Olahraga

Pelatih JDT Bangga Tahan Imbang Chelsea 3-3 di Laga Uji Coba

Ringkasan

  • JDT sukses menahan imbang Chelsea 3-3 dalam laga uji coba pramusim di Stadion Sultan Ibrahim Larkin, Minggu (9/8) malam WIB.
  • Pelatih Xisco Munoz menyebut hasil ini sebagai langkah maju bagi timnya.

Johor Darul Ta'zim (JDT) kembali mencuri perhatian publik sepak bola Asia Tenggara. Pada laga uji coba pramusim yang digelar di Stadion Sultan Ibrahim Larkin, Minggu (9/8) malam WIB, tim asal Malaysia itu sukses menahan imbang raksasa Liga Inggris, Chelsea, dengan skor 3-3. Hasil ini bukan sekadar angka di papan skor, melainkan bukti nyata bahwa sepak bola Asia Tenggara mampu bersaing dengan klub-klub elite Eropa.

Pelatih JDT, Xisco Munoz, tidak menyembunyikan rasa bangganya. Ia menilai penampilan anak asuhnya luar biasa, terutama dalam menghadapi tekanan dan kualitas individu pemain Chelsea. "Saya ingin mengucapkan terima kasih lagi kepada para pemain kami, karena hari ini adalah penampilan yang luar biasa. Mereka bermain sangat baik," ujar Munoz dikutip dari Bernama.

Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. JDT justru tampil percaya diri dan berhasil membuka keunggulan lebih dahulu pada menit ke-14. Arif Aiman mencetak gol setelah menerima umpan terukur dari Marcos Guilherme dari sisi kiri kotak penalti. Keunggulan tersebut bertahan hingga Chelsea menyamakan kedudukan melalui penalti Liam Delap pada menit ke-42.

Memasuki babak kedua, Chelsea meningkatkan intensitas serangan. Delap kembali menjadi mimpi buruk tuan rumah setelah mencetak gol kedua dari titik penalti pada menit ke-62. Namun, JDT tidak gentar. Hanya tiga menit berselang, Oscar Arribas melepaskan tendangan bebas indah yang membuat skor kembali imbang 2-2.

Drama semakin panas ketika Bergson membawa JDT unggul 3-2 pada menit ke-86 melalui tembakan mendatar yang tidak mampu dihentikan pemain Chelsea. Sayangnya, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Bek JDT, Cristobal Marquez, mencetak gol bunuh diri yang memaksa skor berakhir 3-3.

Bagi Munoz, hasil ini merupakan langkah maju yang signifikan. Ia menegaskan bahwa laga melawan Chelsea menjadi bagian penting dari persiapan tim menghadapi musim baru yang diprediksi akan berat. "Ini adalah satu langkah lebih maju bagi kami. Kami perlu mempersiapkan diri untuk musim ini, karena musim ini pastinya akan berat," kata pelatih asal Spanyol tersebut.

Kendati demikian, Munoz tetap mengingatkan anak asuhnya untuk tidak lengah. Ambisi JDT sangat tinggi, dan setiap pemain dituntut memberikan yang terbaik dalam segala situasi. "Hal terpenting yang perlu mereka ketahui adalah tidak ada seorang pun yang boleh lengah di skuad kami. Setiap orang harus memberikan yang terbaik untuk logo kami," tegasnya.

Hasil ini tentu menjadi sorotan bagi penggemar sepak bola di Indonesia. Performa JDT menunjukkan bahwa klub Asia Tenggara mampu tampil percaya diri melawan tim sekelas Chelsea. Ini menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Indonesia seperti Persija, Persib, atau Bali United yang kerap kesulitan saat menghadapi tim asing dalam laga uji coba.

Mentalitas dan organisasi permainan JDT patut menjadi contoh. Mereka tidak bermain bertahan total, melainkan berani menekan dan membangun serangan dengan sabar. Keberanian tersebut berbuah tiga gol yang membuat Chelsea kerepotan. Ini membuktikan bahwa kualitas permainan tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran klub.

Dari sisi taktik, Xisco Munoz berhasil meracik strategi yang efektif. Ia memanfaatkan kecepatan sayap dan ketenangan lini tengah untuk merepotkan pertahanan Chelsea. Pergantian pemain yang dilakukan juga tepat waktu, menjaga intensitas permainan tetap tinggi hingga menit akhir.

Bagi Chelsea, hasil ini menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih mereka menjelang musim kompetisi baru. Pertahanan yang rapuh, terutama dalam menghadapi serangan balik cepat, menjadi catatan serius. Dua gol dari situasi bola mati juga menunjukkan kelemahan dalam organisasi pertahanan saat menghadapi tekanan.

Ke depan, JDT diharapkan mampu mempertahankan performa ini di kompetisi resmi. Jika konsisten, bukan tidak mungkin mereka menjadi ancaman serius di ajang AFC Champions League. Sementara itu, bagi sepak bola Indonesia, hasil ini bisa menjadi inspirasi untuk berani bermain lebih agresif dan percaya diri di pentas Asia.

Mengapa Ini Penting

Hasil ini menjadi tolok ukur perkembangan sepak bola Asia Tenggara, khususnya Malaysia yang diwakili JDT. Bagi Indonesia, ini adalah pengingat bahwa klub-klub Asia Tenggara bisa tampil percaya diri melawan tim elite Eropa. Mentalitas dan organisasi permainan JDT bisa menjadi studi kasus bagi klub-klub Indonesia yang ingin bersaing di level Asia. Selain itu, hasil ini menambah daya saing regional dan membuka peluang kolaborasi atau pertandingan uji coba yang lebih bergengsi di masa depan.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
10 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit