Sepakbola

Persib Juara Dewata Challenge 2026 Usai Drama Kartu Merah dan Gol Akhir

Ringkasan

  • Persib Bandung meraih gelar juara Dewata Challenge Series 2026 setelah mengalahkan tuan rumah Bali United 3-2 dalam laga penuh drama di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (18/8) malam.

Persib Bandung resmi mengunci gelar juara Dewata Challenge Series 2026 usai menumbangkan Bali United 3-2 dalam final yang berlangsung sengit di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (18/8) malam. Kemenangan itu tidak hanya menghadirkan trofi perdana bagi Maung Bandung di era pelatih baru, tetapi juga menampilkan alur cerita sinematik dengan dua kartu merah dan gol penentu di menit tersisa.

Sejak kickoff, Persib menunjukkan dominasi bola dan menekan lini belakang Bali United. Serangan Maung Bandung berulang kali mengancam gawang Mike Hauptmeijer, namun ketajaman sayap Uilliam Barros dan Ragnar Oratmangoen belum didukung finishing yang matang. Di sisi lain, Bali United memilih strategi bertahan sambil menunggu peluang konter melalui kecepatan Teppei Yachida dan Brandon Wilson.

Drama pertama terjadi pada menit ke-33 ketika Yachida berhasil memasukkan bola ke gawang Fitrah Maulana usai menerima umpan silang dari kanan. Namun, wasit membatalkan gol tersebut setelah menilai bola telah melintasi garis touche sebelum diumpankan. Keputusan itu memicu protes keras dari skuad Serdadu Tridatu, namun permainan berlanjut tanpa perubahan skor.

Bali United akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-53 lewat sepakan kaki kanan Brandon Wilson dari luar kotak penalti. Gol itu bermula dari kekacauan di kotak penalti Persib usai tembakan Remco Balk diblok, dan Wilson paling cepat bereaksi menembak keras ke pojok kiri gawang Fitrah. Keunggulan 1-0 membuat tribun penuh penonton tuan rumah bergemuruh.

Kendati demikian, keuntungan Bali United tak berlangsung lama. Hanya satu menit kemudian, Thomas Lam didorong ke titik putih usai melanggar Baros di dalam kotak penalti. Bek asal Belanda itu langsung dikartu merah langsung, meninggalkan Bali United bermain dengan 10 orang. Marc Klok mengeksekusi penalti dengan tenang, mengelabui kiper Danijel Loncar, dan menyamakan skor 1-1 pada menit ke-57.

Bali United tak ingin menyerah meski kekurangan pemain. Pada menit ke-59, Joao Ferrari mengunggulkan kembali tuan rumah 2-1 lewat sundulan akurat memanfaatkan tendangan bebas Yachida dari sayap kanan. Gol itu menunjukkan mentalitas baja tim pelatih Johnny Jansen yang tetap berani menyerang meski numerik tertinggal.

Persib kemudian meningkatkan intensitas tekanan di babak kedua. Masuknya pemain segar dan pengaturan taktis dari pelatih Bojan Hodak membuat alur serangan Maung Bandung lebih bervariasi. Pada menit ke-89, Gabriel Mutombo muncul sebagai pahlawan tak terduga ketika mengakhiri umpan silang presisi dengan sundulan keras ke gawang Hauptmeijer, membalikkan skor jadi 3-2 bagi Persib.

Kebahagiaan Mutombo tak sempat dinikmati lama. Wasit menampilkan kartu kuning kedua bagi bek asal Kongo itu karena selebrasi yang dinilai berlebihan — melepas baju dan berlari ke tribun penonton lawan. Kartu merah itu menyamakan jumlah pemain di lapangan menjadi 10 lawan 10 untuk sisa waktu tambahan.

Susunan pemain kedua tim menunjukkan pendekatan berbeda. Persib memasang formasi 4-3-3 dengan Fitrah Maulana di gawang, lini belakang Patricio Matricardi-Eliano Reijnders, dan trio gelandang Thom Haye-Marc Klok-Dedi Kusnandar. Sementara Bali United bertindak dengan 4-4-2 yang bertransformasi jadi 4-5-1 usai kartu merah Lam, mengandalkan Jort van der Sande sebagai penyerang tunggal.

Kemenangan ini memberikan momentum psikologis penting bagi Persib menjelang kompetisi resmi Liga 1 2026/2027. Integrasi rekrutan baru seperti Reijnders, Oratmangoen, dan Baros terlihat mulai menemukan kimia, sementara Fitrah Maulana membuktikan dirinya layak jadi andalan di bawah mistar. Sisi lain, Bali United meski kalah tampil kompeten dan hanya kalah tipis usai bermain 35 menit dengan 10 orang.

Turnamen pramusim ini juga menjadi uji coba regulasi baru PSSI terkait penggunaan VAR dan aturan selebrasi ketat. Kedua kartu merah — satu untuk pelanggaran brutal, satu untuk selebrasi — menjadi studi kasus nyata bagi wasit dan klub dalam menerapkan disiplin baru. Persib pulang ke Bandung dengan trofi, tiga poin kepercayaan diri, dan catatan sejarah sebagai juara pertama Dewata Challenge Series.

Mengapa Ini Penting

Kemenangan Persib di Dewata Challenge 2026 bukan sekadar trofi pramusim — ini sinyal kuat bahwa rekrutan besar mereka (Reijnders, Oratmangoen, Baros) sudah mulai menggeliat di sistem Bojan Hodak. Bagi Bali United, performa kompetitif meski kalah 10 lawan 11 menunjukkan kedalaman skuad Johnny Jansen yang layak dijadikan lawan ketat di Liga 1. Kedua kartu merah jadi tes pertama aturan selebrasi ketat PSSI yang akan memengaruhi disiplin seluruh klub Indonesia musim depan. Trofi ini juga memberi Persib momentum psikologis vital sebelum kickoff Liga 1, di mana mereka akan menjadi target utama lawan sebagai juara bertahan.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
18 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit