Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism. Langkah strategis ini diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap penyelenggaraan berbagai ajang trail run di berbagai daerah di Jawa Tengah. Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, menegaskan bahwa perhelatan olahraga lari lintas alam memiliki potensi besar untuk mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus mempromosikan keindahan alam daerah.
Dalam acara 'Road to Muria Trail Run' yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (12/7), Sumarno menyampaikan harapannya agar ajang serupa dapat diselenggarakan secara merata di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan instrumen efektif dalam memperkenalkan destinasi wisata lokal kepada komunitas lari dari berbagai daerah, yang pada akhirnya akan memperkuat citra pariwisata Jawa Tengah di tingkat nasional.
Kegiatan di Semarang ini merupakan rangkaian sosialisasi menuju puncak acara 'Muria Trail Run 2026' yang dijadwalkan berlangsung pada 1-2 Agustus 2026 di Desa Rahtawu, Kabupaten Kudus. Sebanyak 100 pelari dari berbagai komunitas antusias mengikuti sesi pemanasan sejauh 5 kilometer, sekaligus mendapatkan wawasan mendalam mengenai konsep dan tantangan yang akan dihadapi di lereng Gunung Muria nanti.
Event Director Muria Trail Run 2026, Yuda Kristiawan, menjelaskan bahwa ajang ini mengusung konsep Eco Green Sport Tourism dengan semangat 'Stride for Sustainability'. Selain menyuguhkan jalur lari yang menantang, panitia menekankan pentingnya konservasi lingkungan. Peserta diajak untuk tidak hanya menikmati keindahan alam pegunungan, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian ekosistem di kawasan lereng Gunung Muria selama perlombaan berlangsung.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, antusiasme peserta tercatat meningkat signifikan dengan target partisipasi mencapai lebih dari 500 orang. Panitia menyediakan berbagai kategori perlombaan mulai dari 8K, 15K, 30K, hingga 45K, termasuk kategori master bagi pelari berusia 40 tahun ke atas. Hingga saat ini, sebagian besar kuota telah terisi, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap tren olahraga lari lintas alam.
Lebih dari sekadar ajang olahraga, Muria Trail Run 2026 juga mengangkat tema 'Hajatan Rahtawu' yang mengedepankan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Warga desa dilibatkan secara langsung dalam penyediaan akomodasi, konsumsi, dan dekorasi tradisional. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi penduduk setempat, sekaligus menciptakan pengalaman budaya yang autentik bagi para pelari yang berkunjung ke lereng Gunung Muria.