Olahraga

Pelari 59 Tahun Catat Waktu Sub-17 Menit di Senior Happy Run 5K 2026

Ringkasan

  • Pelari 59 tahun Bambang Suhermanto catat waktu 16:58 di Senior Happy Run 5K 2026, bukti konsistensi latih sejak 2023.

Jakarta, CNN Indonesia — Seorang pelari veteran berusia 59 tahun, Bambang Suhermanto, menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Senior Happy Run 5K 2026 yang digelar di halaman Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, pada Minggu (12/7). Bambang berhasil menuntaskan lintasan sejauh 4,2 kilometer dengan catatan waktu 16 menit 58 detik, sekaligus mengamankan posisi podium kedua di kategori yang dikhususkan bagi peserta berusia 50 tahun ke atas tersebut.

Pencapaian Bambang bukanlah kebetulan sesaat. Pria yang merupakan pensiunan staf Gubernur Jawa Timur ini menuturkan bahwa komitmen terhadap olahraga lari baru ia bangun secara intensif sejak tahun 2023. Dalam kurun tiga tahun terakhir, ia konsisten menempatkan lari sebagai bagian dari rutinitas harian, membuktikan bahwa usia pensiun tidak menjadi halangan untuk berprestasi di bidang olahraga rekreasi maupun kompetitif.

Menurut pengakuan Bambang di sela-sela acara, struktur latihannya terencana rapi dengan variasi beban setiap hari. "Senin libur, Selasa tempo run, Rabu fartlek. Jadi kayak interval gitu, kamisnya angkat berat angkat beban gitu. Terus fisik, drill. Jadi seminggu itu penuh," ujarnya. Setiap sesi lari, ia memastikan menempuh jarak minimal 10 kilometer, baik melalui easy run, interval, maupun latihan fartlek yang menuntut perubahan kecepatan secara dinamis.

Aspek pemulihan juga mendapat perhatian serius dari Bambang. Untuk mendukung regenerasi otot setelah latihan intens, ia mengonsumsi telur dan susu sebagai sumber protein utama. Pola makan lainnya relatif sama dengan kebiasaan sehari-hari, menunjukkan bahwa pendekatan ilmiah terhadap nutrisi tidak harus berarti diet ekstrem, melainkan penyertaan nutrisi tepat di momen krusial.

Bambang menekankan bahwa kunci utama peningkatan performa adalah konsistensi. "Saya kira harus konsisten saja karena lari itu tidak cukup membaca, itu dipraktekkan kalau lari, harus. Kalau pakai coach juga, percuma kalau orangnya malas, tetap harus orangnya sendiri," katanya. Filosofi ini menjadi landasan mengapa ia mampu bersaing di usia yang bagi banyak orang dianggap sudah waktunya beristirahat.

Rekam jejak Bambang di dunia lari jauh melampaui ajang 5K. Ia tercatat sudah beberapa kali menuntaskan maraton penuh, termasuk Maybank Marathon, Jakarta International Marathon, Jakarta Running Festival, hingga maraton di Singapura. Catatan waktu terbaiknya untuk jarak 42,195 kilometer adalah 3 jam 40 menit, sebuah torehan yang kerap menjadi acuan bagi pelari master di tanah air.

Senior Happy Run 5K 2026 sendiri merupakan inisiatif Paguyuban Pensiunan Pariwisata (PARAPENSPAR) yang diorganisasi oleh Beyond Run dengan dukungan penuh Kementerian Pariwisata. Event ini disebut sebagai ajang lari pertama di Jakarta yang secara khusus menyasar masyarakat berusia 50 tahun ke atas, dengan total peserta mencapai 1.000 orang. Menariknya, kegiatan ini juga beririsan dengan promosi pariwisata, sejalan dengan program 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) serta mengangkat antusiasme peserta dari berbagai latar belakang, termasuk ibu-ibu berbaju adat Kalimantan.

Ketua Pelaksana Oni Yulfian mengungkapkan bahwa persiapan event telah dimulai sejak Oktober tahun lalu, melibatkan penyesuaian jadwal dan koordinasi dengan berbagai pihak. Rute sepanjang 4,2 kilometer didesain melingkari kawasan ikonik Jakarta Pusat, mulai dari Gedung Sapta Pesona di Jalan M.H. Thamrin, menyusuri Medan Merdeka Barat ke Monas, lalu Medan Merdeka Selatan, dan kembali ke titik awal. Dukungan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, kepolisian, dan marshal memastikan kelancaran serta keamanan peserta yang mayoritas berusia lanjut.

Kehadiran event semacam ini mencerminkan bergesernya paradigma olahraga di Indonesia, di mana lansia tidak lagi dipinggirkan dari ekosistem lari nasional. Munculnya kategori usia 50+ membuka ceruk baru bagi industri penyelenggaraan lomba lari yang selama ini didominasi kelompok usia produktif. Lebih jauh, kolaborasi antara kementerian dan komunitas pensiunan menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi instrumen strategis untuk promosi gaya hidup sehat sekaligus pemulihan ekonomi pariwisata pasca tantangan global.

Mengapa Ini Penting

Keberhasilan pelari usia 59 tahun mencatat waktu kompetitif di ajang khusus senior menunjukkan bahwa batas usia dalam olahraga lari semakin bergeser, membuka peluang bagi industri event untuk menciptakan kategori master yang lebih inklusif. Bagi penggemar di Indonesia, pencapaian ini menginspirasi kalangan paruh baya dan lansia untuk menjadikan lari sebagai gaya hidup pencegahan penyakit degeneratif. Secara industri, kolaborasi Kementerian Pariwisata dengan komunitas pensiunan memposisikan olahraga sebagai instrumen promosi destinasi wisata sehat yang berpotensi mendongkrak ekonomi lokal. Ke depan, tren ini dapat mendorong penyelenggaraan lebih banyak race bersertifikat bagi peserta 50 tahun ke atas di berbagai daerah.

Sumber Asli
CNN Indonesia
Tanggal
12 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit