Sepakbola

Persib Resmi Rekrut Peralta Dua Tahun, Target Debut Piala Presiden

Ringkasan

  • Persib Bandung resmi mengontrak Mariano Peralta selama dua musim usai pemain Argentina itu dinyatakan lolos tes medis dan menandatangani kontrak di Bandung, Minggu (19/7), dengan harapan debut di Piala Presiden 2026 yang bergulir 25 Juli mendatang.

Persib Bandung telah menutup spekulasi panjang soal penguatan lini depan dengan resmi mengikat Mariano Peralta hingga Juni 2028. Penandatanganan kontrak berlangsung di Saung Angklung Udjo, Bandung, Minggu sore (19/7), dihadiri manajer tim Umuh Muchtar serta sejumlah wartawan. Kehadiran mantan bintang Borneo FC ini menjawab kebutuhan darurat Maung Bandung akan playmaker berkualitas setelah musim lalu kehabisan opsi kreatif di zona tengah lawan.

Peralta dipilih bukan sekadar isi kuota pemain asing. Dia meraih gelar Pemain Terbaik Liga 1 musim 2025/2026 saat membela Borneo FC, mencetak 18 gol dan 12 assist dalam 34 penampilan. Angka itu menempatkannya di atas rata-rata kontribusi ofensif pemain asing di Indonesia tiga musim terakhir. Kubu Persib memang sudah lama mengincar profil pemain yang bisa bermain sebagai second striker sekaligus playmaker — peran yang kosong sejak era David da Silva berakhir.

Latar belakang perekrutan ini tak lepas dari jadwal padat yang menanti Persib musim depan. Tim akan berlaga di Liga 1, Piala Indonesia, AFC Champions League Two, dan turnamen pramusim Piala Presiden. Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan kedalaman skuad jadi prioritas absolut. "Kami butuh pemain yang siap main 90 menit tiga kali seminggu tanpa penurunan performa signifikan," ujarnya usai acara peluncuran. Peralta, yang terbiasa main penuh di liga Brasil dan Argentina, dinilai fisiknya mumpuni untuk beban tersebut.

Negosiasi berlangsung diam-diam selama hampir dua bulan. CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Glenn Sugita, yang langsung mengurus deal ini, sengaja menahan informasi hingga tinta kering. Umuh Muchtar mengakui dirinya justru diminta bersabar oleh Glenn. "Pak Glenn suruh tahan, jangan bocor dulu. Alhamdulillah sekarang bisa diumumkan," tutur manajer senior itu sambil tersenyum. Strategi diam ini mencegah klub lain ikut menawar dan menghindari tekanan media sebelum kesepakatan final.

Masalah utama kini adalah kedatangan fisik Peralta ke Bandung. Pemain berusia 29 tahun itu masih di Buenos Aires mengurus administrasi visa dan kelengkapan keluarga. Umuh berharap tidak lebih dari Jumat (25/7) ia bisa turun di lapangan. Piala Presiden 2026 dibuka hari itu juga, dengan Persib jadi tuan rumah Grup A berhadapan Arema FC, DPMM FC Brunei, dan Tampines Rovers Singapura. Debut di hadapan Bobotoh di Gelora Bandung Lautan Api akan jadi momen simbolik: penutup saga transfer paling dinanti musim ini.

Jika Peralta sempat debut di Piala Presiden, pelatih Bojan Hodak mendapat keuntungan taktis besar. Turnamen empat tim ini jadi laboratorium uji coba sistem 4-2-3-1 yang dirancang sekitar Peralta sebagai nomor 10 bebas. Di sisi lain, Arema dan dua klub ASEAN hadir sebagai lawan uji coba nyata — bukan tim latihan. Kemampuan Peralta membaca ruang, mengirim bola giring ke sayap, dan ancaman tembakan jarak menengah akan diuji di level kompetitif sebelum Liga 1 bergulir Agustus mendatang.

Dampak komersial pun tak kalah signifikan. Penjualan jersey bermarka Peralta diprediksi melonjak 40% dibanding rata-rata peluncuran pemain asing tiga tahun lalu, berdasarkan data internal tim merchandising Persib. Sponsor utama tim, yang baru memperpanjang kontrak tiga tahun, juga menilai kehadiran bintang Argentina memperkuat daya tarik merek di pasar Asia Tenggara. Ini bukan sekadar transfer sepak bola, tapi investasi aset merek.

Di sisi lain, kehadiran Peralta menciptakan kompetisi internal yang sehat. Filipe Bertoldo, yang musim lalu jadi playmaker utama, kini punya partner yang bisa membagi beban kreatif. Sementara gelandang muda seperti Beckham Putra dan Ezra Walian mendapat mentor langsung dari pemain yang pernah main di Primera División Argentina. Efek tetes ke pembentukan karakter pemain lokal ini sering terabaikan tapi vital untuk jangka panjang.

Risiko tetap ada. Adaptasi budaya, makanan, dan gaya main Liga 1 yang lebih fisik dan lambat dibanding liga Amerika Selatan butuh waktu. Peralta sendiri pernah mengakui di wawancara media Argentina bulan lalu: "Indonesia punya sepak bola yang unik, penuh emosi dan tekanan fisik konstan. Saya harus siap mental." Staf medis dan tim psikolog Persib sudah menyiapkan program adaptasi 14 hari penuh sebelum dia dilempar ke kompetisi resmi.

Langkah selanjutnya jelas: integrasi penuh ke sistem latihan harian, uji coba taktis di tiga laga Piala Presiden, lalu penentuan komposisi start eleven untuk kick-off Liga 1. Jika Peralta bisa menyumbang minimal 15 kontribusi gol (gol + assist) di separuh musim pertama, transfer ini akan jadi salah satu perekrutan paling efisien era modern Persib. Bobotoh menunggu — dan kali ini, harapan didukung bukti statistik, bukan sekadar janji manajemen.

Mengapa Ini Penting

Perekrutan Peralta menandai pergeseran strategi Persib dari mengandalkan satu bintang (era David da Silva) ke membangun sistem dengan kedalaman skuad yang terukur. Kontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan implisit memberi stabilitas proyek jangka menengah — langka di Liga 1 yang penuh transfer musiman. Jika sukses, model baru manajemen Glenn Sugita, klub lain akan terpaksa meniru pendekatan berbasis data dan perencanaan jangka panjang, bukan sekadar membeli nama besar sesaat sebelum musim. Bagi Bobotoh, ini bukan sekadar transfer — tapi bukti komitmen manajemen untuk era dominasi berkelanjutan.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
19 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit