Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) secara resmi telah menetapkan 34 atlet yang akan menjadi wakili Indonesia pada ajang bergengsi Asian Games 2026. Keputusan ini diambil setelah proses administrasi entry by name rampung dilaksanakan bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia.
Manajer Tim Nasional Esports Indonesia, Glorya Famiela Ralahallo, menegaskan bahwa pihaknya sepenuhnya menghormati hasil evaluasi yang dilakukan oleh Tim Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora. PB ESI kini memfokuskan seluruh sumber daya untuk mendukung para atlet yang telah masuk dalam daftar kontingen final guna meraih prestasi maksimal.
Sebanyak 34 atlet tersebut akan bertanding dalam delapan nomor pertandingan yang telah lolos verifikasi ketat. Meski sebelumnya sempat diajukan sembilan nomor, namun berdasarkan evaluasi mendalam, satu nomor yakni Competitive Martial Arts (CMA) diputuskan tidak disertakan dalam keberangkatan kontingen Indonesia ke ajang tersebut.
Proses entry by name menjadi tahapan krusial dalam persiapan menuju Asian Games 2026. PB ESI telah menyerahkan berbagai data pendukung kepada PPON Kemenpora, mulai dari rekam jejak prestasi atlet, proyeksi perolehan medali, hingga analisis teknis untuk setiap nomor yang akan dipertandingkan.
Timnas Indonesia berhasil mengamankan tiket melalui kualifikasi regional di lima nomor, yakni Honor of Kings, Identity V, Naraka: Bladepoint, Mobile Legends: Bang Bang, dan PUBG Mobile. Kelima nomor ini bergabung dengan tiga nomor lainnya yang langsung tampil di babak utama, yakni eFootball, Gran Turismo, dan Pokemon UNITE.
Dalam rangka penyempurnaan komposisi tim, PB ESI juga melakukan penyesuaian roster pada nomor Mobile Legends: Bang Bang. Albert Neilsen Iskandar atau yang dikenal sebagai Alberttt masuk menggantikan Muhammad Halim Adicondro. Langkah ini diambil berdasarkan kebutuhan teknis dan evaluasi performa selama fase persiapan menuju Main Event Asian Games 2026.