Persebaya Surabaya resmi mengakhiri musim pramusim Liga 1 2026/2027 dengan gelar juara Piala Presiden usai menundukkan Persib Bandung melalui drama adu penalti di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (7/8/2026). Kemenangan itu tidak hanya menghadirkan trofi bagi Bajul Ijo, tapi juga membuktikan proyek tim yang dibangun sejak inter-season mulai menunjukkan struktur permainan yang matang.
Kapten Francisco Rivera menjadi tokoh sentral di balik keberhasilan itu. Gelandang asal Meksiko itu dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Presiden 2026 setelah menampilkan performa konsisten dari fase grup hingga final. Panitia penyelenggara melalui akun resmi turnamen menegaskan bahwa kontribusi, kualitas, dan pengaruh Rivera di atas lapangan menjadi penentu kunci perjalanan Persebaya menuju puncak klasemen.
Rivera bukan nama asing bagi penggemar sepak bola Indonesia. Sejak bergabung dengan Persebaya musim 2024/2025, ia telah membuktikan diri sebagai playmaker yang mampu mengatur tempo permainan sekaligus menjadi pemecah masalah di zona tengah. Di Piala Presiden kali ini, ia mencatatkan tiga assist dan satu gol penting di babak semifinal lawan Arema FC. Kemampuannya membaca ruang dan mengirimkan umpan tembus pertahanan lawan menjadikannya nightmares bagi setiap tim lawan.
Di sisi lain, predikat Top Skor atau Sepatu Emas jatuh ke tangan Gustavo Henrique dari Arema FC. Striker Brasil itu mengemas empat gol sepanjang turnamen, meski timnya harus puas di peringkat keempat usai dikalahkan Persija Jakarta di perebutan tempat ketiga. Ketajaman Gustavo di depan gawang memang tak diragukan, namun ironisnya, gol-gol itu tidak mampu mengantarkan Singo Edan ke match final. Hal ini membuka pertanyaan seputar efisiensi tim Arema mengonversi peluang menjadi poin.
Penghargaan Pemain Muda Terbaik disandang Arlyansyah Abdulmanan dari Persija Jakarta. Pemain berusia 20 tahun itu menampilkan performa penuh percaya diri dan konsisten di setiap kesempatan yang diberikan pelatih. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa regenerasi bakat muda di klub besar seperti Persija berjalan dengan baik. Arlyansyah sebelumnya sudah menarik perhatian di level usia muda nasional, dan kini ia membuktikan kesiapannya bersaing di level senior profesional.
Persib Bandung sebagai runner-up tetap menunjukkan kualitas tim yang siap berkompetisi di musim depan. Meski gagal meraih gelar, Maung Bandung menampilkan struktur permainan yang terorganisir di bawah asuhan pelatih baru mereka. Kekalahan di adu penalti lebih,Jejak mereka di turnamen ini — termasuk kemenangan dramatis lawan Persija di semifinal — menunjukkan mentalitas juara yang dibangun tim.
Peringkat ketiga diraih Persija Jakarta usai mengalahkan Arema FC. Kemacetan di semifinal lawan Persib memang menghentikan langkah Macan Kemayoran, tapi penampilan Arlyansyah dan ketahanan lini belakang jadi nilai tambah yang bisa dibawa ke Liga 1. Sementara Arema FC di posisi keempat tetap punya Gustavo sebagai senjata andalan, meski tim perlu mengevaluasi efisiensi serbuan dan ketahanan mental di menit-menit krusial.
Penghargaan Suporter Terbaik kembali milik Persebaya Surabaya. Dukungan massa Bajul Ijo di Gelora Bung Tomo menciptakan atmosfer yang menakutkan bagi lawan dan mendorong tim di momen-momen sulit. Budaya suporter yang terorganisir ini menjadi aset tak tergantikan bagi klub dan liga secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, Piala Presiden 2026 berhasil memenuhi fungsinya sebagai turnamen pramusim yang kompetitif. Empat besar Liga 1 — Persebaya, Persib, Persija, Arema — semuanya hadir dengan komposisi tim yang sudah relatif matang. Integrasi pemain asing baru, promosi bakat muda, dan penyesuaian sistem taktis terlihat jelas di setiap pertandingan.
Bagi Persebaya, gelar ini menjadi momentum psikologis yang berharga sebelum kick-off Liga 1. Namun, sejarah membuktikan kejuaraan pramusim tidak selalu menjamin kesuksesan di liga reguler. Musim 2023/2024, PSM Makassar juara Piala Presiden tapi gagal finis di empat besar Liga 1. Tugas pelatih dan manajemen Persebaya kini adalah mempertahankan konsistensi Rivera dan seluruh skuad selama marathon musim panjang.
Fokus selanjutnya bergeser ke persiapan Liga 1 yang dibuka Agustus mendatang. Transfer window masih terbuka, dan keempat finalis Piala Presiden kemungkinan besar masih akan memperkuat skuad. Dinamika persaingan akan lebih ketat dengan hadirnya tim-tim seperti Bali United, PSM Makassar, dan Borneo FC yang tidak ikut turnamen ini. Piala Presiden 2026 telah memberikan gambaran awal: musin Liga 1 2026/2027 menjanjikan pertarungan yang sangat sengit.