Persib Bandung segera melanjutkan agenda pramusim mereka dengan berpartisipasi dalam turnamen Dewata Challenge Series 2026 yang akan berlangsung di Bali. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pelatih Igor Tolic dalam mematangkan komposisi tim sebelum menghadapi jadwal padat di musim kompetisi 2026/2027.
Setelah menutup perjalanan di Piala Presiden 2026 sebagai runner-up, Maung Bandung langsung mengalihkan fokus ke pemusatan latihan di Pulau Dewata. Selama periode 11 hingga 18 Agustus, skuad Pangeran Biru akan mengasah taktik dan membangun chemistry antar pemain untuk memastikan kesiapan fisik maupun mental.
Stadion Kapten I Wayan Dipta dipilih sebagai lokasi perhelatan Dewata Challenge Series. Persib dijadwalkan menjalani dua laga uji coba krusial, yakni menghadapi klub asal Malaysia, Sabah FC, pada Sabtu (15/8), dan menantang tuan rumah Bali United pada Selasa (18/8). Seluruh pertandingan ini direncanakan berlangsung pada malam hari untuk menyesuaikan dengan ritme kompetisi sesungguhnya.
Turnamen ini bukan sekadar ajang uji coba biasa. Bagi Persib, Dewata Challenge Series menjadi sarana seleksi internal guna menentukan kerangka utama tim. Igor Tolic dituntut untuk segera menemukan racikan terbaik, mengingat tantangan besar sudah menanti di depan mata pada penghujung bulan Agustus.
Keikutsertaan Persib dalam turnamen segitiga ini juga melibatkan Bali United dan Sabah FC, di mana laga antara Bali United melawan Sabah FC akan lebih dulu dihelat pada Kamis (13/8). Interaksi dengan klub lintas negara seperti Sabah FC memberikan dimensi baru bagi persiapan tim, terutama dalam hal adaptasi menghadapi gaya permainan tim luar yang memiliki karakteristik berbeda dari klub-klub domestik.
Secara strategis, rangkaian uji coba di Bali adalah fondasi penting sebelum Persib terjun ke kompetisi Asia. Keberhasilan atau kegagalan dalam membangun ritme permainan di Dewata Challenge Series akan berdampak langsung pada performa tim saat menghadapi laga playoff AFC Champions League 2026/2027.
Persib dijadwalkan menjamu Manila Digger di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 31 Agustus mendatang. Laga tersebut menjadi pembuktian awal bagi Persib untuk menunjukkan taji mereka di level kontinental, sekaligus menjaga nama baik sepak bola Indonesia di mata Asia.
Selain kompetisi Asia, fokus Persib juga terbagi pada agenda domestik. Setelah menuntaskan laga playoff, mereka harus segera beralih ke kancah Super League yang akan dimulai pada 6 September. PSM Makassar telah menanti sebagai lawan pertama di Stadion GBLA, sebuah ujian berat yang menuntut kesiapan penuh sejak menit awal.
Manajemen Persib memandang periode pramusim ini sebagai fase krusial bagi kesinambungan prestasi. Sebagai juara bertahan Super League, beban ekspektasi yang dipikul oleh Beckham Putra dan kolega tentu tidak ringan. Oleh karena itu, setiap menit waktu di lapangan selama di Bali harus dimaksimalkan oleh tim pelatih.
Bagi para penggemar, performa di Dewata Challenge Series akan menjadi indikator awal apakah Persib mampu mempertahankan dominasi mereka di liga domestik sekaligus bersaing di level internasional. Konsistensi permainan yang ditunjukkan di Bali akan menjadi sinyal kuat bagi lawan-lawan mereka di musim mendatang.
Ke depan, integrasi pemain baru dengan pola permainan yang diusung Igor Tolic akan menjadi kunci utama. Jika mampu memanfaatkan durasi latihan dan pertandingan di Bali dengan optimal, Persib memiliki peluang besar untuk mengawali musim dengan catatan positif, baik di kancah domestik maupun panggung Asia.