Sepakbola

Pemain Indonesia Bersinar di Eropa: Gol Ole, Assist Nathan, Paes Solid di Ajax

Ringkasan

  • Ole Romeny mencetak gol perdana untuk Fortuna Sittard dalam laga pekan pertama Eredivisie melawan PSV Eindhoven, Minggu (9/8), sementara Nathan Tjoe-A-On mencatatkan assist untuk Willem II.
  • Total delapan pemain Indonesia atau keturunan Indonesia berkarier di berbagai liga Eropa pekan ini.

Ole Romeny mengukir momen bersejarah bagi karier profesionalnya. Pemain asal Indonesia itu mencetak gol perdana untuk Fortuna Sittard dalam laga pekan pertama Eredivisie 2026/2027 melawan PSV Eindhoven di Stadion Sittard, Minggu (9/8/2026). Gol menit ke-42 itu menjadi penanda keberhasilannya menembus starting XI klub asal Belanda tersebut.

Romeny tampil penuh selama 90 menit dan berkontribusi langsung dalam hasil imbang 2-2 yang diraih Fortuna Sittard. Penampilan impresifnya mendapat pengakuan resmi ketika dinobatkan sebagai Man of the Match. Konsistensi permainannya sepanjang pertandingan menunjukkan bahwa pemain berusia muda ini mulai menemukan ritme terbaik di liga utama Belanda.

Keberhasilan Romeny mencetak gol perdana bukan sekadar catatan pribadi. Ini menandai keberhasilan adaptasi pemain Indonesia di salah satu kompetisi paling kompetitif di Eropa. Eredivisie dikenal sebagai tempat pembinaan bakat-bakat muda terbaik dunia, dan kemampuan Romeny menembus skuad utama Fortuna Sittard patut mendapat apresiasi tersendiri.

Sejalan dengan keberhasilan Romeny, Justin Hubner juga bermain penuh untuk Fortuna Sittard di laga yang sama. Duet pemain Indonesia ini menjadi kekuatan baru bagi klub asal Brabant Utara itu. Fortuna sendiri memulai musim dengan catatan positif meski harus puas berbagi satu poin dengan PSV.

Di Go Ahead Eagles, Dean James tampil selama 75 menit dalam kemenangan telak 4-1 atas Willem II. Performa solidnya di lini tengah membantu Eagles menguasai jalannya pertandingan. Sebaliknya, Nathan Tjoe-A-On yang memperkuat Willem II mencatatkan satu assist meski timnya menelan kekalahan. Kontribusi keduanya menunjukkan bahwa pemain Indonesia mampu memberikan dampak positif meski berada di tim yang berbeda.

Pergeseran ke Belgia, Joey Pelupessy menjadi figur sentral bagi Lommel SK. Gelandang veteran itu bermain penuh selama 90 menit saat Lommel meraih hasil imbang 1-1 melawan Sint-Truiden di pekan pembuka Jupiler Pro League. Pengalaman Pelupessy di liga Eropa menjadi aset berharga bagi klub asal provinsi Limburg itu.

Calvin Verdonk juga mendapat kesempatan bermain bersama Lille dalam laga pramusim melawan HSV Hamburg. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-68, Verdonk turut membantu Lille menutup pertandingan dengan skor imbang 2-2. Meski baru berstatus pemain pengganti, kehadiran Verdonk di skuad Lille menunjukkan kepercayaan pelatih terhadap kemampuannya.

Di Jerman, Kevin Diks tampil sebagai starter saat Borussia Monchengladbach menghadapi Hoffenheim. Pertandingan pramusim itu menggunakan format khusus 2 x 60 menit, sehingga durasi penuh mencapai 120 menit. Diks bermain selama satu babak penuh sebelum digantikan. Gladbach akhirnya menang telak 4-1 setelah melakukan comeback spektakuler.

Catatan paling mengesankan datang dari Maarten Paes. Penjaga gawang yang membela Timnas Indonesia itu tampil penuh 90 menit saat Ajax Amsterdam menghadapi Shelbourne FC pada leg pertama ronde ketiga kualifikasi UEFA Conference League di Johan Cruyff Arena. Keberhasilannya menjaga gawang Ajax tetap kokoh membantu klub meraih kemenangan 3-1 dan menjaga keunggulan menuju leg kedua.

Keberhasilan delapan pemain Indonesia atau keturunan Indonesia tampil di berbagai liga Eropa ini menunjukkan tren positif dalam ekspatriasi pemain Merah Putih. Jika sebelumnya hanya segelintir nama yang berkarier di Eropa, kini jumlahnya terus bertambah dan masing-masing mampu memberikan kontribusi nyata bagi klubnya.

Bagi industri sepak bola Indonesia, fenomena ini memiliki implikasi signifikan. Semakin banyaknya pemain Indonesia yang mendapat menit bermain di kompetisi Eropa berarti semakin banyak pula pengalaman dan pengetahuan taktik yang akan dibawa pulang untuk memperkuat kualitas Timnas Indonesia dan kompetisi domestik. Pemain seperti Paes, yang sudah menjadi pilihan utama di Ajax, membuktikan bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di level tertinggi.

Jadwal pramusim yang masih berjalan menjadi kesempatan bagi pemain-pemain ini untuk terus membuktikan kualitas. Gladbach masih akan menghadapi Velbert pada 12 Agustus dan Aston Villa pada 15 Agustus. Sementara Ajax masih menanti leg kedua kualifikasi UECL melawan Shelbourne. Momen-momen ini menjadi penting untuk memastikan tempat permanen di skuad utama masing-masing klub.

Mengapa Ini Penting

Kehadiran delapan pemain Indonesia atau keturunan Indonesia di berbagai liga Eropa bukan sekadar catatan statistik, melainkan cerminan dari evolusi sepak bola nasional. Pemain seperti Maarten Paes yang menjadi pilihan utama Ajax di kualifikasi UEFA Conference League menunjukkan bahwa produk akademi Indonesia mampu bersaing di level tertinggi. Fenomena ini berpotensi menciptakan efek domino: semakin banyak pemain muda Indonesia yang terinspirasi untuk berkarier di Eropa, semakin banyak pula pengetahuan taktik dan disiplin profesional yang akan dibawa pulang. Dampak jangka panjangnya sangat signifikan bagi kualitas Timnas Indonesia di pentas Asia dan dunia.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
10 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit