Persib Bandung kembali menjadi sorotan di pentas sepak bola Asia saat bersiap menjamu wakil Vietnam, The Cong-Viettel FC, dalam laga kedua Grup E AFC Champions League (ACL) 2 musim 2026/2027. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, pada Rabu (14/10).
Pelatih The Cong-Viettel, Velizar Popov, melontarkan pujian tinggi terhadap kualitas Maung Bandung. Juru taktik asal Bulgaria ini secara terbuka mengakui bahwa Persib bukan sekadar tim besar di Indonesia, melainkan kekuatan yang patut diperhitungkan di level kontinental Asia.
Keyakinan Popov didasarkan pada performa impresif Persib yang mampu mencuri kemenangan tandang saat menghadapi Seoul FC di Korea Selatan dan Port FC di Thailand. Hasil positif tersebut menjadi bukti nyata bahwa anak asuh Bojan Hodak memiliki mentalitas kompetitif yang mumpuni.
Menghadapi jadwal padat, di mana Persib baru saja melakoni laga domestik melawan Dewa United pada Minggu (11/10), Popov tetap menaruh kewaspadaan tinggi. Ia tidak percaya bahwa kelelahan akan menjadi penghalang bagi Persib untuk tampil maksimal di hadapan pendukungnya sendiri.
Menurut Popov, kedalaman skuad Persib menjadi pembeda utama. Ia mengamati bagaimana rotasi pemain yang dilakukan Persib di liga domestik maupun kompetisi Asia berjalan sangat mulus. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pemain pelapis mereka tidak terpaut jauh dari tim utama.
Analisis taktikal yang dilakukan kubu The Cong-Viettel mengungkapkan perbedaan mencolok antara skema bermain Persib di liga lokal dan panggung Asia. Popov menyoroti bagaimana Persib mampu mengubah dinamika serangan dengan memasukkan pemain pengganti yang memiliki kualitas setara untuk memberikan dampak instan di babak kedua.
Kualitas lini serang Persib menjadi fokus utama dalam persiapan The Cong-Viettel. Popov menyebut beberapa nama pemain, termasuk Marc Klok, sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar di lapangan. Ia mengakui bahwa kendati Persib memiliki masalah di sektor bek tengah akibat cedera, kekuatan kolektif mereka tetap menakutkan.
Di sisi lain, gelandang The Cong-Viettel, Lucas Ribamar, menyatakan kesiapan timnya untuk menghadapi tekanan publik Bandung. Meski menyadari reputasi besar Persib, ia menegaskan bahwa timnya telah melakukan persiapan matang untuk mencuri hasil positif dari lawatan ke Indonesia ini.
Bagi industri sepak bola Indonesia, performa Persib di ACL 2 menjadi indikator kebangkitan kualitas klub-klub tanah air di kancah Asia. Keberhasilan menaklukkan tim-tim kuat dari Korea Selatan dan Thailand membuktikan bahwa kesenjangan level permainan perlahan mulai terkikis.
Strategi rotasi yang dipuji oleh Popov juga mencerminkan profesionalisme manajemen dan tim pelatih Persib dalam mengelola kebugaran pemain. Ini merupakan standar baru yang diharapkan bisa diikuti oleh klub-klub lain di Liga 1 agar konsistensi performa tetap terjaga saat berkompetisi di luar negeri.
Laga ini diprediksi akan menjadi ujian taktik yang sengit. Persib yang mengandalkan kedalaman skuad akan berhadapan dengan The Cong-Viettel yang telah mempelajari setiap celah permainan Maung Bandung melalui analisis mendalam empat pertandingan terakhir.
Ke depan, hasil dari laga ini akan menentukan posisi Persib dalam perburuan tiket ke babak berikutnya. Dukungan suporter di Stadion si Jalak Harupat dipastikan akan menambah motivasi bagi Persib untuk mempertahankan tren kemenangan dan memperkuat posisi mereka di Grup E.