Olahraga

Ole Romeny Cetak Gol Perdana di Eredivisie, Nathan Tjoe-A-On Assist

Ringkasan

  • Ole Romeny mencetak gol perdana untuk Fortuna Sittard di Eredivisie, sementara Nathan Tjoe-A-On mencatat assist.
  • Sejumlah pemain Indonesia lain juga tampil impresif di Eropa pada pekan ini.

Pekan pembuka Eredivisie 2026/2027 menjadi panggung gemilang bagi para pemain Indonesia yang berkarier di Eropa. Sorotan utama tertuju pada Ole Romeny yang langsung mencetak gol perdana untuk Fortuna Sittard, sementara Nathan Tjoe-A-On mencatatkan assist di laga lain.

Bermain di kandang PSV Eindhoven, Minggu (9/8), Romeny menjadi bintang dengan golnya pada menit ke-42. Gol tersebut tercipta di momen krusial dan membawa Fortuna Sittard pulang dengan hasil imbang 2-2. Penampilan impresifnya sepanjang 90 menit mengantarnya dinobatkan sebagai Man of the Match.

Bagi Romeny, gol ini bukan sekadar angka di papan skor. Sejak bergabung dengan Fortuna Sittard, ekspektasi publik Indonesia terhadap dirinya cukup tinggi. Ia dipandang sebagai salah satu ujung tombak masa depan Timnas Indonesia, dan start apik di liga tertinggi Belanda menjadi sinyal positif.

Di laga yang sama, Justin Hubner juga tampil penuh selama 90 menit. Duet Romeny dan Hubner di Fortuna Sittard menjadi perhatian khusus pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, yang kerap memantau perkembangan para pemain abroad.

Sementara itu, di pertandingan lain, Dean James tampil 75 menit membantu Go Ahead Eagles menang telak 4-1 atas Willem II. Namun, yang menarik perhatian adalah Nathan Tjoe-A-On yang justru membela Willem II. Meski timnya kalah, Nathan berhasil menyumbangkan satu assist.

Fenomena ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Eredivisie. Pemain Indonesia tidak hanya sekadar pelengkap, tetapi mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata. Ini berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika pemain Indonesia di Eropa lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan.

Dampaknya terasa langsung bagi Timnas Indonesia. Shin Tae-yong kini memiliki lebih banyak opsi pemain yang terbiasa dengan tempo permainan Eropa. Pengalaman melawan PSV, Ajax, atau klub-klub papan atas Belanda lainnya memberikan mentalitas yang berbeda dibandingkan bermain di liga domestik.

Dari Belgia, Joey Pelupessy tampil penuh 90 menit membantu Lommel SK menahan imbang Sint-Truiden 1-1 di Jupiler Pro League. Kontribusinya di lini tengah menjadi kunci kestabilan tim. Pelupessy memang bukan nama baru, tetapi konsistensinya tetap menjadi aset berharga.

Calvin Verdonk juga mendapat menit bermain bersama Lille dalam laga pramusim melawan HSV Hamburg. Masuk pada menit ke-68 menggantikan Perraud, Verdonk mencoba memanfaatkan kesempatan untuk meyakinkan pelatih sebelum musim resmi dimulai. Lille sendiri menutup laga dengan skor 2-2.

Dari Jerman, Kevin Diks menjadi starter saat Borussia Monchengladbach menghadapi Hoffenheim dalam laga uji coba dengan format 2x60 menit. Diks bermain 60 menit dan Gladbach sukses menang telak 4-1. Laga pramusim ini menjadi ajang pembuktian Diks untuk merebut posisi utama.

Maarten Paes, kiper andalan Timnas Indonesia, juga tampil penuh saat Ajax mengalahkan Shelbourne FC 3-1 di leg pertama kualifikasi ketiga UEFA Conference League. Bermain di Johan Cruyff Arena, Paes membantu Ajax mengamankan keunggulan sebelum leg kedua.

Kehadiran Paes di Ajax menjadi cerita tersendiri. Ia bukan sekadar kiper cadangan, melainkan pemain yang dipercaya tampil di kompetisi Eropa. Ini membuktikan bahwa kiper Indonesia mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.

Ke depannya, para pemain ini akan menghadapi tantangan lebih berat. Fortuna Sittard harus menjaga konsistensi, Go Ahead Eagles mencoba memperbaiki posisi, dan Ajax berjuang melaju ke fase grup UECL. Semua mata penggemar Indonesia tertuju pada perkembangan mereka.

Tren positif ini diharapkan terus berlanjut. Semakin banyak pemain Indonesia bermain di liga Eropa, semakin kuat pula Timnas Indonesia di kancah internasional. Ini adalah momentum yang harus dijaga oleh semua pihak, termasuk federasi dan klub-klub di Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Berita ini penting karena menunjukkan peningkatan kualitas dan kuantitas pemain Indonesia yang berkarier di liga Eropa. Jika tren ini berlanjut, Timnas Indonesia akan memiliki skuad yang lebih kompetitif untuk turnamen internasional seperti Piala Asia dan Kualifikasi Piala Dunia. Selain itu, performa gemilang para pemain abroad ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia dan meningkatkan nilai jual pemain lokal di mata klub-klub Eropa. Dampak jangka panjangnya adalah perbaikan infrastruktur pembinaan usia muda di Indonesia agar semakin banyak talenta yang lahir.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
10 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit