Maung Bandung tampil menguasai laga sejak menit-menit awal di Gianyar. Pada menit ke-22, Uilliam Baros membuka keunggulan lewat tendangan datar pasca sepak pojok yang tak terjangkau kiper Muchamad Aqil Savik. Keuntungan dilipatgandakan enam menit kemudian setelah Denis Kolinger melakukan handball di kotak penalti, divalidasi wasit Yudai Yamamoto usai meninjau VAR, dan Balsa Sekulic mengeksekusi penalti dengan tenang ke gawang meski arah tembakannya terbaca.
Persija kesulitan membangun permainan di hadapan tekanan tinggi Persib. Sayap kiri Macan Kemayoran, Witan Sulaeman, sempat menciptakan peluang berbahaya pada menit ke-16 namun sepakan kaki kirinya meleset ke samping gawang. Peluang emas kedua datang pada menit ke-37 melalui Eksel Runtukahu yang bebas dari pengawalan, namun striker tersebut menembak ke atas mistar.
Kedatangan pelatih baru John Herdman di Persija tampak belum memberikan pola bermain yang kohesif. Susunan 4-2-3-1 dengan Fabio Calonego sebagai playmaker dan Stjepan Loncar di tengah pertahanan gagal menahan gelombang serangan Persib yang dipandu Luciano Guaycochea dan Adam Alis. Sisi kanan pertahanan Persija, Ilham Rio Fahmi, sering kali tertinggal ketika Luka Menalo dan Ikwan Tanamal bergabung menyerang.
Di sisi lawan, Persib menunjukkan kematangan taktis di bawah kendali pelatih mereka. Patricio Matricardi dan Gabriel Mutombo mengunci lini tengah dengan rapi, sementara Gakuto Notsuda bekerja keras menutupi ruang di tengah lapangan. Kapten Adam Alis meski dikuning pada menit ke-19 atas pelanggaran terhadap Calonego, tetap mengendalikan tempo permainan dari posisi box-to-box.
Statistik babak pertama mencerminkan dominasi Persib: penguasaan bola mendekati 65 persen, sembilan tembakan ke arah gawang, dan lima sepak pojok. Persija hanya mencatat dua tembakan berbahaya dan nol sepak pojok. Kiper Teja Paku Alam relatif tenang, hanya melakukan dua penyelamatan rutin sepanjang 45 menit.
Faktor kelelahan bisa jadi penentu babak kedua. Persib baru saja bermain penuh 90 menit di babak perempat final empat hari lalu, sedangkan Persija memiliki jeda istirahat yang sama. Namun, kedalaman skuad Maung Bandung dengan pilihan cadangan seperti Ryan Kurnia dan David da Silva memberikan fleksibilitas taktis yang lebih besar dibandingkan cadangan Persija yang lebih muda dan kurang berpengalaman.
Rivalitas klasik ini menambah beban psikologis bagi pemain Persija. Kekalahan di babak pertama semifinal turnamen pramusim berarti mereka harus mengejar dua gol di babak kedua tanpa membiarkan lawan mencetak lagi — tugas berat mengingat pertahanan Persib belum menunjukkan celah signifikan. Sejarah menunjukkan Persija sulit balik dari posisi tertinggal dua gol di laga knockout melawan Persib.
Wasit Yudai Yamamoto mengelola pertandingan dengan ketat. Kartu kuning untuk Adam Alis pada menit ke-19 tampak tepat, begitu pula keputusan penalti usai review VAR. Keputusan tersebut memicu protes keras dari pemain Persija, namun wasit Jepang itu tegas menolak protes dan melanjutkan pertandingan. Tidak ada keputusan kontroversial lain yang memengaruhi alur laga.
Jika skor tetap hingga peluit panjang, Persib akan melangkah ke final Piala Presiden 2026 untuk menghadapi pemenang semifinal lawan antara Borneo FC dan Arema FC. Bagi Persija, kekalahan ini menjadi evaluasi keras sebelum Liga 1 2026-2027 bergulir bulan depan. Tim dari Kemayoran harus segera menemukan kimia tim, terutama di sektor sayap dan lini depan yang tampak kaku.
Piala Presiden 2026 menjadi uji coba terakhir sebelum musim kompetisi resmi. Performa Persib di babak pertama ini mengirim sinyal kuat ke liga: Maung Bandung siap membela gelar juara. Sementara Persija punya waktu dua minggu untuk memperbaiki ketidaksempurnaan sebelum debut liga. Babak kedua nanti akan menjawab apakah Macan Kemayoran mampu bangkit, atau Persib akan melanjutkan dominasi mereka ke final.