Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) secara resmi meluncurkan jersey khusus untuk turnamen FIP Bronze-Promises Jakarta 2026. Peluncuran ini tidak hanya bertujuan untuk membangun identitas visual ajang olahraga tersebut, tetapi juga berfungsi sebagai media strategis dalam mempromosikan Jakarta sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Wakil Ketua Umum I PBPI, Mochtar Sarman, menegaskan bahwa kehadiran atribut ini merupakan langkah awal untuk menempatkan Jakarta dalam peta olahraga internasional. Menurutnya, padel kini menjadi instrumen efektif untuk menarik minat wisatawan mancanegara, sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata olahraga yang kian berkembang di Indonesia.
Dalam perhelatan ini, PBPI menghadirkan dua desain jersey dengan makna filosofis yang mendalam. Jersey untuk kategori FIP Bronze didominasi oleh warna hijau, yang melambangkan komitmen Jakarta sebagai kota modern yang berkelanjutan dan peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup di tengah pesatnya pembangunan perkotaan.
Sementara itu, untuk kategori FIP Promises, PBPI memilih warna oranye yang mencolok sebagai warna dominan. Pemilihan warna ini didasarkan pada identitas visual Jakarta yang telah lama melekat, dengan harapan bahwa setiap atlet yang mengenakan jersey tersebut dapat menjadi duta promosi yang efektif saat berlaga di kancah internasional.
PBPI berharap bahwa jersey resmi ini tidak hanya digunakan selama durasi pertandingan berlangsung di Rana Grounds, Mampang, Jakarta Selatan. Para atlet diharapkan dapat mengenakan atribut tersebut dalam berbagai kesempatan, sehingga identitas Jakarta sebagai tuan rumah ajang olahraga berstandar Federasi Padel Internasional (FIP) semakin dikenal luas oleh komunitas global.
Terkait teknis penyelenggaraan, turnamen FIP Bronze dijadwalkan mulai pada 8 Juli 2026 dengan partisipasi lebih dari 200 atlet dari berbagai negara seperti Spanyol, Meksiko, Argentina, dan Kazakhstan. Sedangkan FIP Promises yang akan dimulai pada 9 Juli 2026 akan mempertandingkan kelompok usia 14, 16, dan 18 tahun sebagai wadah pembinaan atlet muda Indonesia untuk mengasah kemampuan di level kompetisi global.