Sepakbola

Paes Pertahankan Kepercayaan Sanchez, Ajax Unggul di Kualifikasi Conference League

Ringkasan

  • Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes tetap dijabat pelatih Michel Sanchez sebagai penjaga gawang utama Ajax yang menang 3-1 atas Shelbourne FC di putaran ketiga kualifikasi UEFA Conference League 2026/2027, Jumat (7/8) dini hari WIB di Amsterdam.

Maarten Paes kembali membuktikan kualitasnya di bawah mistar Ajax Amsterdam. Kiper berusia 28 tahun itu dipercaya pelatih Michel Sanchez memulai laga putaran ketiga kualifikasi UEFA Conference League kontra Shelbourne FC di Johan Cruijff ArenA, Jumat (7/8) dini hari WIB. Keputusan itu menjawab spekulasi yang beredar sejak klub mendatangkan Marc-Andre ter Stegen secara pinjaman dari Barcelona beberapa pekan lalu.

Ajax meraih kemenangan 3-1 yang memberikan keuntungan signifikan sebelum laga balik di Irlandia. Paes berkontribusi dengan dua penyelamatan vital menurut catatan Fotmob, meski harus menelan kebobolan di menit ke-84 melalui bola rebound dari tepisannya sendiri. Sebelum insiden itu, sang kiper sempat menahan sepakan keras dari dalam kotak penalti yang sayangnya mendarat tepat di kaki penyerang lawan.

Kedatangan Ter Stegen memang menciptakan dinamika baru di lini belakang Ajax. Bekas kiper utama Barcelona itu membawa ratusan penampilan di tingkat elit, termasuk Liga Champions dan Piala Dunia. Namun Sanchez tampak tidak tergesa-gesa menggeser Paes yang sudah menguasai ritme tim sejak musim lalu. Pelatih asal Spanyol itu lebih memilih kontinuitas dan keakraban Paes dengan bela depan ketimbang mengandalkan nama besar yang baru bergabung.

Statistik pertandingan menggambarkan dominasi penuh Ajax. Tim ibukota Belanda mencatat 32 kali sepakan dengan 11 di antaranya mengarah ke gawang, serta menguasai bola 71 persen sepanjang 90 menit. Di sisi lain, Shelbourne hanya mampu menghasilkan tiga sepakan on target — angka yang menjelaskan mengapa Paes tidak terlalu dibanjiri ujian serius. Namun ketenangan itu justru menjadi uji mental tersendiri bagi seorang kiper yang harus tetap fokus di tengah kedominanan tim sendiri.

Bagi sepak bola Indonesia, kepercayaan Sanchez kepada Paes membawa narasi positif di tengah musim panas penuh ketidakpastian. Eks kiper FC Dallas ini telah melewati fase adaptasi yang tidak mudah di Eredivisie, dari jadi pilihan kedua di belakang Geronimo Rulli hingga kini menjadi tumpuan utama di kompetisi Eropa. Perjalanan itu mencerminkan ketahanan mental yang dibutuhkan pemain Indonesia untuk bertahan di level tinggi.

Kinerja Paes musim ini juga menjadi barometer bagi Shin Tae-yong dalam menyusun skuad Timnas untuk kualifikasi Piala Dunia 2026. Kiper yang rutin bermain di klub besar Eropa otomatis meningkatkan kualitas latihan dan kepercayaan tim nasional. Apalagi Paes sudah terbiasa berhadapan dengan penyerang kelas dunia di latihan harian — aset yang tak ternilai harganya saat menghadapi lawan Asia.

Di sisi teknis, laga kontra Shelbourne menunjukkan area perbaikan bagi Paes. Kebobolan akibat rebound menyingkap tantangan klasik: pengelolaan bola kedua (second ball) di bawah tekanan. Di level Conference League, lawan akan lebih rajin mengejar bola longgar di area penalti. Sanchez pasti akan mengevaluasi aspek ini di sesi latihan sebelum laga balik.

Sementara Ter Stegen harus menunggu kesempatan debutnya. Peluang terbuka lebar di laga persahabatan melawan PEC Zwolle yang dijadwalkan sebelum partai balik kualifikasi. Laga uji coba itu menjadi momentum ideal bagi mantan kiper Barcelona untuk membangun kimia dengan bela depan Ajax tanpa tekanan poin. Sanchez dikenal pragmatis: ia akan memakai kiper terbaik untuk setiap konteks pertandingan.

Jadwal padat menunggu Ajax pekan depan. Setelah laga exhibition lawan Zwolle, tim harus terbang ke Dublin untuk menghadapi Shelbourne di putaran balik, Jumat (14/8) dini hari WIB. Keunggulan 3-1 memberikan kelonggaran, tapi di kompetisi knockout, komplacensi adalah musuh nomor satu. Paes dan bela depan harus mempertahankan konsentrasi penuh 90 menit — apalagi di kandang lawan yang didukung penonton rumah yang semangat.

Jika Ajax lolos ke putaran playoff, Paes akan bertemu lawan yang jauh lebih berat — kemungkinan besar klub dari liga besar seperti Premier League, Serie A, atau La Liga yang gagal lolos ke Liga Champions. Di tahap itulah pengalaman Ter Stegen bisa jadi faktor penentu. Namun untuk saat ini, kisah Paes di Amsterdam masih berlanjut: dari pertanyaan "bisa bertahan?" ke jawaban "masih jadi nomor satu".

Mengapa Ini Penting

Kemenangan Ajax dengan Paes di bawah mistar menguatkan narasi bahwa kiper Indonesia bisa bersaing di level klub Eropa tengah. Kepercayaan Sanchez meski Ter Stegen hadir menandakan Paes sudah menguasai sistem permainan — modal besar bagi Shin Tae-yong menyusun Timnas. Laga balik kontra Shelbourne jadi uji karakter: apakah Paes bisa mempertahankan konsistensi di bawah tekanan knockout? Jika Ajax lolos ke playoff, lawan akan jauh lebih berat dan pengalaman Ter Stegen mungkin jadi pilihan Sanchez. Dinamika dua kiper kelas dunia di satu klub ini langka dan jadi pelajaran manajemen squad yang menarik.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
7 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit