk final, mengingat pengalaman Peralta bermain di liga Argentina dan Chile.

Bagi Persib, kemenangan ini bukan hanya soal tiket final. Ini bukti tim telah menemukan kimia baru setelah musim lalu gagal ke babak puncak. Barros dan Sekulic terbukti kompak, lini tengah dikendalikan Gakuto Notsuda dan Luciano Guaycochea berfungsi optimal, sedangkan pertahanan tidak goyah di bawah tekanan.

Sementara Persija harus menelan pil pahit. Meskipun babak kedua menjanjikan, ketidakklinisan di zona finishing dan kelambatan mulai laga jadi PR berat Shin. Garuda Kemayoran punya waktu sekitar tiga minggu sebelum Liga 1 dimulai untuk memperbaiki koordinasi antara Loncar, Calonego, dan Gustavo di lini depan.

Final Piala Presiden 2026 akan mempertemukan Persib dengan pemenang semifinal lain. Jadwalnya dijadwalkan pekan depan, tetap di Bali. Untuk Hodak, ini kesempatan emas meraih gelar pertama di era kepemimpinannya. Bagi Shin, fokus kini beralih sepenuhnya ke persiapan liga — di mana derbi sebenarnya baru dimulai.

Mengapa Ini Penting

Kemenangan Persib menandakan tim sudah menemukan ritme kompetitif sebelum Liga 1 bergulir, dengan Barros dan Sekulic terbukti efektif sebagai duo serang. Persija meski kalah justru menunjukkan wajah baru di babak kedua yang mengkhawatirkan lawan-lawon di liga — Gustavo Almeida memberikan dimensi vertikal yang hilang musim lalu. Final Piala Presiden jadi uji coba terakhir bagi Hodak untuk menguji rotasi dan kedalaman squad, sementara Shin harus menyelesaikan homework finishing dan start lambat yang jadi virus musiman. Derbi ini juga membuktikan daya tarik komersial Liga 1 tetap tinggi: penonton penuh di Gianyar dan rating TV melonjak, sinyal positif untuk sponsor dan broadcaster musim depan.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
4 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit