Pelatih DPMM FC Jamie McAllister memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas kompetisi Liga Indonesia setelah timnya menjalani uji tanding di Piala Presiden 2026. Pelatih asal Skotlandia itu mengakui bahwa pengalaman berlaga menghadapi klub-klub Indonesia memberikan pelajaran berharga bagi skuadnya yang baru memasuki fase pramusim.
Meski DPMM FC harus puas menempati posisi juru kunci di klasemen Grup A Piala Presiden 2026, McAllister menegaskan bahwa kekalahan tersebut tidak mengurangi apresiasinya terhadap tingkat kompetitif sepak bola Indonesia. Baginya, setiap pertandingan yang dijalani menjadi kesempatan emas untuk mengukur kekuatan tim sebelum menghadapi kompetisi resmi.
"Turnamen ini menjadi pengalaman yang sangat baik bagi kami dan kami benar-benar menikmatinya. Kami belajar banyak dengan menghadapi tim-tim yang sangat kuat," ujar McAllister. Ia menambahkan bahwa kondisi timnya yang baru menjalani tiga hingga empat pekan masa pramusim membuat setiap momen di lapangan menjadi kesempatan untuk mematangkan strategi dan kekompakan skuad.
Piala Presiden 2026 sendiri memang kerap menjadi barometer awal bagi klub-klub sebelum bergulirnya Liga 1. Turnamen pramusim ini mengundang partisipasi tim dari luar negeri, termasuk DPMM FC yang merupakan klub asal Brunei Darussalam. Kehadiran klub mancanegara memberikan warna berbeda sekaligus menjadi tolok ukur kualitas permainan di pentas domestik Indonesia.
McAllister turut membandingkan karakteristik permainan di Liga Indonesia dengan kompetisi di negara tetangga, Malaysia. Menurut pengamatannya, para pemain Indonesia memiliki keunggulan fisik yang berbeda dibandingkan pesepak bola di Liga Malaysia. Perbedaan gaya bermain itu, kata McAllister, justru menjadi tantangan positif yang harus dihadapi oleh timnya.
"Dari segi kualitas permainan dan gaya bermain, saya juga melihat para pemain di Indonesia memiliki fisik yang berbeda dibandingkan dengan Liga Malaysia," ungkap pelatih berkebangsaan Skotlandia tersebut. Meski demikian, McAllister meyakini bahwa DPMM FC mampu bersaing dengan baik sebagai kesatuan tim yang kompak.
Salah satu aspek yang paling meninggalkan kesan mendalam bagi McAllister adalah atmosfer suporter Indonesia. Ia menyebut dukungan dari para pendukung klub-klub lokal sebagai sesuatu yang luar biasa. Dukungan suporter yang masif memang menjadi ciri khas sepak bola Indonesia dan kerap membuat klub tamu merasakan tekanan berbeda saat bermain di markas lawan.
Dari sekian tim yang dihadapi, McAllister menyebut beberapa nama klub Indonesia yang mencuri perhatiannya. Ia menyoroti Persib Bandung dan Arema FC sebagai dua tim yang menunjukkan kualitas permainan mengesankan selama Piala Presiden berlangsung. Kedua klub itu memang dikenal memiliki basis suporter militan dan sejarah panjang di kancah sepak bola nasional.
Menariknya, McAllister mengaku akan terus memantau jalannya Liga Indonesia sepanjang musim. Ia menyatakan ketertarikannya untuk mengetahui siapa yang akhirnya berhak menjadi juara. Nama-nama seperti Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Arema FC, dan Borneo FC disebutnya sebagai kandidat kuat yang berpeluang bersaing di papan atas.
"Saya akan mengikuti kompetisi ini dengan saksama sepanjang musim untuk melihat siapa yang akhirnya menjadi juara," kata McAllister. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Piala Presiden 2026 berhasil meninggalkan kesan positif bagi pelatih asing hingga ingin terus menyaksikan perkembangan sepak bola Indonesia.
Bagi industri sepak bola Indonesia, pujian dari pelatih asing berpengalaman seperti McAllister menjadi angin segar. Apresiasi dari pihak luar menjadi indikator bahwa kualitas kompetisi domestik terus mengalami peningkatan dan mendapat pengakuan di tingkat regional. Hal ini sekaligus menjadi motivasi bagi PSSI dan operator untuk terus meningkatkan standar penyelenggaraan Liga 1 musim ini.