Olahraga

Persib Kehilangan Dua Andalan di Semifinal Piala Presiden Lawan Persija

Ringkasan

  • Pelatih Persib Igor Tolic mengonfirmasi Dion Markx dan Berguinho absen di laga semifinal Piala Presiden 2026 melawan Persija Jakarta di Bali, Minggu (4/8), menambah deretan cedera yang mengganggu persiapan Maung Bandung.

Persib Bandung harus berhadapan dengan realitas pahit menjelang laga puncak Piala Presiden 2026. Pelatih Igor Tolic mengakui kepergian dua pemain kunci, Dion Markx dan Berguinho, akan menguji kedalaman skuad Maung Bandung di semifinal melawan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (4/8) malam WITA.

Kedua pemain itu mengalami cedera yang memaksa mereka absen dalam jangka waktu berbeda. Dion Markx dipastikan tidak bisa tampil dalam dua laga mendatang, sementara Berguinho harus beristirahat minimal satu bulan. Kabar ini menyambar tim saat Persib sedang mengoleksi momentum tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan di fase grup.

Kecemasan Tolic tidak tanpa alasan. Musim lalu, Persib juga kehilangan Febri Hariyadi akibat cedera di ajang yang sama hingga absen sepanjang musim. "Ini seperti tradisi yang berulang," ujar pelatih asal Kroasia itu di lapangan pendamping Stadion GBLA, Minggu (2/8). Ia menilai intensitas Piala Presiden yang terlalu tinggi untuk turnamen pra-musim justru membahayakan kesiapan tim untuk liga dan kejuaraan resmi.

Fenomena cedera berantai ini bukan hanya dialami Persib. Tolic mengamati sejumlah tim lain juga mengalami nasib serupa. Ia menyebut penyerang Arema FC juga cedera, sementara banyak kasus lain tersembunyi di balik alasan "hal-hal kecil" yang sebenarnya disebabkan kelelahan berlebih. "Semua tim menurunkan skuad terbaik, dan pada akhirnya semua akan menghadapi konsekuensinya ketika liga dimulai," tegasnya.

Bagi Persib, absensi Dion dan Berguinho berarti kehilangan variasi serangan di sayap dan lini depan. Dion dengan kecepatan dan kemampuan satu lawan satu sering jadi peluit pembuka pertahanan lawan. Berguinho lalu memberikan ancaman udara dan finishing di kotak penalti. Keduanya adalah komponen vital dalam sistem 4-2-3-1 yang digulir Tolic sejak awal musim.

Kedalaman skuad kini diuji. Pemain seperti Ezra Walian, Ginanjar Wahyu, atau peluang bagi anak asuh baru seperti Tyronne del Pino harus siap mengisi kekosongan. Tolic sendiri mengaku sudah menyiapkan skenario taktis alternatif, meski menegaskan tidak akan memaksakan pemain yang belum 100 persen fit. "Kami punya dua pertandingan lagi, mari kita lihat siapa yang bertahan," ucapnya dengan nada realistis.

Lawan di semifinal, Persija Jakarta, hadir dengan momentum sendiri. Macan Kemayoran lolos sebagai runner-up Grup B dan memiliki motivasi besar untuk membalas kekalahan di final Piala Presiden 2024. Duel ini juga bermakna lebih dari sekadar final four — ini adalah El Clasico Indonesia yang selalu menarik perhatian jutaan penggemar di tanah air dan diaspora.

Secara historis, laga Persib vs Persija di Piala Presiden selalu memikat. Final 2024 lalu dimenangkan Persib 2-0 lewat gol David da Silva dan Mateo Kocijan. Kini, tanpa dua andalan, Tolic harus mengandalkan manajemen permainan dan ketahanan mental tim. "Ketika bermain demi gengsi dan uang, intensitas akan berbeda," kata Tolic meramal nuansa laga.

Pendekatan Tolic soal manajemen beban fisik layak jadi sorotan. Ia konsisten menentang format turnamen pra-musim yang terlalu padat. Argumennya sederhana: risiko cedera jangka panjang jauh lebih mahal dibanding prestasi sementara di Piala Presiden. Beberapa pelatih lain di Liga 1 sebenarnya berbagi kekhawatiran serupa, namun tertekan oleh keharusan komersial dan kontrak sponsor.

Dari perspektif penggemar, kehadiran El Clasico di semifinal tetap menjadi daya tarik utama. Penjualan tiket dibuka sejak Jumat lalu dan diprediksi habis dalam hitungan jam. Siaran langsung di stasiun televisi nasional dan platform streaming juga dipastikan akan mencatat rating tertinggi musim ini. Bagi liga dan sponsor, ini adalah momentum emas.

Namun, pertanyaan fundamental tetap menggelegar: apakah Piala Presiden dalam format saat ini masih relevan? Banyak pakar olahraga menilai turnamen ini perlu diredesain — misalnya diadakan sebelum pra-musi dimulai, atau mengurangi jumlah pertandingan. Pengalaman Persib dua tahun berturut-turut kehilangan pemain kunci jadi bukti nyata bahaya format yang terlalu intensif.

Ke depan, Persib harus fokus pada dua hal: lolos ke final Piala Presiden dan memastikan skuad utama pulih sebelum Liga 1 2026/2027 bergulir Agustus mendatang. Tolic sudah menegaskan prioritas utamanya adalah liga dan Piala AFC. "Mari kita lihat siapa yang bertahan," kalimat penutupnya itu terdengar seperti mantra untuk timnya: bertahan, beradaptasi, dan bangkit.

Mengapa Ini Penting

Kedua cedera ini menguji manajemen skuad Tolic di momen kritis: El Clasico di semifinal turnamen bergengsi. Lebih dari hasil satu pertandingan, kasus ini mempertajam perdebatan nasional soal relevansi format Piala Presiden yang terlalu intensif dan berisiko merusak kesiapan tim untuk musim resmi. Jika Persib gagal mengelola krisis ini, dampaknya bisa menyebar ke kampanye Liga 1 dan Piala AFC — dua target utama klub. Sisi positifnya, ini membuka peluang bagi pemain cadangan untuk membuktikan diri di panggung terbesar.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
2 Agustus 2026
Waktu Baca
5 menit