Negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada runtuh pada Jumat malam waktu setempat, memicu gelombang baru perang tarif yang kini menyeret industri olahraga — khususnya hoki es — ke dalam gejolak ketidakpastian ekonomi. Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan penangguhan pembicaraan dan pengenaan tarif balik setara nilai, menanggapi apa yang ia sebut "perubahan menit terakhir" dari pihak AS yang "tidak adil dan tidak ekonomis".
Keputusan ini berarti tarif 50 persen yang diancam Presiden Donald Trump sejak Juli lalu resmi berlaku pada pukul 00.00 Sabtu, menargetkan impor Kanada bernilai sekitar 20 miliar dolar AS. Daftar barang yang dikenai tarif meliputi anggur, produk susu, semen, pakaian, dan — yang paling relevan bagi dunia olahraga — peralatan hoki. Tarif ini menumpang pada beban yang sudah ada: baja, aluminium, otomotif, dan kayu Kanada sudah dikenakan tarif terpisah sejak awal pemerintahan Trump.
Industri hoki, yang sangat bergantung pada rantai pasokan lintas batas, kini menghadapi tekanan biaya ganda. Kayu maple dan komposit karbon untuk stick, pelindung badan, serta perlengkapan goalkeeper mayoritas diproduksi atau dirakit di Kanada sebelum diekspor ke pasar AS — pasar terbesar NHL dan liga amatur. Tarif 50 persen secara efektif memperdagangkan harga ecer peralatan entry-level hingga profesional, membebani klub, sekolah, dan orang tua pemain muda.
Latar belakang konflik ini bermula dari strategi "America First" Trump yang mengaktifkan Tariff Act 1930 — undang-undang era Depresi Besar — untuk mengunci tarif tinggi tanpa persetujuan Kongres. Kanada merespons dengan tarif balas pada barang AS seperti alkohol, yang menyebabkan provinsi-provinsi Kanada menarik produk alkohol AS dari rak toko. Carney pernah meminta provinsi mengembalikan produk tersebut sebagai tanda baik, namun permintaan terbaru AS soal kuota susu dan akses keju justru memperketat negosiasi.
Wakil Perdagangan AS Jamieson Greer menuduh Kanada "mundur dari komitmen" dan menambahkan tuntutan baru. "Kami tidak akan mentolerir tarif balik," tegas Greer pekan lalu, mengancam eskalasi lebih lanjut. Chamber of Commerce AS memperingatkan tarif ini akan merusak kedua ekonomi, mengganggu rantai pasokan kritis, dan mengancam 13 juta lapangan kerja yang bergantung pada perjanjian USMCA.
Bagi Indonesia, meski tidak terlibat langsung, dampak merambat ke industri peralatan olahraga domestik. Beberapa merek stick hoki dan perlengkapan goalkeeper yang dijual di Indonesia mengimpor bahan baku atau produk jadi dari Kanada via distributor AS. Kenaikan biaya impor akibat perang tarif akan diteruskan ke harga jual lokal. Selain itu, ketidakstabilan rantai pasokan global mendorong pelaku industri dalam negeri — seperti produsen komposit di Jawa Barat — untuk mempercepat pengembangan bahan baku lokal guna mengurangi ketergantungan impor.
Di sisi lain, NHL dan Hockey Canada belum mengeluarkan pernyataan resmi soal proyeksi biaya musim depan. Namun, insider liga mengakui tim-tim minor league dan program pengembangan pemuda paling rentan. "Kami sudah merasakan tekanan harga kayu maple tahun lalu," ujar seorang manajer peralatan tim AHL yang meminta anonimitas. "Jika tarif 50 persen bertahan lama, kami harus mengevaluasi anggaran peralatan musim 2025-26."
Sementara itu, survei Abacus Data menunjukkan 36 persen warga Kanada mendukung balasan tarif, sementara 30 persen ingin negosiasi dilanjutkan. Polaritas opini publik mempersulit Carney untuk mengambil langkah deeskalasi tanpa terlihat lemah di hadapan pemilih domestik.
Langkah selanjutnya bergantung pada apakah kedua pihak mau kembali ke meja hijau. Trump pernah menjeda tarif sementara pekan lalu, mengklaim kesepakatan "sangat baik" di ujung tunnel. Namun kegagalan Jumat malam membuktikan kepercayaan sudah erosi. Jika perang tarif memanjang, industri hoki global — termasuk pasar Asia Tenggara yang tumbuh — akan merasakan getaran harga dan ketersediaan stok minimal 12-18 bulan ke depan.