Olahraga

Paes Pertahankan Posisi Kiper Utama Ajax di Kualifikasi Conference League

Ringkasan

  • Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes dipercaya pelatih Michel Sanchez menjaga gawang Ajax Amsterdam yang menang 3-1 atas Shelbourne FC di putaran ketiga kualifikasi UEFA Conference League, Jumat (7/8) WIB.

Maarten Paes kembali membuktikan kepercayaan pelatih Michel Sanchez dengan tampil penuh 90 menit saat Ajax Amsterdam mengalahkan Shelbourne FC 3-1 di laga leg pertama putaran ketiga kualifikasi UEFA Conference League 2026/2027 di Johan Cruijff ArenA, Jumat (7/8) WIB. Kemenangan ini membawa tim ibukota Belanda mendekati tiket ke fase kualifikasi berikutnya sebelum laga balik di Irlandia minggu depan.

Kedatangan Marc-Andre ter Stegen secara pinjaman dari Barcelona musim panas ini sempat menimbulkan spekulasi soal nasib Paes di bawah mistar. Namun Sanchez justru mempertahankan eks kiper FC Dallas itu sebagai pilihan utama, menandakan keyakinan penuh terhadap kemampuan shot-stopping dan komando pertahanan yang dimiliki Paes selama dua musim terakhir di Amsterdam.

Latar belakang keputusan Sanchez tak terlepas dari konsistensi Paes sejak bergabung dari MLS pada 2022. Sang kiper lahir di Nijmegen 28 tahun lalu mencatat 14 clean sheet di Eredivisie musim lalu, membantu Ajax finis ketiga dan lolos ke Conference League. Performa stabil itu membuat manajemen menolak tawaran klub Premier League untuk Paes pada jendela transfer Januari 2026.

Ter Stegen sendiri tiba di Amsterdam dengan status legenda Barcelona — juara treble 2015, empat gelar La Liga, dan tiga Piala Raja. Namun usia 34 tahun dan cedera lutut parah yang mengakibatkan dia absen hampir seluruh musim 2024/2025 membuat klub memutuskan meminjamkannya untuk mencari ritme pertandingan, bukan untuk langsung merebut posisi utama.

Statistik Fotmob menunjukkan dominasi total Ajax: 32 sepakan ke gawang lawan, 11 shots on target, dan 71 persen penguasaan bola. Shelbourne hanya mengancam tiga kali ke arah gawang Paes. Kiper Timnas Indonesia mencatat dua penyelamatan kritis, termasuk merebut bola berbahaya dari dalam kotak penalti pada menit ke-67 yang mencegah lawan menyamakan skor.

Kebobolan tunggal terjadi pada menit ke-84 melalui rebound. Tepisan Paes ke sepakan keras Striker Shelbourne, Sean Boyd, memantul ke kaki tengah gelandang lawan yang menembak akurat ke sudut bawah. Para analis menilai posisi Paes sudah tepat dan kebobolan itu sulit dihindarkan mengingat kecepatan pantulan bola di lapangan sintetis.

Bagi sepak bola Indonesia, kepercayaan Sanchez pada Paes membawa makna lebih dari sekadar kemenangan klub. Ia menjadi kiper asli Indonesia pertama yang menjaga gawang klub besar Eropa di kompetisi UEFA secara reguler — membuka pintu bagi generasi muda seperti Ernando Ari atau Cahya Supriadi untuk bermimpi serupa.

"Konsistensi Paes di level Eropa mengubah narasi soal kualitas kiper Indonesia," ujar observer sepak bola Indonesia, Indra Suryaatma. "Dulu kita hanya punya kiper yang andal di level ASEAN. Sekarang kita punya bukti nyata kiper Indonesia bisa bersaing di panggung klub besar Eropa mingguan."

Jadwal padat menunggu Ajax minggu depan. Tim akan menghadapi PEC Zwolle dalam laga persahabatan pada Selasa (11/8) sebelum terbang ke Dublin untuk leg kedua lawan Shelbourne, Jumat (14/8) WIB. Sanchez belum menutup kemungkinan memberikan debut Ter Stegen di laga persahabatan, namun sinyal kuat dari konferensi pers pasca-laga menunjukkan Paes tetap prioritas untuk laga resmi.

Jika Ajax lolos, mereka akan menghadapi pemenang antara FC Copenhagen dan FK Partizan di putaran play-off Conference League akhir Agustus. Bagi Paes, ini peluang emas memperkuat rekam jejak Eropa sebelum jendela transfer Januari — di mana sejumlah klub Premier League dan Bundesliga dikabarkan terus memantau perkembangannya.

Mengapa Ini Penting

Kepercayaan Michel Sanchez pada Paes di atas Ter Stegen — kiper bergengsi dunia — mengirim sinyal kuat ke pasar transfer Eropa bahwa kiper Indonesia siap bersaing di level elit. Ini bukan hanya soal satu pertandingan, tapi validasi jangka panjang bagi sistem pengembangan kiper di Indonesia yang selama ini dianggap ketinggalan. Jika Paes konsisten, nilai transfernya bisa melonjak dan membuka jalur bagi talenta muda Indonesia ke liga-top Eropa. Di sisi lain, keputusan Ajax meminjam Ter Stegen tanpa menjamin tempat utama menunjukkan manajemen klub Eropa modern semakin pragmatis: performa saat ini mengalahkan reputasi masa lalu.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
7 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit